Menu ✖

Mode Gelap
Nasib Nelayan Labuan Mas Kotabaru, Puluhan Tahun Menanti Dermaga yang Tak Kunjung Dibangun Diduga Lakukan Begal Payudara, Pria di Tanah Laut Diamankan Warga Polres Banjarbaru Sita 3,6 Kg Sabu, 13 Tersangka Ditangkap Tujuh Kabupaten di Kalsel Terima Bantuan Karhutla Rp80 Miliar dari Pusat Buruh Harian Tewas Dianiaya di Awang Bangkal Barat, Polisi Amankan Barang Bukti

ADVERTORIAL · 9 Sep 2026 20:09 WIB

Kemarau Diprediksi hingga 2027, Pemkab Banjar Perkuat Antisipasi Karhutla & Krisis Air


 Kemarau Diprediksi hingga 2027, Pemkab Banjar Perkuat Antisipasi Karhutla & Krisis Air Perbesar

Ricek.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banjar melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) bersama unsur Forkopimda, TNI, Polri serta relawan guna memperkuat sinergi penanganan ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) serta krisis air bersih, di Ballroom Bukit Bintang Park And Resort, Karang Intan pada Rabu (9/9/2026).

Langkah antisipasi ini mengambil data terbaru Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang memprediksi musim kemarau berpotensi berlangsung panjang hingga awal 2027. Dampak kondisi kering tersebut mulai dirasakan secara nyata di lapangan, salah satunya adalah menyusutnya debit air di Waduk Riam Kanan, Aranio, yang selama ini menjadi sumber vital baku udara, pertanian dan pasokan energi masyarakat.

Bupati Banjar Saidi Mansyur diwakili Sekda Yudi Andrea meminta pihak terkait khususnya PTAM Intan Banjar dan pengelola waduk untuk terus melakukan pemantauan ketat terhadap ketersediaan air bersih, terutama jika curah hujan terus menurun hingga November mendatang.

Selain krisis udara, aktivitas pascamusim panen menjadi perhatian khusus karena berpotensi memicu timbulnya titik api akibat kegiatan pembakaran lahan terbuka. Para camat diimbau aktif turun ke desa-desa untuk melakukan edukasi persuasif kepada para petani.

“Saya mohon para camat tidak lelah turun ke desa-desa, berdialog dengan petani, dan mengedukasi masyarakat agar mengelola lahan tanpa membakar. Gunakan pendekatan melalui tokoh dan alim ulama agar informasi lebih efektif diterima,” tegasnya.

Yudi juga menyoroti agar masyarakat tidak terprovokasi berita bohong atau hoaks yang menyebutkan kebakaran lahan sengaja dilakukan untuk pembukaan perkebunan sawit.

“Mari kita bersama-sama meluruskan informasi tersebut. Jangan sampai masyarakat terprovokasi oleh isu yang belum tentu benar. Pastikan informasi yang sampai ke masyarakat adalah fakta yang bersumber dari instansi resmi,” ajaknya.

Selain itu, Sekda juga menginstruksikan dinas kesehatan dalam mengantisipasi kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) akibat paparan kabut asap, untuk memastikan ketersediaan masker dan memprioritaskan distribusinya ke wilayah-wilayah yang paling terdampak.

Melalui Rakor ini, seluruh elemen terkait termasuk TNI, Polri, dunia usaha, hingga relawan seperti Buser 690 dan RAPI diminta menghilangkan ego sektoral dan memperkuat koordinasi terpadu demi keselamatan masyarakat.

“Hilangkan sekat-sekat birokrasi jika itu menyangkut keselamatan rakyat. Kita harus cepat, tepat dan terpadu dalam bertindak,” tutup Yudi.

Sumber : Media Center Banjar

Artikel ini telah dibaca 9 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Baca Lainnya

Perkuat Pertahanan Nasional, Gubernur Kalsel Pimpin Penandatangan MoU Bantuan Keuangan Pembentukan Komcad bersama Bupati/Walikota

2 November 2026 - 21:10 WIB

Buka Latsarmil Komcad ASN, Gubernur Kalsel : Sinergi Pemerintah Daerah Perkuat Sistem Pertahanan Negara

2 November 2026 - 21:06 WIB

Wujudkan Banjarbaru EMAS, Pemko Gandeng BPVP Samarinda Buka Pelatihan Vokasi 2026

2 November 2026 - 19:30 WIB

Gelar Salat Istisqa Berjamaah, Pemko Banjarbaru & Kerukunan Bubuhan Banjar Doa Bersama Akhiri Karhutla

2 November 2026 - 19:27 WIB

Gelar Workshop Pembuatan Sulam Sugul, Dekranasda Banjar Dorong Pengembangan Produk Fesyen

2 November 2026 - 19:23 WIB

Puskesmas Gambut Gelar Pemeriksaan Kesehatan bagi Petugas Karhutla

2 November 2026 - 19:20 WIB

Trending di ADVERTORIAL