Menu

Mode Gelap
Viral Video IGD Puskesmas Sungai Ulin, Wali Kota Banjarbaru Jenguk Pasien di RSUD Ratu Zalecha Kandang Ayam dan Truk Terbakar di Pelaihari, Kerugian Ditaksir Ratusan Juta Rupiah Kabut Asap Karhutla Ganggu Pengendara di Jalur Tanah Laut–Banjarbaru, Polisi Beri Imbauan Karhutla Berkobar di Liang Anggang Banjarbaru, Jalur Banjarbaru–Bati-Bati Ditutup Total Kabut Asap Karhutla Selimuti Bati-Bati hingga Banjarbaru, Pengendara Pilih Berhenti

ADVERTORIAL · 3 Sep 2026 19:59 WIB

Langkah Konkret Stabilkan Harga, BI Kalsel Dukung Gerakan Pangan Murah


 Langkah Konkret Stabilkan Harga, BI Kalsel Dukung Gerakan Pangan Murah Perbesar

Ricek.ID – Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan (KPw BI Kalsel), Haris Munandar, mengapresiasi pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) di halaman TVRI Kalimantan Selatan, Banjarmasin pada Rabu (2/9/2026).

Haris menilai pangan merupakan kebutuhan paling mendasar sekaligus salah satu tolok ukur kesejahteraan masyarakat. Karena itu, ketersediaan dan stabilitas harga pangan menjadi perhatian penting pemerintah bersama berbagai pihak.

Menurutnya, kegiatan GPM merupakan bentuk nyata sinergi antara TVRI Kalsel, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kalsel, Perum Bulog, dan Bank Indonesia dalam membantu masyarakat mendapatkan pangan dengan harga terjangkau.

Haris menjelaskan, pangan juga menjadi salah satu faktor utama yang memengaruhi inflasi. Kondisi geografis Indonesia yang terdiri atas ribuan pulau membuat distribusi dan logistik pangan menjadi tantangan yang perlu ditangani secara berkelanjutan.

Di daerah, pengendalian tersebut dilakukan melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID). Dalam hal ini, Bank Indonesia berperan sebagai fasilitator, akselerator, dan katalis untuk memperkuat sinergi pemerintah daerah dengan berbagai pihak.

Haris menyebut GPM menjadi langkah konkret karena mempertemukan masyarakat dengan penyedia pangan secara langsung. Kegiatan tersebut diharapkan membantu menjaga keseimbangan antara ketersediaan pasokan dan kebutuhan masyarakat.

“Gerakan pangan murah ini merupakan tempat di mana ada stabilisasi harga. Ini yang diinginkan masyarakat, yaitu stabilisasi,” ujarnya.

Selain mengandalkan intervensi pemerintah, Haris mengajak masyarakat berbelanja secara bijaksana dan sesuai kebutuhan. Menurutnya, pembelian dalam jumlah besar secara tiba-tiba dapat meningkatkan permintaan dan berpotensi mendorong kenaikan harga.

Ia juga mengimbau masyarakat tidak melakukan pembelian secara berlebihan atau panik karena pemerintah bersama TPID terus melakukan langkah pengendalian pangan dan harga.

Haris menegaskan, sinergi melalui GPM, TPID, serta kebijakan pemerintah pusat menjadi bagian dari upaya menjaga ketahanan pangan sekaligus mendukung stabilitas harga. Bank Indonesia turut berperan dalam upaya tersebut sesuai mandatnya menjaga stabilitas nilai rupiah, termasuk melalui pengendalian inflasi.

Sumber : MC Kalsel

Artikel ini telah dibaca 1 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Baca Lainnya

Bupati Kotabaru Sampaikan Rancangan APBD 2027 Rp4,87 Triliun

7 September 2026 - 19:25 WIB

Pemkab Kotabaru Hadiri Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah

7 September 2026 - 13:27 WIB

Puluhan Atlet Uji Kemampuan & Mental Di Ajang Festival Karate INKAI Kotabaru

6 September 2026 - 18:17 WIB

Ikuti KPPD, Wali Kota Banjarbaru Perkuat Strategi Kepemimpinan Hadapi Tantangan Global

5 September 2026 - 21:11 WIB

Pedagang Keluhkan Lantai Becek, Pemko Banjarbaru Gerak Cepat Bongkar & Perbaiki

5 September 2026 - 21:09 WIB

Perkuat Upaya Pencegahan Karhutla, Pemkab Banjar & TNI Jalin Sinergi

5 September 2026 - 21:02 WIB

Trending di ADVERTORIAL