Menu ✖

Mode Gelap
Kejari Kotabaru Tetapkan Tersangka Dugaan Korupsi Dana BOSP SMAN 1 Kotabaru Surat Permintaan Sumbangan Mengatasnamakan Pesantren At-Tarbiyah Beredar, Pemdes Jaruju Laut Beri Klarifikasi Gubernur Kalsel Siapkan Bonus bagi Pelapor Pelaku Karhutla Satu Korban KM Virgo Transport 8 Kembali Ditemukan Tim SAR Basarnas Perpanjang Operasi SAR KM Virgo Transport 8, 126 Korban Masih Dicari

NASIONAL · 17 Sep 2026 21:50 WIB

Presiden Prabowo Siapkan Rekrutmen Sarjana Terbaik untuk Jadi Guru


 Presiden Prabowo Siapkan Rekrutmen Sarjana Terbaik untuk Jadi Guru Perbesar

Ricek.ID – Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan pemerintah tengah menyiapkan langkah pembenahan sistem pendidikan nasional, dengan memperkuat kualitas guru sebagai salah satu prioritas utama. Salah satu opsi yang sedang dirancang ialah merekrut lulusan perguruan tinggi terbaik dari berbagai disiplin ilmu untuk ditempatkan di sekolah yang masih menghadapi ketertinggalan kualitas pembelajaran.

Rencana tersebut disampaikan Prabowo dalam program Presiden Prabowo Menjawab pada Rabu (16/9/2026), saat menjelaskan persoalan kemampuan numerasi peserta didik, termasuk masih rendahnya kemampuan berhitung pada sebagian murid sekolah dasar.

“Seluruh sistem pendidikan itu harus diperbaiki. Mulai dari rekrutmen guru yang paling utama,” ujar Prabowo.

Menurut Presiden, pembenahan pendidikan tidak cukup dilakukan melalui perubahan metode pembelajaran atau penyediaan teknologi. Kualitas pendidikan sangat bergantung pada kualitas tenaga pendidik yang berada langsung di ruang kelas.

Karena itu, pemerintah juga tengah membahas kemungkinan mengembalikan kewenangan pengangkatan guru ke pemerintah pusat. Prabowo mengatakan, desentralisasi merupakan bagian dari semangat demokratisasi dan memiliki tujuan yang baik. Namun, pelaksanaan rekrutmen guru di daerah perlu terus dievaluasi agar standar kualitas dan objektivitas tetap terjaga.

Pemerintah, lanjut Prabowo, perlu memastikan pengangkatan guru dilakukan berdasarkan kompetensi dan kebutuhan sekolah. Hal tersebut penting agar proses rekrutmen tidak dipengaruhi faktor kedekatan maupun kepentingan di luar kebutuhan pendidikan.

“Apakah kita yakini kualitasnya itu? Kita harus bicara realita. Apakah bupati itu objektif atau dia angkat saudara-saudara dia jadi guru? Tim sukses dia? Dan sebagainya. Ini yang jadi dilema bagi kita,” katanya.

Sebagai salah satu langkah percepatan, Prabowo mengungkapkan pemerintah sedang mempertimbangkan crash program dengan merekrut sarjana terbaik dari berbagai bidang ilmu untuk membantu mengisi kebutuhan guru di sekolah yang paling tertinggal.

Skema tersebut dirancang sebagai langkah cepat untuk memperkuat kapasitas pembelajaran, terutama pada jenjang sekolah dasar. Presiden memberi gambaran, dari sekitar 300 ribu sekolah, pemerintah dapat memulai program dengan merekrut sekitar 30 ribu sarjana untuk ditempatkan di sekolah-sekolah yang membutuhkan dukungan.

“Salah satu langkah yang sedang saya pikirkan untuk mengatasi masalah ini adalah crash program, mungkin saya akan rekrut sarjana-sarjana dari semua fakultas yang terbaik untuk menjadi guru-guru. Katakanlah guru-guru darurat yang kita terjunkan ke sekolah,” ujar Prabowo.

Presiden menambahkan, program tersebut dapat difokuskan terlebih dahulu pada sekolah-sekolah dengan tingkat ketertinggalan pembelajaran yang tinggi sehingga intervensi pemerintah dapat memberikan dampak lebih cepat.

Selain rekrutmen, peningkatan kompetensi guru yang sudah berada di sekolah juga menjadi bagian dari pembenahan. Pemerintah mempertimbangkan pelaksanaan kursus, penataran, dan berbagai bentuk peningkatan kapasitas agar guru dapat mengikuti perkembangan metode pembelajaran serta pemanfaatan teknologi pendidikan.

“Sekarang, ya terpaksa mungkin kita harus bikin kursus-kursus, penataran-penataran, upgrading guru-guru itu,” kata Presiden.

Di sisi lain, pemerintah mempercepat digitalisasi pembelajaran sebagai salah satu instrumen untuk mengurangi kesenjangan kualitas antarsekolah. Prabowo mengatakan, teknologi dapat membantu memperluas akses terhadap materi pembelajaran dan memberikan dukungan kepada guru maupun peserta didik, terutama di sekolah yang masih memiliki keterbatasan tenaga pendidik berkualitas.

“Karena itulah saya mau lompat. Ini kesulitan, makanya saya taruh digitalisasi kelas-kelas itu semua, supaya nanti guru-guru yang kurang mampu bisa juga belajar dari situ. Dan anak-anak yang kurang mampu, tertarik belajar dari situ. Berhitung, aritmatika, dan sebagainya,” ujar Prabowo.

Namun, Presiden menegaskan digitalisasi tidak dimaksudkan untuk menggantikan peran guru. Teknologi ditempatkan sebagai pengungkit yang membantu proses pembelajaran, sementara pembenahan kualitas pendidikan tetap bertumpu pada kualitas dan kompetensi tenaga pendidik.

“Di ujungnya, perbaikan yang sebenarnya hanya dengan rekrutmen dan pendidikan guru. Hanya dengan itu,” tegas Prabowo.

Langkah tersebut menunjukkan pembenahan pendidikan diarahkan tidak hanya pada penyediaan sarana pembelajaran, tetapi juga pada sumber daya manusia yang menggerakkan proses pendidikan. Rekrutmen yang lebih selektif, peningkatan kompetensi guru, penempatan tenaga pendidik sesuai kebutuhan, serta pemanfaatan teknologi menjadi rangkaian langkah yang sedang disiapkan pemerintah untuk memperkuat kualitas pembelajaran di sekolah.

Sumber : infopublik.id

Artikel ini telah dibaca 1 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Baca Lainnya

Basarnas Perpanjang Operasi SAR KM Virgo Transport 8, 126 Korban Masih Dicari

20 September 2026 - 01:41 WIB

Jamin Stok BBM Bersubsidi, Menteri ESDM Prioritaskan Hak Subsidi kepada Rakyat yang Membutuhkan

17 September 2026 - 21:55 WIB

Prabowo Perintahkan Investigasi Menyeluruh KMP Virgo Transport 8, Pastikan Hak Keluarga Korban Terpenuhi

17 September 2026 - 21:52 WIB

Sita Rp106,3 Miliar dari OTT ATR/BPN, KPK Tahan Delapan Tersangka

17 September 2026 - 21:47 WIB

Kemendukbangga Ungkap Tantangan Bonus Demografi & Penurunan Stunting Dihadapan DPR RI

16 September 2026 - 20:14 WIB

MTQ Nasional XXXI Semarang Buka Ekshibisi Tartil Al-Qur’an Isyarat untuk Penyandang Disabilitas

16 September 2026 - 20:12 WIB

Trending di NASIONAL