Menu

Mode Gelap
MV Hai Da Bawa 69 Korban Selamat KM Virgo Tiba di Banjarmasin KM Virgo Transport 8: 107 Selamat, 6 Meninggal, 136 Masih Dicari KM Virgo Transport 8, 103 Orang Telah Dievakuasi dari Perairan Laut Jawa Kapal Virgo Transport 8 Hilang Kontak di Laut Jawa, Bawa 243 Orang Viral Video IGD Puskesmas Sungai Ulin, Wali Kota Banjarbaru Jenguk Pasien di RSUD Ratu Zalecha

NASIONAL · 13 Sep 2026 20:35 WIB

Khataman Akbar Awali Pembukaan MTQ, Menag Berharap Dapat Tingkatkan Pemahaman Al-Qur’an


 Khataman Akbar Awali Pembukaan MTQ, Menag Berharap Dapat Tingkatkan Pemahaman Al-Qur’an Perbesar

Ricek.ID – Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar mendorong peningkatan kualitas pengkajian Al-Qur’an di Indonesia, seiring semakin tingginya ketertarikan masyarakat global terhadap Al-Qur’an, baik dari sisi keagamaan maupun ilmu pengetahuan.

Menurut Menag, pemahaman Al-Qur’an perlu terus dikembangkan dari sekadar membaca teks menuju pemahaman makna, penghayatan, hingga pemahaman yang lebih mendalam dan komprehensif.

Pesan tersebut disampaikan Menag saat menghadiri Khataman Akbar dan Silaturahmi Ahlul Quran se-Jawa Tengah di Universitas Islam Sultan Agung (Unissula), Semarang, Sabtu (12/9/2026). Kegiatan tersebut digelar menjelang pembukaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI di Semarang.

“Semakin hari semakin banyak orang yang tertarik untuk mengkaji dan mendalami Al-Qur’an. Maka dari itu, mari kita terus meningkatkan pembacaan dan pendalaman kita,” ujar Nasaruddin Umar.

Menag menjelaskan bahwa pemahaman terhadap Al-Qur’an memiliki sejumlah lapisan. Proses tersebut dimulai dari kemampuan membaca teks, memahami makna, menghayati kandungan, hingga memahami hakikat pesan yang terkandung di dalamnya.

“Pemahaman Al-Qur’an itu berlapis, mulai dari ibaratul quran (membaca teks), isyaratul quran (memahami makna), lathaiful quran (menghayati), hingga haqa’iqul quran (memahami hakikat),” terangnya.

Dalam kesempatan tersebut, Menag juga menekankan pentingnya membekali para ahli Al-Qur’an dengan ilmu Ushul Fiqh. Menurutnya, penguasaan ilmu tersebut diperlukan agar pemahaman keagamaan tidak berhenti pada pembacaan secara harfiah.

Pendekatan keilmuan yang kuat, kata Menag, juga diperlukan untuk mencegah munculnya pemahaman keagamaan yang sempit dan radikal.

Ia menjelaskan bahwa kehidupan manusia perlu memahami dua hukum yang saling berkaitan, yakni hukum tasyri’ dan hukum takwini.

Hukum tasyri’ berkaitan dengan hukum syariat yang bersumber dari Al-Qur’an, sedangkan hukum takwini berkaitan dengan hukum alam atau natural sciences.

“Dua hukum ini perlu kita terapkan dalam diri kita secara bersamaan. Tidak boleh timpang satu sama lain. Tidak bisa memahami Al-Qur’an secara harfiah tanpa ilmu alat yang memperdalam pemahaman kita,” urainya.

Menurut Menag, keseimbangan antara pemahaman keagamaan dan ilmu pengetahuan menjadi bagian penting dalam membangun pemahaman Al-Qur’an yang utuh dan relevan dengan perkembangan zaman.

Kegiatan Khataman Akbar dan Silaturahmi Ahlul Quran se-Jawa Tengah juga menjadi ruang penguatan sinergi antara pemerintah, perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan organisasi keagamaan dalam pembinaan masyarakat.

Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memperkuat ekosistem pendidikan dan pengkajian Al-Qur’an sekaligus menjadi bagian dari persiapan penyelenggaraan MTQ Nasional XXXI.

Sinergi kelembagaan tersebut menjadi penting karena MTQ tidak hanya membutuhkan kesiapan teknis penyelenggaraan, tetapi juga pembinaan berkelanjutan terhadap masyarakat dan generasi yang memiliki kemampuan di bidang Al-Qur’an.

MTQ Nasional XXXI di Semarang diikuti 2.242 peserta dari 37 provinsi. Para peserta mengikuti berbagai cabang musabaqah, mulai dari tilawah, tafsir, hingga hafalan Al-Qur’an.

Menag berharap pelaksanaan MTQ Nasional XXXI tidak berhenti pada keberhasilan penyelenggaraan secara teknis maupun seremoni. Lebih dari itu, MTQ diharapkan memberikan manfaat spiritual dan sosial bagi masyarakat serta bangsa Indonesia.

“Semoga penyelenggaraan MTQ ini juga sekaligus berfungsi sebagai tolak bala. Kita berdoa agar musibah-musibah yang terjadi di Indonesia dapat berhenti, serta membawa keberkahan yang membasahi ladang para petani kita,” tutup Menag.

Kegiatan tersebut diakhiri dengan doa bersama untuk para guru dan ulama pendahulu. Setelah rangkaian kegiatan di Unissula, MTQ Nasional XXXI resmi dibuka di Lapangan Pancasila, Semarang, pada Sabtu malam (12/9/2026).

MTQ Nasional XXXI berlangsung pada 11–20 September 2026 dengan mengusung semangat menjadikan Al-Qur’an bukan hanya untuk dibaca dan dihafalkan, tetapi juga dipahami, dihayati, dan diwujudkan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Sumber : infopublik.id

Artikel ini telah dibaca 1 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Baca Lainnya

Menkeu Suahasil Tegaskan Keuangan Negara Harus Sehat & Kredibel

14 September 2026 - 21:41 WIB

Prabowo Lantik Suahasil Nazara Jadi Menkeu Gantikan Purbaya

14 September 2026 - 21:39 WIB

Perkuat Operasi SAR KM Virgo Transport 8, Polri Terjunkan Tiga Kapal Polisi

14 September 2026 - 21:37 WIB

Aset Rampasan Tak Laku dalam Pelelangan, KPK RI Siapkan Lelang Ulang

14 September 2026 - 21:32 WIB

Satgas Damai Cartenz Identifikasi Dua Pelaku DPO Kasus Penembakan 3 ASN di Jayawijaya

13 September 2026 - 20:44 WIB

Lindungi Petani Hadapi El Nino, Kementan Alokasikan AUTP untuk 100 Ribu Hektare

13 September 2026 - 20:41 WIB

Trending di EKOBIS