Menu ✖

Mode Gelap
Nasib Nelayan Labuan Mas Kotabaru, Puluhan Tahun Menanti Dermaga yang Tak Kunjung Dibangun Diduga Lakukan Begal Payudara, Pria di Tanah Laut Diamankan Warga Polres Banjarbaru Sita 3,6 Kg Sabu, 13 Tersangka Ditangkap Tujuh Kabupaten di Kalsel Terima Bantuan Karhutla Rp80 Miliar dari Pusat Buruh Harian Tewas Dianiaya di Awang Bangkal Barat, Polisi Amankan Barang Bukti

EKOBIS · 26 Jul 2026 17:12 WIB

Piala Presiden 2026 Jadi Ajang Untuk Bangkitkan UMKM & Beri Dampak Ekonomi bagi Masyarakat


 Piala Presiden 2026 Jadi Ajang Untuk Bangkitkan UMKM & Beri Dampak Ekonomi bagi Masyarakat Perbesar

Ricek.ID – Opening ceremony Piala Presiden 2026 berlangsung meriah di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung pada Sabtu malam (25/7/2026). Tidak hanya serunya laga Persib Bandung menghadapi Arema FC, Piala Presiden tahun ini juga menjadi ajang pemberdayaan UMKM.

Ketua Steering Committee Piala Presiden 2026 Maruarar Sirait mengatakan penyelenggaraan Piala Presiden tahun ini meningkat dibanding edisi sebelumnya. Selain total hadiah juara yang naik menjadi Rp6 miliar, jumlah peserta dari luar negeri juga bertambah sehingga kualitas persaingan semakin meningkat.

“Hadiahnya naik, tadinya 5,5 miliar jadi 6 miliar. Kemudian peserta luar negerinya juga nambah. Dulu cuma dua ya tahun lalu dua ya? Port FC sama Oxford United. Sekarang ada tiga ya,” katanya.

Tak hanya dari sisi pertandingan, Maruarar menyebut panitia juga memberi perhatian besar terhadap pemberdayaan pelaku UMKM di sekitar stadion. Menurutnya, proses kurasi dilakukan agar pelaku usaha yang sudah berkembang maupun yang sedang merintis sama-sama mendapat kesempatan memasarkan produknya.

“Saya lihat pengelolaan UMKM-nya lebih bagus sekarang. Lebih bersih, terus tempat-tempatnya disiapkan, lebih ramai juga. Karena saya minta sama Ketua Pelaksana, untuk UMKM itu serius ditangani dengan cara tadi, pilih yang brand-brand-nya yang sudah besar dan yang belum besar tapi punya potensi untuk besar,” ujarnya.

Maruarar juga menilai harga tiket yang dipatok Rp50 ribu menjadi salah satu alasan tingginya antusiasme masyarakat. Menurutnya, sepak bola harus menjadi hiburan yang berkualitas namun tetap terjangkau.

“Kan buat hiburan rakyat, dan supaya rakyat itu bisa mendapatkan hiburan yang berkualitas ya. Terjangkau, berkualitas, aman, makanannya juga terjangkau juga. Kan harusnya negara begitu kan, kalau negara hadir itu ya membuat hiburan yang berkualitas, bayar tiketnya murah, makanannya juga oke, tempatnya bersih, aman,” tegasnya.

“Saya pikir ini harus jadi model buat pengelolaan sepak bola, supaya industri olahraga kita makin maju. Makanya kita diaudit kan selalu oleh PwC dengan sebaik-baiknya. Dan juga tidak menggunakan uang negara ya, tidak ada dari BUMN, tidak ada dari APBN. Jadi semuanya dari swasta,” sambungnya.

Sementara itu Ketua Panitia Pelaksana Piala Presiden 2026 Tsamara Amany mengungkapkan seluruh tiket pertandingan pembuka ludes terjual sebelum kick-off. Sebanyak 24 ribu penonton memadati Stadion Si Jalak Harupat untuk menyaksikan rangkaian pertandingan hari pertama.

“Antusiasme penonton luar biasa, tiket yang terjual sebanyak 24.000 lembar dan sudah habis terjual (sold out),” ujarnya.

Tsamara mengatakan panitia telah menyiapkan seluruh aspek penyelenggaraan, mulai dari pengamanan hingga kebersihan stadion dengan melibatkan berbagai unsur, termasuk membangun budaya baru di kalangan suporter.

“Kami ingin meninggalkan budaya yang baik bagi suporter dan penonton ke depannya. Jadi malam ini tinggal kita lihat apakah pertandingannya berlangsung seru atau tidak. Insyaallah semuanya berjalan lancar,” tuturnya.

Menurut Tsamara, pertandingan Persib melawan Arema juga menjadi momentum penting untuk menunjukkan bahwa rivalitas suporter dapat berjalan secara positif dalam suasana yang aman dan tertib.

“Bahwa selama semuanya dapat dijaga dengan baik, kualitas pertandingan baik, keamanan baik, penempatan penonton tertata rapi, dan seluruh aspek dipastikan berjalan sesuai rencana, maka ini akan menjadi pertemuan dua kelompok suporter yang positif,” harapnya.

Selain menghadirkan pertandingan berkualitas, Piala Presiden 2026 juga diharapkan memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat. Panitia melibatkan 100 UMKM, masing-masing 50 pelaku usaha di Bandung dan 50 di Surabaya, yang dipilih melalui proses kurasi ketat.

Tsamara berharap kehadiran puluhan ribu suporter selama turnamen dapat menggerakkan sektor perhotelan, transportasi, kuliner, hingga berbagai usaha lokal lainnya.

“Karena itu kami melibatkan UMKM dan berharap kehadiran suporter dari luar daerah dapat mendorong sektor perhotelan, transportasi, kuliner, dan berbagai aktivitas ekonomi lainnya. Ada efek berganda (multiplier effect) yang ingin kami hadirkan,” pungkasnya.

Sejumlah pejabat turut menghadiri seremoni pembukaan, di antaranya Ketua Umum PSSI Erick Thohir, Kepala Staf Kepresidenan Dudung Abdurachman, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.

Sumber : kemenpora.go.id

Artikel ini telah dibaca 8 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Baca Lainnya

Pimpin Ratas, Presiden Prabowo Pastikan Fundamental Ekonomi Tetap Kuat

2 November 2026 - 19:38 WIB

Neraca Perdagangan Indonesia September 2026 Masih Surplus USD3,36 Miliar

2 November 2026 - 19:36 WIB

Kapolri Dorong Penelusuran Aset Kejahatan Digital

2 November 2026 - 19:34 WIB

Dugaan Pelanggaran Kehutanan, Menhut Segel Tumpukan Kayu, Dua Truk & Ekskavator

2 November 2026 - 19:32 WIB

Penanganan Kasus Karhutla, Bareskrim Polri Tetapkan 245 Tersangka Perorangan & 20 Korporasi

1 November 2026 - 19:48 WIB

Kemnaker Terbitkan Permenaker BSU 2026, Ini Syarat Penerima & Besaran Bantuan Rp900 Ribu

1 November 2026 - 19:46 WIB

Trending di EKOBIS