Menu

Mode Gelap
Viral Video IGD Puskesmas Sungai Ulin, Wali Kota Banjarbaru Jenguk Pasien di RSUD Ratu Zalecha Kandang Ayam dan Truk Terbakar di Pelaihari, Kerugian Ditaksir Ratusan Juta Rupiah Kabut Asap Karhutla Ganggu Pengendara di Jalur Tanah Laut–Banjarbaru, Polisi Beri Imbauan Karhutla Berkobar di Liang Anggang Banjarbaru, Jalur Banjarbaru–Bati-Bati Ditutup Total Kabut Asap Karhutla Selimuti Bati-Bati hingga Banjarbaru, Pengendara Pilih Berhenti

ADVERTORIAL · 25 Mei 2026 18:07 WIB

Jaga Stabiltas Ekonomi, Wali Kota Banjarbaru Sampaikan 7 Komitmen Bersama


 Jaga Stabiltas Ekonomi, Wali Kota Banjarbaru Sampaikan 7 Komitmen Bersama Perbesar

Ricek.ID – Pemerintah Kota (Pemko) Banjarbaru selenggarakan High Level Meeting (HLM) bersama tiga tim strategis daerah sekaligus, yakni Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD), dan Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD).

Kegiatan yang berlangsung di Aula Gawi Sabarataan pada Senin (25/05/2026) ini difokuskan untuk memantapkan stabilitas ekonomi kota. Acara ini dihadiri oleh Wali Kota Banjarbaru Erna Lisa Halaby, unsur Forkopimda, Sekretaris Daerah Kota Banjarbaru Sirajoni, para Asisten, perwakilan BUMN/BUMD terkait di Kota Banjarbaru, instansi vertikal terkait, serta seluruh anggota TPID, TPAKD, dan TP2DD Kota Banjarbaru.

HLM yang membedah strategi penguatan ekonomi ini menghadirkan narasumber berkompeten dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Banjarbaru, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kalimantan Selatan, dan Bank Kalsel.

Wali Kota Banjarbaru Erna Lisa Halaby menegaskan agenda TPID, TP2DD, dan TPAKD memiliki keterkaitan erat yang tidak bisa berjalan sendiri-sendiri. Ketiganya merupakan pilar utama dalam menyokong stabilitas harga, digitalisasi transaksi pemerintah, serta perluasan akses keuangan bagi masyarakat.

“Ketiga forum ini tentunya saling memiliki keterkaitan dalam mendukung penguatan ekonomi daerah, melalui stabilitas harga, digitalisasi transaksi pemerintah, dan perluasan akses keuangan masyarakat. Muaranya sama, yaitu membangun ekosistem ekonomi daerah yang modern, sehat, inklusif, dan berdaya saing,” ujarnya.

Lisa juga mengingatkan seluruh jajaran untuk memperkuat komitmen bersama dalam menjaga amanah, memperkuat sinergi, dan meningkatkan kualitas kinerja sesuai peran masing-masing instansi.

Sebagai langkah konkret di lapangan, Wali Kota Banjarbaru memaparkan 7 instruksi penting yang harus segera diimplementasikan oleh seluruh pemangku kepentingan.

Pertama adalah antisipasi Inflasi Menjelang Idul Adha 1447 H dengan memperkuat koordinasi dan sinergi antarinstansi dalam menjaga stabilitas harga dan pengendalian inflasi daerah, khususnya menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah.

Kemudian Persiapan Menuju Kota Penghitung Inflasi 2028 yakni meningkatkan kualitas pemantauan, pengolahan, dan pelaporan data Indeks Perkembangan Harga (IPH) secara akurat. Hal ini sebagai langkah persiapan matang Kota Banjarbaru menuju Kota Penghitung Inflasi pada tahun 2028 mendatang.

Selanjutnya Optimalisasi Ketahanan Pangan dan Pasar Murah yaitu mendorong pelaksanaan operasi pasar secara optimal, memperluas Kerja Sama Antar Daerah (KAD), serta memperkuat ketahanan pangan daerah agar keterjangkauan harga dan ketersediaan pasokan di pasar tetap terjaga.

Keempat, Pemko Banjarbaru akan melakukan Percepatan Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD) di Seluruh SKPD dengan mewajibkan penggunaan Kartu Kredit Pemerintah Daerah (KKPD/KKI) serta penerapan SP2D Online pada seluruh SKPD di lingkungan Pemerintah Kota Banjarbaru.

Lalu Efisiensi dan Transparansi Keuangan Daerah dengan memastikan roda digitalisasi transaksi daerah berjalan efektif, transparan, dan akuntabel. Digitalisasi ini ditargetkan mampu meningkatkan kualitas pelayanan publik sekaligus mengefisiensikan pengelolaan keuangan daerah.

Keenam adalah Perluasan Akses Keuangan bagi UMKM dan Pelajar yaitu memperluas jangkauan akses keuangan masyarakat lewat penguatan program literasi dan inklusi keuangan. Sektor yang menjadi fokus utama adalah kalangan pelajar, pelaku UMKM, serta masyarakat berpenghasilan rendah.

Terakhir, Kolaborasi Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan yakni denga cara mendorong kolaborasi aktif dari seluruh pemangku kepentingan (stakeholders) dalam mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat demi terciptanya pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif serta berkelanjutan.

Melalui High Level Meeting ini, Wali Kota Banjarbaru berharap forum ini tidak sekadar menjadi agenda seremonial, melainkan mampu menghasilkan langkah yang strategis, solusi yang nyata, dan penguatan koordinasi antarinstansi untuk mendukung stabilitas serta pertumbuhan ekonomi yang langsung dirasakan manfaatnya oleh seluruh masyarakat Kota Banjarbaru.

Sumber : Media Center Banjarbaru

Artikel ini telah dibaca 9 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Baca Lainnya

Empat Jabatan Berganti, Kapolres Kotabaru Tekankan Pengabdian & Integritas

4 September 2026 - 15:23 WIB

Sambangi Dua Kecamatan, Saidi Mansyur Tinjau Progres Perbaikan Jalan

3 September 2026 - 22:10 WIB

Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan Salurkan Bantuan Penanganan Karhutla di Kalsel

3 September 2026 - 18:28 WIB

Tingkatkan Kemajuan Daerah, Bupati Kotabaru Tinjau Pembagunan Jalan Tembus Jembatan Tanjung Serdang

3 September 2026 - 16:19 WIB

Dampak Kabut Asap, Aisyiyah Kalsel Bagikan Masker Bagi Warga

3 September 2026 - 12:19 WIB

Masih Diselimuti Asap, Karhutla di Kota Banjarbaru Capai 1.263 Hektare

2 September 2026 - 23:15 WIB

Trending di ADVERTORIAL