Menu

Mode Gelap
Viral Video IGD Puskesmas Sungai Ulin, Wali Kota Banjarbaru Jenguk Pasien di RSUD Ratu Zalecha Kandang Ayam dan Truk Terbakar di Pelaihari, Kerugian Ditaksir Ratusan Juta Rupiah Kabut Asap Karhutla Ganggu Pengendara di Jalur Tanah Laut–Banjarbaru, Polisi Beri Imbauan Karhutla Berkobar di Liang Anggang Banjarbaru, Jalur Banjarbaru–Bati-Bati Ditutup Total Kabut Asap Karhutla Selimuti Bati-Bati hingga Banjarbaru, Pengendara Pilih Berhenti

ADVERTORIAL · 11 Sep 2026 04:33 WIB

Karhutla Kepung Kalsel, Wapres Gibran Dorong Penguatan Layanan Kesehatan


 Karhutla Kepung Kalsel, Wapres Gibran Dorong Penguatan Layanan Kesehatan Perbesar

Ricek.ID – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tidak hanya menjadi persoalan lingkungan, tetapi juga ancaman terhadap kesehatan masyarakat. Kondisi tersebut mendorong Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming untuk memastikan kesiapan fasilitas kesehatan dalam menghadapi dampak asap karhutla, khususnya bagi kelompok masyarakat rentan.

Hal itu disampaikan Wapres saat meninjau kesiapan pelayanan kesehatan di Rumah Sakit Daerah Idaman (RSDI) Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan (Kalsel) pada Kamis (10/09/2026).

Dalam peninjauan tersebut, Wapres menekankan agar rumah sakit tidak hanya siap dari sisi pelayanan medis, tetapi juga memiliki dukungan fasilitas yang memadai apabila terjadi peningkatan jumlah pasien akibat paparan asap karhutla.

“Dalam penanganan karhutla, menjaga keselamatan dan kesehatan warga, terutama kelompok rentan, seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, dan penyandang disabilitas adalah penting,” tegasnya.

Wapres meminta sejumlah kebutuhan utama pelayanan kesehatan dipastikan tersedia, mulai dari obat-obatan, oksigen, tempat tidur, tenaga kesehatan hingga sistem rujukan. Kesiapan tersebut dinilai penting agar masyarakat yang mengalami gangguan kesehatan akibat paparan asap dapat memperoleh penanganan dengan cepat.

“Rumah sakit harus siap, terutama untuk anak-anak dan kelompok rentan. Obat, oksigen, tempat tidur, tenaga kesehatan, dan sistem rujukan harus dipastikan tersedia ketika dibutuhkan,” paparnya.

Berdasarkan data periode 1 Januari hingga 10 September 2026, di Kalsel tercatat sebanyak 2.963 kejadian karhutla dengan perkiraan luasan lahan terbakar mencapai 20.206,06 hektare. Kota Banjarbaru menjadi salah satu daerah dengan frekuensi kejadian cukup tinggi, yakni mencapai 588 kejadian dengan perkiraan luas lahan terdampak 2.539,97 hektare.

Kondisi tersebut turut meningkatkan perhatian terhadap dampak kesehatan yang ditimbulkan oleh asap, terutama terhadap masyarakat yang memiliki risiko lebih tinggi mengalami gangguan pernapasan.

Karena itu, selain memperkuat kesiapan fasilitas kesehatan, Wapres meminta edukasi kepada masyarakat terus ditingkatkan. Penggunaan masker dan penerapan perilaku hidup bersih dan sehat menjadi langkah sederhana yang perlu dilakukan masyarakat ketika kualitas udara memburuk.

“Tolong tingkatkan edukasi masyarakat, utamanya dalam menggunakan masker,” pintanya.

Dampak paparan asap karhutla juga terlihat dari pasien yang mendapatkan perawatan di RSDI Banjarbaru. Salah satunya Aira, pelajar asal Martapura, yang telah dua hari menjalani perawatan setelah mengalami batuk, pilek, dan demam.

Keluhan tersebut dirasakan setelah Aira terpapar asap yang cukup tebal saat hendak berangkat sekolah.

Kepala Staf Medis Fungsional Anak RSDI, dr. Harapan Parlindungan Ringoringo, berharap penanganan karhutla dapat dilakukan secara menyeluruh, termasuk mengatasi sumber kebakaran dan memperkuat mitigasi untuk mengurangi paparan asap kepada masyarakat.

“Bagaimana caranya ini asap segera berhenti, entah pakai hujan buatan, entah pakai apa, karena sumber utamanya kan kebakarannya. Berikutnya, harapannya ya mitigasi,” ujarnya.

Menurutnya, kondisi asap yang terjadi saat ini tergolong luar biasa dibandingkan tahun sebelumnya. Berdasarkan pengalamannya selama sekitar 30 tahun bertugas, kondisi serupa dengan intensitas tinggi terjadi secara berkala.

“Kalau saya pribadi, di sini sudah 30 tahun. Sekitar 3-4 tahun sekali kayak begini. Tidak setiap tahun, tapi yang saat ini memang luar biasa dibandingkan tahun lalu,” katanya.

Penanganan karhutla, dengan demikian, tidak hanya diarahkan pada pengendalian dan pemadaman kebakaran, tetapi juga memastikan masyarakat terlindungi dari dampak kesehatan yang ditimbulkan. Kesiapan fasilitas kesehatan, perlindungan kelompok rentan, edukasi masyarakat, serta penguatan mitigasi menjadi bagian yang harus berjalan secara bersamaan.

Sumber : MC Kalsel

Artikel ini telah dibaca 1 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Baca Lainnya

Wapres Minta Kepala Daerah Aktif Turun ke Lapangan Tangani Karhutla

11 September 2026 - 04:40 WIB

Wapres RI Tekankan Perlindungan Anak dari Dampak Asap Karhutla

11 September 2026 - 04:38 WIB

Wapres Gibran Minta Maksimalkan Modifikasi Cuaca Karhutla di Kalimantan

11 September 2026 - 04:36 WIB

Kunjungi SRT 9 Banjarbaru, Wapres Gibran Soroti Kesehatan Siswa Terdampak ISPA

11 September 2026 - 04:30 WIB

Pantau Dampak Kabut Asap di Banjarbaru, Wapres Gibran Sampaikan Permohonan Maaf kepada Warga Kalimantan

10 September 2026 - 20:22 WIB

Pemko Banjarbaru Sampaikan Raperda & Nota Keuangan APBD 2027

10 September 2026 - 20:19 WIB

Trending di ADVERTORIAL