Menu

Mode Gelap
Polisi Amankan Pria Diduga Pelaku Begal Payudara di Martapura, Akui Beraksi di 7 Lokasi Operasi SAR Berakhir, Korban Tenggelam di Sungai Martapura Depan Menara Siring Pandang Ditemukan Meninggal Dunia Tim SAR Gabungan Laksanakan Operasi Pencarian Seorang Pria Diduga Tenggelam di Sungai Martapura Mengaku Polisi, Pria Ini Raup Jutaan Rupiah dengan Iming-iming Kerja di Polres Banjarbaru DJP Kalsel-Teng Sita Lima Aset Tanah Tersangka Kasus Faktur Pajak Fiktif

ADVERTORIAL · 17 Agu 2026 22:15 WIB

Usia ke-76 Kabupaten Banjar, Perkuat Regenerasi untuk Jaga Warisan Budaya


 Festival Maulid Habsyi, salah satu ajang yang rutin digelar untuk mewadahi dan mengembangkan bakat para remaja, khususnya grup-grup Maulid yang ada di Kabupaten Banjar. Foto Dok 2023. Perbesar

Festival Maulid Habsyi, salah satu ajang yang rutin digelar untuk mewadahi dan mengembangkan bakat para remaja, khususnya grup-grup Maulid yang ada di Kabupaten Banjar. Foto Dok 2023.

Ricek.ID- Memasuki usia ke-76 tahun, Kabupaten Banjar tidak hanya memiliki perjalanan panjang dalam pembangunan daerah, tetapi juga menyimpan kekayaan budaya yang terus hidup di tengah masyarakat.

Beragam tradisi, kesenian, permainan tradisional, kuliner, kerajinan hingga kegiatan adat dan keagamaan masih dijalankan dan diwariskan dari generasi ke generasi. Kondisi tersebut menjadi modal penting untuk menjaga identitas Kabupaten Banjar di tengah perubahan zaman yang semakin cepat.

Namun, keberlangsungan budaya tidak cukup hanya dengan mempertahankan tradisi yang sudah ada. Tantangan yang semakin penting adalah memastikan adanya generasi penerus yang mampu menjaga sekaligus mengembangkan warisan tersebut.

Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar) Kabupaten Banjar menilai, potensi budaya daerah sangat beragam. Mulai dari kesenian tradisional, musik dan tari, Mamanda, Madihin, Kuda Gepang, seni bela diri tradisional, permainan rakyat, tradisi keagamaan dan masyarakat hingga kuliner khas Banjar.

Selain itu, Kabupaten Banjar juga memiliki berbagai cagar budaya dan peninggalan sejarah yang menjadi bagian penting dari identitas daerah.

Regenerasi Jadi Perhatian

Di balik kekayaan tersebut, regenerasi menjadi salah satu tantangan yang perlu mendapat perhatian lebih serius.

Sejumlah tradisi mulai menghadapi persoalan berkurangnya pelaku, sementara proses pewarisan kepada generasi berikutnya belum selalu berjalan seimbang.

Karena itu, pelestarian budaya tidak hanya berbicara mengenai jenis budaya yang harus dipertahankan, tetapi juga siapa yang akan meneruskannya.

Ketika pelaku budaya semakin berkurang dan tidak tersedia generasi penerus, upaya pelestarian perlu dilakukan lebih cepat melalui pembinaan, dokumentasi dan proses pewarisan pengetahuan.

Kekhawatiran tersebut terutama berkaitan dengan keberadaan maestro dan pelaku budaya yang telah berusia senior. Pengetahuan dan keterampilan mereka dinilai perlu segera didokumentasikan sekaligus ditularkan kepada generasi berikutnya.

Pembinaan dan Pelatihan Diperkuat

Festival Budaya Banjar . Foto Dok 2023

Untuk menjaga kesinambungan regenerasi, pemerintah melakukan berbagai upaya melalui pembinaan, pelatihan, workshop, festival dan kegiatan sanggar.

Pelaku seni dan generasi muda juga diberikan ruang untuk tampil agar proses belajar tidak berhenti pada teori.

Sanggar dan komunitas budaya didorong terus aktif karena menjadi salah satu ujung tombak pelestarian budaya di tengah masyarakat.

Dukungan pemerintah diberikan melalui fasilitasi kegiatan, pembinaan, pelatihan serta penyediaan ruang tampil sesuai dengan kemampuan dan program yang tersedia.

Upaya tersebut diharapkan mampu menciptakan lebih banyak generasi muda yang tidak hanya mengenal budaya Banjar, tetapi juga memiliki keterampilan untuk meneruskannya.

Budaya Harus Tetap Hidup

Festival Sinoman Hadrah Dalam Rangkaian Manis Banjar Festival .Foto:Dok 2023

Memasuki usia ke-76, perjalanan kebudayaan Kabupaten Banjar dinilai telah menunjukkan banyak kemajuan. Berbagai tradisi dan kesenian masih bertahan dan terus dikembangkan.

Namun, pelestarian budaya tidak boleh dianggap selesai.

Perubahan zaman dan perkembangan teknologi membuat pemerintah bersama masyarakat harus terus mencari cara agar budaya tetap memiliki tempat dalam kehidupan generasi masa kini.

Sebab, menjaga budaya bukan hanya mempertahankan warisan masa lalu, tetapi memastikan nilai, pengetahuan dan identitas tersebut tetap hidup dan memiliki penerus di masa depan.

Artikel ini telah dibaca 4 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Baca Lainnya

Disbudporapar Banjar Perkuat Promosi Budaya Lewat Media Digital

17 Agustus 2026 - 23:20 WIB

Potensi Budaya Kabupaten Banjar Jadi Daya Tarik Wisata dan Penggerak Ekonomi

17 Agustus 2026 - 22:44 WIB

Usai Upacara HUT ke-81 RI, Bupati Tanah Laut Sapa Pelajar dan Bagikan Makanan Gratis

17 Agustus 2026 - 22:03 WIB

Sanggar Kamilau Intan Raih Juara 1 Jumpa Got Talent Lewat Tari Simfoni Nusantara

17 Agustus 2026 - 20:38 WIB

Sambut HUT RI ke-81, GMKI Komisariat FST UNIAS Gelar Angkringan Kebangsaan di Pantai Hoya

16 Agustus 2026 - 17:26 WIB

Semarak HUT RI ke-81, Warga Desa Sigam Antusias Ikuti Berbagai Lomba

16 Agustus 2026 - 11:56 WIB

Trending di ADVERTORIAL