Menu ✖

Mode Gelap
Nasib Nelayan Labuan Mas Kotabaru, Puluhan Tahun Menanti Dermaga yang Tak Kunjung Dibangun Diduga Lakukan Begal Payudara, Pria di Tanah Laut Diamankan Warga Polres Banjarbaru Sita 3,6 Kg Sabu, 13 Tersangka Ditangkap Tujuh Kabupaten di Kalsel Terima Bantuan Karhutla Rp80 Miliar dari Pusat Buruh Harian Tewas Dianiaya di Awang Bangkal Barat, Polisi Amankan Barang Bukti

NASIONAL · 17 Jun 2026 19:37 WIB

Menkomdigi Nyatakan Indonesia Siap Jadi Motor Pertumbuhan Ekonomi Digital di ASEAN


 Menkomdigi Nyatakan Indonesia Siap Jadi Motor Pertumbuhan Ekonomi Digital di ASEAN Perbesar

Ricek.ID – Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid, mengatakan Indonesia memiliki posisi strategis sebagai salah satu kekuatan utama ekonomi digital di kawasan Asia Tenggara. Hal ini disampaikannya dalam Indonesia Summit 2026 di Jakarta pada Rabu (17/6/2026).

Meutya menyebut populasi Indonesia yang mencapai 281 juta jiwa dan lebih dari 220 juta pengguna internet, sehingga dapat menjadi pasar sekaligus motor pertumbuhan ekonomi digital terbesar di ASEAN.

Karena itu, Pemerintah terus memperkuat fondasi kedaulatan digital melalui pengembangan kecerdasan artifisial (AI), infrastruktur digital, dan penguatan talenta nasional guna memastikan manfaat transformasi digital dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat.

“Indonesia memiliki keunggulan dari sisi skala dan kesiapan transformasi digital. Kombinasi ini menjadikan Indonesia memiliki peran penting sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi digital di kawasan,” ujar Menkomdigi.

Menurut Meutya, nilai ekonomi digital Indonesia saat ini telah mencapai sekitar 100 miliar dolar Amerika Serikat dan diproyeksikan tumbuh hingga 360 miliar dolar Amerika Serikat pada 2030. Pertumbuhan tersebut didorong oleh pesatnya perkembangan e-commerce, tingginya jumlah pengguna internet, serta kontribusi jutaan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Untuk mendukung pertumbuhan tersebut, pemerintah terus memperkuat infrastruktur digital nasional. Hingga saat ini Indonesia telah membangun jaringan backbone serat optik sepanjang 446 ribu kilometer, mengoperasikan Satelit Republik Indonesia (SATRIA)-1 yang menjangkau hampir 30 ribu titik layanan publik, serta memperkuat kapasitas pusat data nasional.

Dalam satu setengah tahun terakhir, kapasitas pusat data di Indonesia juga meningkat lebih dari 260 persen seiring masuknya berbagai investasi strategis di sektor kecerdasan artifisial, komputasi awan, dan pusat data.

Meski demikian, Meutya menegaskan tujuan utama transformasi digital bukan sekadar mengejar pertumbuhan ekonomi, melainkan memastikan manfaat teknologi memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Karena itu, pemerintah mendorong konsep value retention atau retensi nilai agar manfaat ekonomi digital yang tercipta di Indonesia dapat dinikmati lebih besar oleh masyarakat dan pelaku usaha nasional.

“Pertumbuhan platform digital bukan tujuan akhir. Yang ingin kita capai adalah pertumbuhan ekonomi riil yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat,” kata Menkomdigi.

Sebagai contoh implementasi teknologi yang berdampak langsung, pemerintah tengah mengembangkan digitalisasi bantuan sosial berbasis kecerdasan artifisial. Program tersebut ditujukan untuk meningkatkan akurasi data penerima, mempercepat proses verifikasi, serta memastikan bantuan sosial tersalurkan secara lebih tepat sasaran.

Selain memperkuat infrastruktur, pemerintah juga fokus membangun kapasitas sumber daya manusia melalui berbagai program pengembangan talenta digital, termasuk Digital Talent Scholarship dan program literasi digital yang menjangkau kelompok perempuan, pelaku UMKM, serta masyarakat di berbagai daerah.

Meutya menegaskan keberhasilan transformasi digital harus dirasakan secara merata hingga ke seluruh wilayah Indonesia.

“Jika AI hanya berhasil di Jakarta, maka AI di Indonesia gagal. Teknologi harus memberikan manfaat bagi seluruh masyarakat Indonesia, termasuk di daerah,” tegas Menkomdigi.

Pemerintah juga mendorong kerja sama regional melalui penguatan ekonomi digital ASEAN, termasuk pengembangan kerangka kerja Digital Economy Framework Agreement (DEFA) untuk mempercepat integrasi ekonomi digital kawasan.

Melalui penguatan infrastruktur, talenta digital, tata kelola yang terpercaya, serta kolaborasi regional, Indonesia menargetkan transformasi digital menjadi instrumen strategis untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat daya saing bangsa di era kecerdasan artifisial.

Sumber : infopublik.id

Artikel ini telah dibaca 9 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Baca Lainnya

Perkuat Keselamatan Penerbangan, Kemenhub Gelar Pelatihan Pengelolaan Risiko Satwa Liar se-Asia Tenggara

4 November 2026 - 12:46 WIB

Satgas Pangan Polri Ungkap Produksi 525 Ton Beras Fortifikasi Tak Sesuai Label

3 November 2026 - 19:30 WIB

Presiden Prabowo Bahas Langkah Strategis Penguatan Ketahanan Energi Nasional

3 November 2026 - 19:27 WIB

Presiden Prabowo Pimpin Rapat Terbatas Bahas Stabilitas Ekonomi hingga Efisiensi APBN

3 November 2026 - 19:25 WIB

Menko Perekonomian Pastikan Fundamental Ekonomi Indonesia Terjaga & Masih Kuat

3 November 2026 - 19:23 WIB

Pimpin Ratas, Presiden Prabowo Pastikan Fundamental Ekonomi Tetap Kuat

2 November 2026 - 19:38 WIB

Trending di NASIONAL