Menu ✖

Mode Gelap
Tujuh Kabupaten di Kalsel Terima Bantuan Karhutla Rp80 Miliar dari Pusat Buruh Harian Tewas Dianiaya di Awang Bangkal Barat, Polisi Amankan Barang Bukti Polres Tanah Laut Ungkap 20 Kasus Narkoba Dalam Dua Bulan Karhutla Kabupaten Banjar 937 Kejadian di 6.100 Hektare Lahan Alfamart di Gambut Terbakar, Pria Diduga Pembakar Tewas di Kamar Mandi

ADVERTORIAL · 8 Jun 2026 15:10 WIB

Panen Perdana Ikan Papuyu di Kolam Bundar, DKPP Banjar Dorong Transformasi Melalui Intan Sikapayu


 Panen Perdana Ikan Papuyu di Kolam Bundar, DKPP Banjar Dorong Transformasi Melalui Intan Sikapayu Perbesar

Ricek.ID – Kelompok pembudidaya ikan di Jalan Pantai Surung, Desa Lok Baintan Luar, Kabupaten Banjar laksanakan panen perdana ikan papuyu hasil budidaya kolam bundar pada Senin (8/6/2026).

Program tersebut menjadi bagian dari pengembangan inovasi budidaya perikanan lokal yang digagas Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) Kabupaten Banjar yaitu Intan Sikapayu (Inovasi Tangguh Sinergi Kampung Ikan Papuyu), yang dikembangkan dari program sebelumnya, Gerbang Kakapayu.

Kepala Bidang Perikanan Budidaya DKPP Banjar, Bandi Chairullah, mengatakan budidaya ikan papuyu melalui kolam bundar merupakan pengembangan dari inovasi Intan Sikapayu atau Inovasi Tangguh Sinergis Kampung Ikan Papuyu. Program tersebut bertujuan mengangkat potensi ikan lokal yang memiliki nilai ekonomi cukup tinggi di masyarakat.

Menurutnya, Desa Lok Baintan Luar menjadi salah satu desa percontohan yang menerapkan transformasi budidaya dari kolam tanah menuju kolam bundar. Model tersebut dinilai lebih efisien dan dapat diterapkan oleh masyarakat dengan lahan terbatas.

“Ini merupakan transformasi dari kolam tanah ke kolam bundar. Budidaya model ini bisa diterapkan pada skala rumah tangga dengan halaman yang tidak terlalu luas serta biaya yang relatif lebih terjangkau,” ujar Bandi.

Selain efisien, kolam bundar juga dianggap lebih adaptif terhadap perubahan kondisi cuaca. Sistem tersebut dinilai mampu meminimalkan risiko kegagalan budidaya akibat banjir maupun kekeringan yang kerap terjadi di sejumlah wilayah.

“Kolam bundar ini menjadi salah satu solusi untuk memitigasi risiko bencana seperti banjir dan kekeringan. Pengelolaan air lebih mudah dan kebutuhan air juga tidak terlalu besar,” tambahnya.

Bandi menjelaskan program Intan Sikapayu saat ini telah direplikasi di sejumlah desa lain di Kabupaten Banjar. Tercatat ada sekitar 10 desa yang mengikuti pengembangan program tersebut, sementara Lok Baintan Luar menjadi salah satu lokasi yang menerapkan model kolam bundar secara intensif.

Pada panen perdana ini, hasil yang diperoleh diperkirakan mencapai 200 hingga 300 kilogram ikan papuyu. Menurut Bandi, capaian tersebut cukup baik mengingat budidaya baru berjalan sekitar tujuh bulan dan masih berada pada tahap adaptasi teknologi.

“Untuk panen perdana ini diperkirakan mencapai sekitar 200 sampai 300 kilogram. Ini merupakan hasil yang cukup baik karena proses transformasi dari kolam tanah ke kolam bundar memang memiliki tantangan tersendiri,” katanya.

Dukungan terhadap program tersebut juga datang dari Komisi II DPRD Kabupaten Banjar. Anggota Komisi II, M. Zaini, berharap hasil panen tidak hanya dijual untuk konsumsi, tetapi juga dimanfaatkan sebagai indukan dan sumber benih guna menjaga keberlanjutan budidaya.

“Harapan kami setelah dipanen sebagian bisa dijadikan indukan atau bibit agar budidaya ini terus berlanjut dan berkembang. Jangan sampai berhenti hanya pada panen pertama saja,” ujarnya.

Ia menilai ikan papuyu memiliki potensi besar sebagai komoditas unggulan daerah karena memiliki cita rasa khas yang berbeda dibandingkan ikan sejenis dari daerah lain.

Sementara itu, pembudidaya ikan papuyu setempat, Aidi Rahman, mengaku sempat menghadapi sejumlah kendala selama proses budidaya, terutama saat perubahan cuaca yang memicu munculnya penyakit pada ikan. Namun berkat pendampingan dan bantuan obat-obatan dari DKPP Banjar, kendala tersebut dapat diatasi.

“Kesulitannya waktu cuaca berubah-ubah, kadang hujan kemudian panas. Ada beberapa ikan yang terserang penyakit, tetapi Alhamdulillah mendapat pendampingan dan bantuan dari dinas sehingga bisa ditangani,” katanya.

Aidi menambahkan, hasil panen perdana tersebut rencananya akan kembali diputar untuk pengembangan usaha budidaya, termasuk pengadaan bibit agar produksi ikan papuyu terus meningkat pada masa mendatang.

“Hasil panen ini insya Allah akan kami gunakan kembali untuk pengembangan budidaya dan penambahan bibit agar hasilnya bisa lebih baik lagi ke depan,” pungkasnya.

Artikel ini telah dibaca 12 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Baca Lainnya

Pemkab Kotabaru Gelar Bimtek Peningkatan Kapasitas Pengelola Perpustakaan Sekolah

29 Oktober 2026 - 17:13 WIB

Berkolaborasi Bantu Warga Hadapi Krisis Air Bersih, PT PTK & PWI Kotabaru Akan Salurkan Bantuan Tandon Air

29 Oktober 2026 - 12:12 WIB

PDI Perjuangan Nias Utara Gelar Aksi Sosial Berbagi Sembako di Hari Sumpah Pemuda ke-98

29 Oktober 2026 - 10:05 WIB

Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 di Polres Tanah Laut, Teguhkan Semangat Patriotisme & Kepedulian

28 Oktober 2026 - 20:25 WIB

Peringati Hari Sumpah Pemuda ke-98, Pemkab Kotabaru Ajak Pemuda Berkontribusi bagi Masyarakat

28 Oktober 2026 - 20:22 WIB

Festival Akrab 2026, Pemkab Kotabaru Dorong Kreativitas Jadi Peluang Ekonomi

28 Oktober 2026 - 15:33 WIB

Trending di ADVERTORIAL