Ricek.ID – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Kalimantan Selatan (Dispersip Kalsel) mengajak masyarakat Banua untuk terus memperkuat budaya literasi dalam kehidupan sehari-hari. Ajakan tersebut disampaikan dalam momentum peringatan Hari Literasi Internasional 2026 yang diperingati setiap 8 September.
Kepala Dispersip Kalsel, Sri Mawarni, di Banjarmasin pada Rabu (16/9/2026) mengatakan, Hari Literasi Internasional menjadi momentum untuk mengingatkan masyarakat bahwa literasi memiliki makna yang lebih luas, tidak hanya sebatas kemampuan membaca dan menulis.
“Hari ini menjadi pengingat bahwa literasi bukan sekadar kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga jalan untuk membuka wawasan, membangun manusia yang berdaya, serta menciptakan masa depan yang lebih baik,” katanya.
Menurut Sri Mawarni, penguatan budaya literasi perlu dilakukan secara berkelanjutan melalui kebiasaan membaca, kemampuan berpikir kritis, serta kemauan untuk berbagi pengetahuan.
Mengusung semangat “Literasi untuk Manusia, Bumi, dan Kemakmuran”, Sri mengajak seluruh masyarakat menjadikan literasi sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari.
“Mari terus tumbuhkan budaya membaca, berpikir kritis, berbagi pengetahuan, dan menjaga bumi melalui setiap langkah kecil yang kita lakukan,” ujarnya.
Sri menambahkan, masyarakat dengan budaya literasi yang kuat akan memiliki kemampuan yang lebih baik dalam menghadapi berbagai tantangan serta berkontribusi dalam membangun masa depan.
Karena itu, melalui momentum Hari Literasi Internasional 2026, Dispersip Kalsel mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama memperkuat budaya literasi dan mewujudkan Kalimantan Selatan sebagai daerah yang cerdas, maju, dan memiliki masyarakat yang berbudaya literasi.
“Bersama, kita wujudkan Banua yang cerdas, maju, dan berbudaya literasi,” pungkasnya.
Sumber : MC Kalsel













