Menu

Mode Gelap
Kebakaran Hanguskan Dua Asrama Santri dan Empat Rumah di Martapura Timur, Puluhan Kamar Ludes Mobil Terlibat Insiden di SPBU Pelaihari, Pertamina Pastikan Tak Ada Korban Jiwa Perempuan di Pengaron Banjar Ditemukan Tewas di Sawah, Polisi Selidiki Dugaan Pembunuhan Dugaan Penimbunan Solar Disorot dalam Demo Sopir Truk Kalsel Warga Kertak Hanyar Geger, Pria Tanpa Identitas Ditemukan Tewas di Kontrakan

EKOBIS · 28 Mei 2026 19:48 WIB

Purbaya Tegaskan Pertumbuhan Ekonomi Nyata, Tak Hanya di Atas Kertas


 Purbaya Tegaskan Pertumbuhan Ekonomi Nyata, Tak Hanya di Atas Kertas Perbesar

Ricek.ID – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa tegaskan pertumbuhan kuartal I-2026 adalah angka pertumbuhan yang nyata, bukan hanya angka pertumbuhan yang ditulis di atas kertas.

Hal ini diungkapkan Purbaya di Kantor Direktorat Jenderal Pajak (DJP), Jakarta pada Rabu (27/5/2026).

“Itu kan BPS mengumpulkan data dari mana-mana kan? Ditaruh di kertas, jadi di atas kertas. Tapi nggak, itu bukan… Kalau di atas kertas saya tulis 10, selesai. Tapi kan enggak sesuai dengan kenyataan. Kenyataannya adalah angka-angka itu dibuat dari survei-survei BPS, catatan-catatan pengeluaran ekonomi oleh BPS,” kata Menkeu.

Purbaya menyatakan pihaknya juga melakukan crosscheck dengan angka penjualan mobil, angka penjualan motor, belanja masyarakat, konsumsi semen, dan juga konsumsi listrik.

“Itu enggak otomatis sama dengan PDB-nya, tapi sebagai check point betul enggak angka itu? Ketika tumbuhnya naik kencang semua berarti seperti itu,” katanya.

Purbaya juga menuturkan dirinya terjun langsung ke pasar hingga mal di berbagai daerah untuk membuktikan ekonomi tetap bergerak.

“Ramai terus di mana-mana tuh. Di Jogja ramai, Surabaya ramai, di Bandung ramai. Di Jakarta juga saya jalan-jalan ke mal ramai, di pasar tradisional juga ramai,” ujar Menkeu.

Meski demikian, Purbaya mengakui pertumbuhan ekonomi Indonesia belum sempurna 100 persen, masih membutuhkan waktu agar dampaknya dapat dirasakan secara merata.

“Ekonomi kan mungkin nggak belum sempurna 100 persen. Ini kan kita baru mulai bangkit dari pertumbuhan yang lambat ke pertumbuhan yang lebih cepat, perlu waktu untuk menyebar ke ekonomi secara merata,” ujar Menkeu.

Terkait dengan nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) yang hampir menyentuh level Rp17.800 per dolar AS, Purbaya menilai anjloknya nilai tukar rupiah tidak masuk akal. Sebab, fundamental ekonomi Indonesia dinilai bagus.

“Kan ekonomi bagus, ini terjadi ketika fundamentalnya bagus. Ini enggak masuk akal sebenarnya. Biasanya melemah kalau ada gangguan di fundamental,” katanya.

Meski demikian, Menkeu menyebut imbal hasil (yield) di pasar obligasi Indonesia mengalami penurunan. Hal ini tak lepas dari aksi pemerintah melakukan intervensi di pasar Surat Berharga Negara (SBN) treasury operation demi menjaga stabilitas nilai tukar.

“Tapi gini, walaupun rupiah melemah, kan bond yield-nya turun. Karena aksi dari pemerintah, aksi dari teman-teman kita di (Direktorat Jenderal) Perbendaharaan, untuk sedikit membeli, supaya yield-nya agak terkendali,” jelasnya.

“Jadi selama bond market terkendali, kemauan investor untuk asing ya, terutamanya untuk melakukan investasi dan pasti juga bond kita akan terjaga juga. Kita sudah mulai melihat aliran masuk modal asing ke pasar obligasi kita. Dan ke depan akan ada tindakan pemerintah lagi yang akan membantu nilai tukar rupiah dengan lebih signifikan,” pungkas Purbaya.

Sumber : infopublik.id

Artikel ini telah dibaca 5 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
Baca Lainnya

MK Putuskan Anggaran MBG Dipisah dari Anggaran Pendidikan Paling Lambat pada APBN 2028

30 Juli 2026 - 18:43 WIB

Hidupkan Warisan Sejarah untuk Generasi Masa Depan, Prabowo Resmikan Revitalisasi Stasiun Semarang Tawang

30 Juli 2026 - 18:38 WIB

BPJPH & Badan Karantina Cegah Penipuan Label Halal dengan Perkuat Pengawasan Produk Impor

30 Juli 2026 - 18:27 WIB

Prabowo Pimpin Pelantikan 1.204 Pamong Praja Muda IPDN Angkatan XXXIII Tahun 2026

29 Juli 2026 - 18:53 WIB

KPK Kembali Lakukan OTT di Pemalang, Sita Uang Lebih dari Rp2 Miliar

29 Juli 2026 - 18:50 WIB

Pemda Alami Kesulitan Anggaran, Wamendagri Minta Tak PHK PPPK

29 Juli 2026 - 18:47 WIB

Trending di NASIONAL