Menu

Mode Gelap
Mobil Terlibat Insiden di SPBU Pelaihari, Pertamina Pastikan Tak Ada Korban Jiwa Perempuan di Pengaron Banjar Ditemukan Tewas di Sawah, Polisi Selidiki Dugaan Pembunuhan Dugaan Penimbunan Solar Disorot dalam Demo Sopir Truk Kalsel Warga Kertak Hanyar Geger, Pria Tanpa Identitas Ditemukan Tewas di Kontrakan Tragedi di Sungai Tunjang, Empat ABK Tewas di Dalam Ruang Sempit Kapal

ADVERTORIAL · 5 Jul 2026 17:07 WIB

Penutupan Sepekan Cinta Museum 2026, Disdikbud Kalsel Dorong Museum Jadi Ruang Belajar Inovatif


 Penutupan Sepekan Cinta Museum 2026, Disdikbud Kalsel Dorong Museum Jadi Ruang Belajar Inovatif Perbesar

Ricek.ID – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Selatan (Disdikbud Kalsel) menutup rangkaian kegiatan Sepekan Cinta Museum Tahun 2026 di Museum Lambung Mangkurat, Banjarbaru pada Sabtu (4/7/2026). Penutupan kegiatan yang telah berlangsung sejak 28 Juni 2026 ini dipimpin langsung oleh Kepala Disdikbud Kalsel, Abdul Rahim.

Pada kesempatan tersebut, Kepala Disdikbud Kalsel juga menyerahkan piala penghargaan kepada para pemenang lomba mewarnai tingkat PAUD, lomba bagasing, lomba menyanyi lagu Banjar, serta lomba tari kreasi tradisional yang menjadi bagian dari rangkaian kegiatan Sepekan Cinta Museum.

Abdul Rahim menegaskan museum memiliki peran strategis sebagai benteng pelestarian sejarah dan budaya di tengah derasnya arus globalisasi. Menurutnya, museum harus terus bertransformasi menjadi ruang edukasi yang inovatif, inklusif, dan menarik agar tetap relevan bagi masyarakat, khususnya generasi muda.

“Di tengah pesatnya arus globalisasi, museum harus bertransformasi menjadi ruang belajar yang inovatif, inklusif, dan menarik bagi masyarakat, khususnya generasi muda,” ujarnya.

Abdul Rahim menekankan penyelenggaraan Sepekan Cinta Museum bukan sekadar agenda seremonial, melainkan bentuk komitmen berkelanjutan dalam menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap warisan budaya dan memperkuat karakter bangsa.

“Agenda ini bukan sekadar seremonial, melainkan upaya berkelanjutan untuk menumbuhkan kecintaan terhadap warisan budaya dan nilai luhur jati diri Banua,” katanya.

Selama sepekan pelaksanaan, berbagai perlombaan dan kegiatan edukatif mendapat sambutan antusias dari masyarakat. Abdul Rahim menilai tingginya partisipasi peserta menunjukkan bahwa pelestarian budaya dapat dilakukan melalui aktivitas yang menyenangkan sekaligus memberikan nilai pendidikan.

“Ini membuktikan bahwa pelestarian budaya dapat dilakukan melalui aktivitas yang edukatif dan menyenangkan. Keikutsertaan dalam kegiatan ini adalah bagian dari proses belajar dan wujud cinta budaya yang sangat berharga,” ungkapnya.

Ke depan, Disdikbud Kalsel akan terus menghadirkan berbagai inovasi untuk meningkatkan minat masyarakat terhadap budaya daerah. Abdul Rahim berharap keterlibatan generasi muda dan anak-anak dapat terus diperkuat melalui berbagai program kebudayaan, tidak hanya dalam Pekan Cinta Museum, tetapi juga kegiatan budaya lainnya.

“Saya mengharapkan keterlibatan generasi muda dan anak-anak sejak dini untuk lebih mengenal budaya kita di tengah perkembangan digital saat ini,” ujarnya.

Ia juga mengajak pemerintah, lembaga kebudayaan, satuan pendidikan, dan masyarakat untuk terus bersinergi menjaga keberlangsungan museum sebagai pusat pelestarian sejarah dan budaya.

“Melalui momentum ini, mari kita bekerja bersama merangkul semua, antara pemerintah, lembaga kebudayaan, satuan pendidikan, dan masyarakat, agar museum semakin hidup, dicintai, dan bermanfaat bagi pengembangan sumber daya manusia yang berkarakter dan berbudaya,” tuturnya.

Sementara itu Kepala UPTD Museum Lambung Mangkurat, Ady Surya, menyatakan pihaknya berkomitmen meningkatkan kualitas penyelenggaraan Sepekan Cinta Museum pada tahun-tahun mendatang. Salah satu langkah yang akan dilakukan ialah memperluas partisipasi masyarakat dengan membagi kategori lomba berdasarkan jenjang usia.

“Ke depannya, sesuai arahan Pak Kadis, kami akan meningkatkan partisipasi peserta dengan membagi kategori berdasarkan usia, mulai dari anak-anak, dewasa, hingga kategori umum,” katanya.

Ady menambahkan, kategori peserta usia dini juga akan menjadi perhatian khusus agar semakin banyak anak-anak yang mengenal budaya sejak dini.

“PAUD juga akan menjadi perhatian sehingga anak-anak dapat lebih awal mengenal dan mencintai budaya daerah,” ujarnya.

Menurut Ady, pengembangan kategori peserta tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas penyelenggaraan berbagai lomba tradisional sekaligus memperluas keterlibatan masyarakat dalam upaya pelestarian budaya di Kalsel.

Sumber : MC Kalsel

Artikel ini telah dibaca 1 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
Baca Lainnya

Hasnuryadi Sulaiman Resmi Pimpin KONI Kalsel, Targetkan 10 Besar di PON Mendatang

5 Juli 2026 - 17:38 WIB

Pemilihan Nanang Galuh Banjar 2026, Pemkab Dorong Finalis Promosikan Wisata Lewat Medsos

5 Juli 2026 - 17:32 WIB

Resmi Jadi Anggota KONI, Orado Kalsel Rampungkan Pembentukan Kepengurusan & Bidik Porprov HSU

5 Juli 2026 - 17:11 WIB

DPRD Kotabaru Sahkan Dua Raperda dalam Rapat Paripurna Masa Persidangan III

4 Juli 2026 - 21:25 WIB

DPMD Kotabaru Prioritaskan Percepatan Dana Desa & Pilkades Serentak 2026

4 Juli 2026 - 20:25 WIB

Wujudkan Program Martapura Asri, DPRKPLH Banjar Gelar Aksi Giat Bersih di Desa Teluk Selong Ulu

4 Juli 2026 - 19:49 WIB

Trending di ADVERTORIAL