Menu ✖

Mode Gelap
Diduga Lakukan Begal Payudara, Pria di Tanah Laut Diamankan Warga Polres Banjarbaru Sita 3,6 Kg Sabu, 13 Tersangka Ditangkap Tujuh Kabupaten di Kalsel Terima Bantuan Karhutla Rp80 Miliar dari Pusat Buruh Harian Tewas Dianiaya di Awang Bangkal Barat, Polisi Amankan Barang Bukti Polres Tanah Laut Ungkap 20 Kasus Narkoba Dalam Dua Bulan

NASIONAL · 12 Sep 2026 19:18 WIB

MTQ Nasional XXXI Semarang Buka Ruang Ekonomi bagi UMKM & Usaha Lokal


 MTQ Nasional XXXI Semarang Buka Ruang Ekonomi bagi UMKM & Usaha Lokal Perbesar

Ricek.ID – Penyelenggaraan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI Tahun 2026 di Kota Semarang, Jawa Tengah, turut membuka ruang aktivitas ekonomi bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta sektor usaha lokal.

Peluang tersebut hadir melalui pameran dan bazar yang menjadi bagian dari rangkaian MTQ Nasional XXXI. Pameran dipusatkan di Gama Plaza (eks E-Plaza), Semarang, dengan melibatkan ratusan booth yang diisi perwakilan kementerian, 38 provinsi, 35 kabupaten/kota, serta UMKM lokal se-Jawa Tengah.

Kehadiran pelaku UMKM dalam rangkaian MTQ tidak hanya menjadi sarana promosi produk. Pameran dan bazar juga membuka kesempatan bagi pelaku usaha untuk memperkenalkan produk khas daerah kepada peserta dan pengunjung yang datang dari berbagai wilayah Indonesia.

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi mengatakan tingginya mobilitas peserta dan tamu MTQ Nasional turut memberikan dampak terhadap aktivitas ekonomi daerah. Pergerakan masyarakat selama kegiatan terlihat antara lain dari tingkat keterisian hotel dan penggunaan kendaraan sewa.

“Hampir ribuan tamu hadir di Jawa Tengah. Semua hotel penuh dan kendaraan rental terisi. Hal ini menunjukkan bahwa penyelenggaraan MTQ mampu memberikan efek ganda (multiplier effect) bagi perputaran ekonomi daerah dan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya pada Jumat (11/9/2026).

Menurut Ahmad Luthfi, aktivitas ekonomi yang muncul selama penyelenggaraan MTQ menunjukkan bahwa kegiatan berskala nasional dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat di daerah tuan rumah.

Dampak tersebut tidak hanya dirasakan pelaku UMKM yang mengikuti pameran dan bazar, tetapi juga sektor jasa yang menopang mobilitas peserta dan tamu. Perhotelan, transportasi, perdagangan, kuliner, hingga usaha pendukung lainnya turut memperoleh peluang dari meningkatnya aktivitas masyarakat selama MTQ.

Pelibatan UMKM juga tidak terbatas pada pelaku usaha dari Jawa Tengah. Pameran dan bazar menjadi ruang bagi pelaku usaha dari berbagai daerah untuk membawa produk unggulan dan memperkenalkannya kepada masyarakat serta para kafilah.

Dengan demikian, peserta MTQ tidak hanya mengikuti rangkaian perlombaan, tetapi juga dapat mengenal keragaman produk dan potensi ekonomi dari berbagai daerah di Indonesia.

Pameran dan bazar UMKM tersebut berlangsung pada 12–19 September 2026. Kegiatan ini menjadi salah satu side event yang melengkapi rangkaian MTQ Nasional XXXI di Kota Semarang.

Selain pameran dan bazar, rangkaian kegiatan pendukung MTQ juga dilengkapi dengan job fair. Agenda tersebut memberikan ruang kepada masyarakat untuk memperoleh informasi mengenai peluang kerja sekaligus mempertemukan pencari kerja dengan dunia usaha dan industri.

Penyelenggaraan berbagai kegiatan pendukung tersebut memperluas dampak MTQ Nasional dari sisi sosial dan ekonomi. Interaksi antara peserta, masyarakat, pemerintah, pelaku usaha, serta berbagai pemangku kepentingan menciptakan aktivitas yang berlangsung di luar arena utama musabaqah.

MTQ Nasional XXXI diselenggarakan melalui kolaborasi Kementerian Agama, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Pemerintah Kota Semarang, dan Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ).

Kolaborasi tersebut tidak hanya diarahkan untuk memastikan rangkaian musabaqah berjalan baik, tetapi juga menghadirkan ruang partisipasi masyarakat selama penyelenggaraan MTQ.

Bagi pelaku UMKM, kehadiran ribuan peserta dan tamu menjadi peluang untuk memperluas pasar. Produk yang sebelumnya hanya dikenal di daerah asal memiliki kesempatan diperkenalkan secara langsung kepada masyarakat dari berbagai provinsi.

Sementara bagi daerah tuan rumah, meningkatnya kunjungan peserta dan tamu memberikan peluang bagi sektor usaha lokal untuk memperoleh manfaat dari perputaran ekonomi selama kegiatan berlangsung.

Dengan pendekatan tersebut, MTQ Nasional XXXI di Semarang tidak hanya menjadi momentum memperkuat syiar dan kecintaan terhadap Al-Qur’an, tetapi juga menjadi ruang pertemuan masyarakat sekaligus penggerak aktivitas ekonomi daerah.

Penyelenggaraan kegiatan nasional yang melibatkan berbagai daerah tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat, khususnya pelaku UMKM dan usaha lokal yang terlibat dalam rangkaian MTQ Nasional XXXI.

Sumber : infopublik.id

Artikel ini telah dibaca 3 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Baca Lainnya

Konsolidasi Nasional K-Gibran di Solo, Delegasi Kalsel Hadir dengan 14 Pengurus

31 Oktober 2026 - 23:07 WIB

Riset Jadi Solusi Nyata, Presiden Ingin Karhutla Diatasi, Limbah Sawit Jadi Energi, Vaksin Malaria Dipercepat

27 Oktober 2026 - 21:26 WIB

Menko Hilirisasi Sebut Pengurangan Ekspor Gas ke Singapura tidak Melanggar Kontrak

27 Oktober 2026 - 21:24 WIB

Pengangguran Turun ke 4,65 Persen, Pasar Kerja Indonesia Tunjukkan Tren Positif

27 Oktober 2026 - 21:21 WIB

Tangani Kejahatan Digital, Kemkomdigi Perkuat Sinergi dengan Polri

27 Oktober 2026 - 21:19 WIB

Bea Cukai Amankan 25,88 Kilogram Emas Senilai Rp61,95 Miliar

27 Oktober 2026 - 21:16 WIB

Trending di HUKUM