Menu ✖

Mode Gelap
Polres Tanah Laut Ungkap 20 Kasus Narkoba Dalam Dua Bulan Karhutla Kabupaten Banjar 937 Kejadian di 6.100 Hektare Lahan Alfamart di Gambut Terbakar, Pria Diduga Pembakar Tewas di Kamar Mandi Kejari Kotabaru Tetapkan Tersangka Dugaan Korupsi Dana BOSP SMAN 1 Kotabaru Surat Permintaan Sumbangan Mengatasnamakan Pesantren At-Tarbiyah Beredar, Pemdes Jaruju Laut Beri Klarifikasi

ADVERTORIAL · 24 Agu 2026 09:42 WIB

Penanganan Karhutla Diperkuat, Gubernur Kalsel Minta Penggunaan Alat Berat Harus Terkoordinasi


 Penanganan Karhutla Diperkuat, Gubernur Kalsel Minta Penggunaan Alat Berat Harus Terkoordinasi Perbesar

Ricek.ID – Gubernur Kalimantan Selatan (Kalsel) Muhidin meminta penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kalsel terus diperkuat melalui koordinasi lintas pihak, termasuk dalam penggunaan alat berat untuk menangani kawasan yang terbakar.

Hal tersebut disampaikan Muhidin saat memantau sekaligus turut melakukan pemadaman karhutla di Pos Lapangan 1 Guntung Damar, Banjarbaru pada Minggu (23/8/2026).

Muhidin mengatakan penanganan karhutla di Kalsel juga mendapat perhatian dari pemerintah pusat. Karena itu, setiap langkah penanganan di lapangan perlu dikoordinasikan dengan baik, termasuk terkait status dan kepemilikan lahan yang akan ditangani.

Menurut Gubernur, penggunaan alat berat tidak dapat dilakukan tanpa koordinasi dengan pemilik atau pihak yang menguasai lahan.

“Kalau alat berat, harus kita koordinasi dengan yang punya tanah. Kita harus tahu ini tanah siapa, apakah milik perusahaan atau masyarakat,” ujar Muhidin.

Gubernur meminta jajaran terkait memastikan terlebih dahulu status lahan sebelum alat berat diturunkan. Koordinasi tersebut diperlukan agar proses penanganan karhutla berjalan efektif dan tidak menimbulkan persoalan di lapangan.

Muhidin juga mengingatkan agar tidak terjadi pembiaran terhadap lahan yang berpotensi menjadi sumber kebakaran. Setiap titik yang kembali terbakar harus segera ditelusuri penyebabnya dan dilakukan penanganan.

“Kalau perusahaan, harus dikoordinasikan. Kalau masyarakat juga harus kita lihat bagaimana penanganannya. Jangan sampai ada pembiaran,” tegasnya.

Menurut Muhidin, penanganan karhutla membutuhkan keterlibatan seluruh pihak, mulai dari pemerintah, aparat, perusahaan hingga masyarakat. Koordinasi diperlukan agar setiap potensi kebakaran dapat segera ditangani sebelum meluas.

Gubernur berharap penguatan koordinasi tersebut dapat mempercepat penanganan karhutla di sejumlah wilayah Kalsel, sekaligus mencegah munculnya kembali kebakaran pada lahan yang sebelumnya telah ditangani.

Sumber : MC Kalsel

Artikel ini telah dibaca 5 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Baca Lainnya

Salurkan 10.000 Liter Air Bersih di 16 Lokasi Terdampak Kekeringan, Polres Banjar Siapkan Bantuan Bergilir

9 Oktober 2026 - 19:05 WIB

Jukung Diduga Tenggelam, Warga Ditemukan Meninggal di Waduk Riam Kanan

9 Oktober 2026 - 19:02 WIB

Pemko Banjarbaru Tuntaskan Rangkaian Pasar Murah Bersubsidi di Lima Kelurahan

9 Oktober 2026 - 18:44 WIB

Optimalkan PAD, TP2DD Banjar Dorong Perluasan Transaksi Digital

9 Oktober 2026 - 18:40 WIB

Dinsos Kalsel Dorong Masyarakat Manfaatkan Layanan Perlinsos Digital

9 Oktober 2026 - 18:33 WIB

Kemenkop Perkuat Kapasitas Pengurus Koperasi, Diskop UKM Kalsel Apresiasi Literasi Perkoperasian

9 Oktober 2026 - 18:30 WIB

Trending di ADVERTORIAL