Menu

Mode Gelap
Mobil Terlibat Insiden di SPBU Pelaihari, Pertamina Pastikan Tak Ada Korban Jiwa Perempuan di Pengaron Banjar Ditemukan Tewas di Sawah, Polisi Selidiki Dugaan Pembunuhan Dugaan Penimbunan Solar Disorot dalam Demo Sopir Truk Kalsel Warga Kertak Hanyar Geger, Pria Tanpa Identitas Ditemukan Tewas di Kontrakan Tragedi di Sungai Tunjang, Empat ABK Tewas di Dalam Ruang Sempit Kapal

NASIONAL · 14 Jun 2026 17:45 WIB

Peringati Hari Susu Nusantara 2026, Pemerintah Percepat Kemandirian Produksi Susu Nasional


 Peringati Hari Susu Nusantara 2026, Pemerintah Percepat Kemandirian Produksi Susu Nasional Perbesar

Ricek.ID – Dalam rangka penguatan ketahanan pangan dan pembangunan sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045, Pemerintah mendorong percepatan kemandirian susu nasional. Langkah ini dinilai mendesak mengingat konsumsi susu masyarakat Indonesia masih rendah, sementara ketergantungan terhadap impor masih sangat tinggi.

Hal ini diungkapkan Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan Hanif Faisol Nurofiq dalam peringatan Hari Susu Nusantara 2026 bertema “Dengan Susu, Generasi Kuat, Indonesia Hebat!” di Plaza Sudirman, Gelora Bung Karno, Jakarta pada Minggu (14/6/2026).

Hanif mengatakan peringatan Hari Susu Nusantara (HSN) 2026 harus menjadi momentum untuk membangun kesadaran kolektif bahwa sektor persusuan memiliki peran strategis dalam menyiapkan generasi masa depan yang sehat, cerdas, dan produktif.

“Peringatan ini tidak boleh sekadar menjadi seremoni tahunan. Ini harus menjadi evaluasi bersama bahwa sektor persusuan nasional masih menghadapi pekerjaan rumah yang besar, baik dari sisi konsumsi maupun produksi,” ujarnya.

Hanif mengungkapkan konsumsi susu nasional saat ini baru berada pada kisaran 16,2–16,8 liter per kapita per tahun, jauh di bawah rekomendasi minimum Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia (FAO) sebesar 30 liter per kapita per tahun. Jika dihitung secara harian, konsumsi tersebut setara hanya sekitar satu sendok susu per orang setiap hari.

“Ini artinya konsumsi susu kita masih sangat rendah. Padahal susu memiliki kandungan protein, kalsium, vitamin, dan mineral yang penting untuk pertumbuhan tulang, perkembangan otak, dan metabolisme tubuh,” kata Hanif.

Menurutnya, peningkatan konsumsi susu menjadi semakin penting karena Indonesia sedang menikmati bonus demografi. Saat ini sekitar 70 persen penduduk Indonesia berada pada usia produktif, sedangkan sekitar 24 persen merupakan generasi muda di bawah 14 tahun.

Tanpa intervensi gizi yang memadai sejak sekarang, bonus demografi berisiko berubah menjadi beban demografi.

“Kita tidak bisa berbicara tentang Indonesia Emas 2045 jika ketahanan sumber daya manusianya tidak dibangun dari sekarang,” tegasnya.

Selain rendahnya konsumsi, Hanif juga menyoroti tingginya ketergantungan Indonesia terhadap susu impor. Saat ini, sekitar 80 persen kebutuhan susu nasional masih dipenuhi dari luar negeri.

Kondisi tersebut membuat ketahanan pangan nasional rentan terhadap dinamika global, termasuk konflik geopolitik dan gangguan rantai pasok.

“Ketika pasokan global terganggu, dampaknya langsung terasa pada dalam negeri. Karena itu, kemandirian pangan, termasuk susu, tidak bisa lagi ditunda,” ujarnya.

Hanif menekankan bahwa kemandirian susu nasional harus dibangun secara menyeluruh dari hulu hingga hilir. Sedangkan pada sektor hulu, pemerintah mendorong penguatan peternakan sapi perah lokal melalui riset, peningkatan kualitas bibit, perbaikan produktivitas, serta pengembangan ternak yang lebih adaptif terhadap iklim tropis Indonesia.

Menurut Hanif, Indonesia tidak bisa terus bergantung pada model produksi negara subtropis seperti Australia, Selandia Baru, dan negara-negara Eropa.

“Kita harus membangun sistem persusuan yang sesuai dengan karakter geografis dan iklim tropis Indonesia,” katanya.

Di sektor hilir, pemerintah juga mendorong industri pengolahan susu memperkuat kemitraan dengan peternak lokal agar rantai pasok lebih efisien dan nilai tambah ekonomi dapat dirasakan langsung oleh peternak.

Hanif juga menilai kampanye peningkatan konsumsi susu perlu dilakukan secara lebih masif dan berkelanjutan.

“Kalau hari ini rata-rata baru satu sendok, target kita minimal tahun depan menjadi dua sendok. Kemudian terus meningkat secara bertahap. Semua membutuhkan proses,” katanya.

Sementara itu, Deputi Bidang Koordinasi Usaha Pangan dan Pertanian Kemenko Pangan Widiastuti mengatakan, peringatan Hari Susu Nusantara 2026 merupakan puncak rangkaian kampanye edukasi yang telah berlangsung sejak akhir Mei. Rangkaian kegiatan meliputi sosialisasi di sekolah dan perguruan tinggi, kunjungan ke peternakan, hingga edukasi di industri pengolahan susu.

Menurut Widiastuti, antusiasme masyarakat terhadap kampanye ini cukup tinggi. Tercatat lebih dari 2.000 peserta melakukan registrasi daring untuk mengikuti acara puncak di Gelora Bung Karno.

Ia menegaskan, pembangunan sektor persusuan tidak hanya berkaitan dengan peningkatan produksi dan konsumsi, tetapi merupakan investasi jangka panjang untuk membangun kualitas manusia Indonesia.

“Pembangunan sektor persusuan adalah investasi strategis untuk mencetak sumber daya manusia yang sehat, cerdas, produktif, dan berdaya saing,” ujar Widiastuti.

Melalui momentum Hari Susu Nusantara 2026, pemerintah berharap transformasi sektor persusuan nasional dapat dipercepat, sehingga mampu memperkuat ketahanan pangan sekaligus mendukung peningkatan kualitas gizi masyarakat menuju Indonesia Emas 2045.

Sumber : infopublik.id

Artikel ini telah dibaca 1 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
Baca Lainnya

Kejaksaan Agung Lakukan Pemulihan Aset, Serahkan PNBP Rp1,029 Triliun pada Menkeu

15 Juni 2026 - 20:29 WIB

Mudah & Praktis, Korlantas Polri Kini Hadirkan SIM Digital Resmi

15 Juni 2026 - 20:24 WIB

IJTI Dukung Revisi UU Hak Cipta, Desak Karya Jurnalistik Dilindungi dan Dapat Royalti dari Platform Digital

14 Juni 2026 - 19:25 WIB

KPK RI Akan Melelang 108 Aset Rampasan Korupsi Senilai Rp311 Miliar

14 Juni 2026 - 17:52 WIB

Hingga Kloter Terakhir, Kemenhaj Pastikan Layanan Kepulangan Jemaah Haji Berjalan Aman

14 Juni 2026 - 11:03 WIB

Ajak Generasi Muda Jadi Duta Internet Sehat, Menkomdigi Dorong Masyarakat Lawan Kejahatan Digital

14 Juni 2026 - 10:59 WIB

Trending di NASIONAL