Menu

Mode Gelap
KM Virgo Transport 8, 103 Orang Telah Dievakuasi dari Perairan Laut Jawa Kapal Virgo Transport 8 Hilang Kontak di Laut Jawa, Bawa 243 Orang Viral Video IGD Puskesmas Sungai Ulin, Wali Kota Banjarbaru Jenguk Pasien di RSUD Ratu Zalecha Kandang Ayam dan Truk Terbakar di Pelaihari, Kerugian Ditaksir Ratusan Juta Rupiah Kabut Asap Karhutla Ganggu Pengendara di Jalur Tanah Laut–Banjarbaru, Polisi Beri Imbauan

DAERAH · 8 Jun 2026 19:27 WIB

Pemprov Kalsel Jaga Inflasi Tetap Terkendali melalui Operasi Pasar & Gerakan Pangan Murah


 Pemprov Kalsel Jaga Inflasi Tetap Terkendali melalui Operasi Pasar & Gerakan Pangan Murah Perbesar

Ricek.ID – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Pemprov Kalsel) terus perkuat upaya pengendalian inflasi melalui koordinasi intensif bersama pemerintah pusat dan seluruh pemangku kepentingan.

Hal tersebut disampaikan Kepala Biro Perekonomian Setdaprov Kalsel, Eddy Elminsyah Jaya, usai mengikuti Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Tahun 2026 yang digelar secara virtual oleh Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia di Ruang Rapat Sekda Provinsi Kalsel, Banjarbaru pada Senin (8/6/2026).

Eddy menjelaskan rapat koordinasi tersebut turut melibatkan Kementerian Pertanian, Kementerian Perdagangan, Badan Pusat Statistik (BPS), serta dihadiri unsur Satgas Pangan Polda Kalsel, Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi dan Pembangunan Rusma Khazairin, SKM, BPS Kalsel, dan sejumlah perangkat daerah terkait.

Menurut Eddy, berdasarkan hasil pemantauan terkini, kondisi inflasi di Kalsel masih dalam kategori terkendali. Secara tahunan atau year on year (yoy), inflasi Kalsel tercatat sebesar 4,22 persen dan berada pada peringkat keenam secara nasional.

“Alhamdulillah, pengendalian inflasi di Kalimantan Selatan masih terkendali. Untuk inflasi tahunan kita berada di angka 4,22 persen dan masih berada pada posisi keenam nasional,” ujarnya.

Namun demikian, Eddy menekankan pengendalian inflasi tidak hanya dilihat dari indikator tahunan, tetapi juga perkembangan bulanan atau month to month (mtm). Pada periode terakhir, inflasi bulanan Kalsel tercatat sebesar 0,2 persen dan berada pada peringkat ke-23 di antara seluruh provinsi di Indonesia.

Ia mengungkapkan komoditas penyumbang inflasi terbesar secara tahunan masih berasal dari kelompok emas perhiasan yang diikuti beras. Sementara untuk inflasi bulanan, beras menjadi komoditas dengan kontribusi tertinggi terhadap kenaikan harga.

Menyikapi kondisi tersebut, Eddy mendorong percepatan penyaluran program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) ke daerah-daerah yang mengalami kenaikan inflasi, khususnya untuk menjaga stabilitas harga beras di pasaran.

“Beberapa rekomendasi yang disampaikan dalam rakor antara lain perlunya penyaluran beras SPHP ke wilayah yang mengalami kenaikan inflasi agar harga tetap terkendali dan pasokan tetap tersedia bagi masyarakat,” katanya.

Selain itu, menjelang musim kemarau, pemerintah daerah diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi berkurangnya produksi pertanian yang dapat memengaruhi ketersediaan pangan. Menurutnya, cadangan neraca pangan perlu terus dipantau karena produksi pada musim kemarau umumnya mengalami penurunan.

Eddy berharap pemerintah kabupaten dan kota di Kalsel semakin aktif melaksanakan operasi pasar, gerakan pangan murah (GPM), serta memberikan edukasi kepada masyarakat untuk melakukan penanaman komoditas strategis seperti cabai yang selama ini menjadi salah satu penyumbang inflasi daerah.

“Kami berharap pemerintah kabupaten dan kota dapat terus melaksanakan operasi pasar, gerakan pangan murah, serta menggalakkan penanaman cabai di masyarakat. Langkah-langkah ini penting untuk menjaga kestabilan harga dan mengendalikan inflasi,” ujarnya.

Terkait kondisi nasional, Eddy menyebutkan rata-rata inflasi Indonesia saat ini berada pada angka 3,08 persen. Meskipun demikian, Pemprov Kalsel akan terus berupaya menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pasokan pangan sesuai arahan pemerintah pusat serta ketentuan yang berlaku.

“Ke depan, Kalimantan Selatan akan terus berupaya mengendalikan inflasi melalui sinergi seluruh pihak, sehingga daya beli masyarakat tetap terjaga dan pertumbuhan ekonomi daerah dapat berjalan dengan baik,” tutupnya.

Sumber : MC Kalsel

Artikel ini telah dibaca 7 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Baca Lainnya

Gubernur Kalsel Sampaikan Duka atas KM Virgo Transport 8

13 September 2026 - 17:51 WIB

Tinjau Lahan Kahutla, Wagub Kalsel Turun Langsung Lakukan Pemadaman

12 September 2026 - 14:48 WIB

Sejumlah Pejabat Polres Tanah Laut Berganti, Kapolres Tekankan Loyalitas dan Soliditas

12 September 2026 - 13:32 WIB

Peserta SESPIMTI Polri Gali Penanganan Karhutla di Tanah Laut

12 September 2026 - 11:58 WIB

Perlindungan Konsumen: Membangun Ekosistem Perlindungan yang Terhubung

12 September 2026 - 11:52 WIB

Wapres Minta Kepala Daerah Aktif Turun ke Lapangan Tangani Karhutla

11 September 2026 - 04:40 WIB

Trending di ADVERTORIAL