Menu

Mode Gelap
Viral Video IGD Puskesmas Sungai Ulin, Wali Kota Banjarbaru Jenguk Pasien di RSUD Ratu Zalecha Kandang Ayam dan Truk Terbakar di Pelaihari, Kerugian Ditaksir Ratusan Juta Rupiah Kabut Asap Karhutla Ganggu Pengendara di Jalur Tanah Laut–Banjarbaru, Polisi Beri Imbauan Karhutla Berkobar di Liang Anggang Banjarbaru, Jalur Banjarbaru–Bati-Bati Ditutup Total Kabut Asap Karhutla Selimuti Bati-Bati hingga Banjarbaru, Pengendara Pilih Berhenti

ADVERTORIAL · 5 Sep 2026 20:54 WIB

Kejadian Mulai Menurun, Karhutla di Banjar Terdampak 1.192 Hektare


 Kejadian Mulai Menurun, Karhutla di Banjar Terdampak 1.192 Hektare Perbesar

Ricek.ID – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banjar terus lakukan upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di sejumlah wilayah. Hingga saat ini, luas lahan terdampak karhutla sejak penetapan status siaga darurat bencana kabupaten mencapai 1.192 hektare.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Banjar Wasis Nugraha mengatakan, angka tersebut berdasarkan data yang dihimpun pihaknya sejak status siaga darurat bencana ditetapkan.

“Sejak kita menetapkan status siaga darurat bencana kabupaten, total jumlah lahan yang terdampak adalah 1.192 hektare. Itu sesuai dengan data yang kami miliki,” ujar Wasis.

Menurutnya, proses pemadaman di sejumlah lokasi menghadapi tantangan tersendiri. Kondisi vegetasi yang didominasi semak, tanaman galam, serta pepohonan dengan ukuran cukup tinggi membuat petugas dan relawan harus bekerja lebih ekstra dalam menjangkau titik api.

“Sejauh bisa dijangkau selang, kita tetap upayakan pemadaman, seperti yang terjadi di sini, katanya usai mendampingi Bupati Banjar melakukan pantauan di Pematang Panjang Kecamatan Sungai Tabuk.

Wasis menjelaskan, tantangan semakin besar karena sebagian lahan yang terbakar merupakan kawasan gambut. Karakteristik gambut yang menyimpan bara di dalam tanah membuat api berpotensi kembali muncul meski permukaan telah berhasil dipadamkan.

“Kita tahu sendiri lahan gambut itu kita padamkan sekarang, bisa jadi besoknya nyala lagi, karena mungkin airnya kurang meresap ke dalam. Tapi itu tantangan kita. Begitu kejadian, kita upayakan pemadaman secara maksimal,” ujarnya.

Sementara itu, kondisi udara di Kabupaten Banjar dalam beberapa hari terakhir menunjukkan perbaikan. Wasis Nugraha menyebut, kondisi udara saat ini berada pada kategori sedang, setelah sebelumnya sempat diselimuti kabut asap cukup pekat.

“Secara umum kalau untuk Kabupaten Banjar dalam tiga hari terakhir statusnya sedang. Kondisi udaranya sedang,” ujar Wasis.

Menurutnya, kondisi tersebut membaik dibandingkan empat hingga lima hari sebelumnya. Saat itu, kabut asap masih cukup pekat, terutama pada pagi hari, sehingga jarak pandang masyarakat ikut terganggu.

“Empat, lima hari yang lalu kan pekat, di pagi hari itu pekat. Tapi sejak hari kemarin kita sudah lumayan, bahkan tadi pagi buka jendela jam enam pagi cerah,” katanya.

Selain kondisi udara, Wasis menyebut tren kejadian karhutla dalam beberapa hari terakhir juga mengalami penurunan. Data tersebut dihitung secara kumulatif sejak Pemerintah Kabupaten Banjar menetapkan status siaga darurat bencana pada 15 Juli 2026.

“Kalau kita menghitung jumlah terbakar itu sejak ditetapkan status siaga darurat, kurang lebih 50 hari yang lalu, karena mulainya tanggal 15 Juli. Jadi secara kumulatif perhitungannya,” jelasnya.

Ia menambahkan, berdasarkan tren terakhir, jumlah kejadian karhutla per hari mulai menurun. Jika sebelumnya tercatat hingga delapan sampai 10 kejadian dalam sehari, kini jumlahnya turun menjadi sekitar empat kejadian.

“Dalam satu hari ada sampai delapan, sepuluh kejadian, hari ini tadi ada empat kejadian. Turun dan bisa dikendalikan,” pungkas Wasis.

Artikel ini telah dibaca 1 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Baca Lainnya

Bupati Kotabaru Sampaikan Rancangan APBD 2027 Rp4,87 Triliun

7 September 2026 - 19:25 WIB

Pemkab Kotabaru Hadiri Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah

7 September 2026 - 13:27 WIB

Sigap Tangani Karhutla di Tungkaran, Masyarakat Diimbau Waspadai Kebakaran Lahan

6 September 2026 - 20:36 WIB

Kejadian Karhutla Menurun, BPBD Banjar Tetap Waspadai Bara Api di Lahan Gambut

6 September 2026 - 20:32 WIB

Buka Antasan Banjar Festival 2026, Gubernur Kalsel Tekankan Pentingnya Pelestarian Musik Tradisi

6 September 2026 - 20:29 WIB

Ajang Silaturahmi & Pembinaan Atlet ASN, 35 Tim Ramaikan 3X3 Basketball Harjad Kalsel ke-76

6 September 2026 - 20:26 WIB

Trending di ADVERTORIAL