Menu

Mode Gelap
Karhutla Berkobar di Liang Anggang Banjarbaru, Jalur Banjarbaru–Bati-Bati Ditutup Total Kabut Asap Karhutla Selimuti Bati-Bati hingga Banjarbaru, Pengendara Pilih Berhenti Polisi Amankan Pria Diduga Pelaku Begal Payudara di Martapura, Akui Beraksi di 7 Lokasi Operasi SAR Berakhir, Korban Tenggelam di Sungai Martapura Depan Menara Siring Pandang Ditemukan Meninggal Dunia Tim SAR Gabungan Laksanakan Operasi Pencarian Seorang Pria Diduga Tenggelam di Sungai Martapura

ADVERTORIAL · 3 Jul 2026 15:36 WIB

Disperkim Kalsel Akan Bangun 17 RTLH Lengkap dengan Sanitasi untuk Keluarga Berisiko Stunting


 Disperkim Kalsel Akan Bangun 17 RTLH Lengkap dengan Sanitasi untuk Keluarga Berisiko Stunting Perbesar

Ricek.ID – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Pemprov Kalsel) akan membangun 17 unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) lengkap dengan fasilitas sanitasi di Desa Sungai Bakau, Kecamatan Kurau, Kabupaten Tanah Laut.

Program ini menjadi salah satu bentuk pemanfaatan dana insentif yang diterima Pemprov Kalsel atas keberhasilannya menurunkan angka stunting dan kemiskinan.

Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Provinsi Kalsel, Rahmiyanti Janoezir Pamuntjak, pada Jumat (3/7/2026) mengatakan dana tersebut merupakan penghargaan dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) kepada daerah yang mampu menunjukkan kinerja baik dalam penanganan stunting dan pengentasan kemiskinan.

“Karena Kalimantan Selatan berhasil menurunkan angka kemiskinan dan stunting, kita memperoleh dana insentif. Salah satu peruntukannya adalah pembangunan rumah RTLH yang lengkap dengan fasilitas sanitasi. Jumlahnya ada 17 unit dan berlokasi di Kabupaten Tanah Laut,” ujarnya.

Rahmiyanti menjelaskan seluruh calon penerima bantuan telah melalui proses verifikasi bersama instansi terkait dengan mengacu pada data sasaran nasional. Kabupaten Tanah Laut dipilih karena masih menjadi salah satu daerah dengan angka stunting yang cukup tinggi di Kalsel.

Rahmiyanti menambahkan, pembangunan tersebut ditargetkan mulai direalisasikan setelah anggaran perubahan disahkan. Seluruh pekerjaan ditargetkan rampung pada Desember 2026.

“Mudah-mudahan proses pengesahan anggaran perubahan berjalan lancar sehingga pembangunan bisa segera dilaksanakan. Target kami, seluruh 17 unit selesai pada Desember tahun ini,” katanya.

Menurutnya, program ini berbeda dengan bantuan peningkatan kualitas RTLH yang selama ini dilaksanakan Disperkim. Jika program reguler hanya memberikan bantuan sebesar Rp20 juta untuk perbaikan komponen utama rumah berupa atap, lantai, dan dinding, program khusus penanganan stunting ini memberikan bantuan senilai Rp32,5 juta per unit karena telah mencakup pembangunan rumah beserta fasilitas sanitasi yang layak.

“Nilai bantuannya lebih besar karena tidak hanya rumah, tetapi juga dilengkapi sanitasi sehingga mendukung terciptanya hunian yang sehat bagi masyarakat,” jelasnya.

Program pembangunan 17 unit rumah tersebut diharapkan dapat meningkatkan kualitas hunian masyarakat sekaligus mendukung percepatan penurunan stunting melalui penyediaan rumah yang layak dan lingkungan yang sehat bagi keluarga penerima manfaat.

Sumber : MC Kalsel

Artikel ini telah dibaca 4 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Baca Lainnya

Bupati Kotabaru Lantik JPT Pratama & Administrator

24 Agustus 2026 - 21:05 WIB

Pemprov Kalsel Turunkan PBBKB , Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan Sesuaikan Harga BBM Nonsubsidi

24 Agustus 2026 - 16:20 WIB

Kemarau Berkepanjangan, Pemkab Tanah Laut Gelar Salat Istisqa dan Doa Bersama

24 Agustus 2026 - 11:00 WIB

ISPU Capai 100 Mikrogram per Meter Kubik, Wamenko Pangan Imbau Warga Gunakan Masker

24 Agustus 2026 - 09:51 WIB

Fokus Penanganan Karhutla Kalsel di Tiga Lokasi Utama, Pemerintah Targetkan Tuntas Dua Pekan

24 Agustus 2026 - 09:48 WIB

Gubernur Kalsel Imbau Warga Lindungi Diri dari Asap Karhutla Menggunakan Masker yang Dibagikan

24 Agustus 2026 - 09:45 WIB

Trending di ADVERTORIAL