Menu ✖

Mode Gelap
Nasib Nelayan Labuan Mas Kotabaru, Puluhan Tahun Menanti Dermaga yang Tak Kunjung Dibangun Diduga Lakukan Begal Payudara, Pria di Tanah Laut Diamankan Warga Polres Banjarbaru Sita 3,6 Kg Sabu, 13 Tersangka Ditangkap Tujuh Kabupaten di Kalsel Terima Bantuan Karhutla Rp80 Miliar dari Pusat Buruh Harian Tewas Dianiaya di Awang Bangkal Barat, Polisi Amankan Barang Bukti

NASIONAL · 13 Sep 2026 13:19 WIB

Presiden Dewan ICAO Tinjau Pusat Pelatihan Penerbangan & Layanan Navigasi Udara Indonesia


 Presiden Dewan ICAO Tinjau Pusat Pelatihan Penerbangan & Layanan Navigasi Udara Indonesia Perbesar

Ricek.ID – Presiden Dewan International Civil Aviation Organization (ICAO), Toshiyuki Onuma, laksanakan rangkaian kunjungan kerja ke Indonesia, diantaranya adalah ke Tangerang, Banten, pada Jumat (11/9/2026), setelah tiba di Indonesia sehari sebelumnya melalui Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta.

Lawatan ini dilaksanakan atas undangan Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Lukman F. Laisa, dan berlangsung usai Toshiyuki Onuma menghadiri 61st Conference of Directors General of Civil Aviation, Asia and Pacific Regions di Kuala Lumpur, Malaysia, pada 7–11 September 2026.

Agenda pertama membawa Toshiyuki Onuma ke Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan Udara (PPSDM Perhubungan Udara) di Curug. Di tempat ini, ia melihat langsung fasilitas dan program pelatihan yang mengantarkan PPSDM Perhubungan Udara meraih predikat ICAO TRAINAIR PLUS Platinum Training Centre of Excellence.

Kehadiran Toshiyuki Onuma di lokasi ini menjadi bukti bagi ICAO bahwa Indonesia memiliki fasilitas pelatihan penerbangan yang memenuhi standar internasional. Predikat Platinum yang disandang lembaga ini turut menjadi nilai tambah bagi Indonesia dalam kerja sama pengembangan SDM dengan negara-negara anggota ICAO lainnya.

Dalam kesempatan tersebut, Toshiyuki Onuma menyampaikan apresiasinya terhadap upaya pengembangan SDM penerbangan yang dilakukan Indonesia.

“Pendidikan bagi generasi penerus merupakan hal yang penting dan esensial, namun juga menjadi tantangan yang besar bagi semua pihak. Namun, kami berharap melalui kegiatan tersebut, tingkat keselamatan dan keamanan penerbangan di masing-masing negara dapat semakin meningkat secara nyata. Konsep ini sejalan dengan prinsip ICAO, yaitu No Country Left Behind — tidak ada negara yang tertinggal,” ujar Onuma.

Sementara itu pada agenda ke dua, Toshiyuki Onuma menuju New Jakarta Air Traffic Services Centre (New JATSC) yang dikelola oleh Perum LPPNPI (AirNav Indonesia). Di tempat ini, ia menyaksikan sistem pengaturan lalu lintas udara yang digunakan untuk mengatur penerbangan di wilayah udara Indonesia.

Fasilitas ini memperlihatkan kepada ICAO perkembangan sistem navigasi udara Indonesia, termasuk kesiapan infrastruktur pendukung keselamatan dan kelancaran penerbangan di salah satu wilayah udara tersibuk di kawasan Asia Pasifik.

Menanggapi kunjungannya ke New JATSC, Onuma menyampaikan bahwa navigasi penerbangan merupakan salah satu unsur penting dalam agenda besar ICAO.

“Saat ini, salah satu tugas terpenting ICAO adalah memastikan terciptanya ruang udara yang aman, terjamin keamanannya, berkelanjutan, dan efisien dalam jangka panjang. Navigasi penerbangan memiliki keterkaitan erat dengan seluruh aspek tersebut. Saya sangat mengapresiasi kesempatan untuk melihat secara langsung bagaimana Indonesia berkontribusi dan menunjukkan komitmennya terhadap agenda penting bagi organisasi kita ini,” ujar Onuma.

Rangkaian kegiatan hari itu ditutup dengan working dinner yang digelar oleh Direktur Jenderal Perhubungan Udara bersama jajaran pejabat Direktorat Jenderal Perhubungan Udara dan para pemangku kepentingan industri penerbangan nasional. Pertemuan ini menjadi ajang bertukar pandangan antara Toshiyuki Onuma dan pelaku industri penerbangan Indonesia mengenai arah kerja sama ke depan.

Menutup rangkaian kunjungannya hari itu, Onuma menegaskan pentingnya kolaborasi nyata antara Indonesia dan ICAO ke depan.

“Kolaborasi antara Indonesia dan ICAO bukan hanya diperlukan, tetapi juga sangat penting untuk dapat diwujudkan secara nyata. Terima kasih atas kesempatan yang diberikan. Saya sangat menantikan untuk melihat dan mendengarkan secara langsung bagaimana Indonesia menjalankan kontribusinya dalam mendukung tujuan tersebut,” ujar Onuma.

Senada dengan hal tersebut, Lukman menyampaikan bahwa kunjungan Presiden Dewan ICAO ini memiliki arti penting bagi kemajuan penerbangan sipil di kawasan Asia dan Pasifik.

“Kunjungan Bapak Onuma ini semakin memperkuat kemitraan yang sudah lama terjalin antara Indonesia dan ICAO. Ini juga menjadi kesempatan bagi kita untuk memperdalam kerja sama menuju sistem penerbangan sipil internasional yang lebih aman, terjamin, berkelanjutan, efisien, dan tangguh,” ujar Lukman.

Rangkaian kunjungan Presiden Dewan ICAO ke Indonesia akan berakhir pada Sabtu (12/9), dengan keberangkatan Toshiyuki Onuma menuju Jepang dari Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta.

Sumber : hubud.kemenhub.go.id

Artikel ini telah dibaca 3 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Baca Lainnya

Konsolidasi Nasional K-Gibran di Solo, Delegasi Kalsel Hadir dengan 14 Pengurus

31 Oktober 2026 - 23:07 WIB

Riset Jadi Solusi Nyata, Presiden Ingin Karhutla Diatasi, Limbah Sawit Jadi Energi, Vaksin Malaria Dipercepat

27 Oktober 2026 - 21:26 WIB

Menko Hilirisasi Sebut Pengurangan Ekspor Gas ke Singapura tidak Melanggar Kontrak

27 Oktober 2026 - 21:24 WIB

Pengangguran Turun ke 4,65 Persen, Pasar Kerja Indonesia Tunjukkan Tren Positif

27 Oktober 2026 - 21:21 WIB

Tangani Kejahatan Digital, Kemkomdigi Perkuat Sinergi dengan Polri

27 Oktober 2026 - 21:19 WIB

Bea Cukai Amankan 25,88 Kilogram Emas Senilai Rp61,95 Miliar

27 Oktober 2026 - 21:16 WIB

Trending di HUKUM