Menu ✖

Mode Gelap
Nasib Nelayan Labuan Mas Kotabaru, Puluhan Tahun Menanti Dermaga yang Tak Kunjung Dibangun Diduga Lakukan Begal Payudara, Pria di Tanah Laut Diamankan Warga Polres Banjarbaru Sita 3,6 Kg Sabu, 13 Tersangka Ditangkap Tujuh Kabupaten di Kalsel Terima Bantuan Karhutla Rp80 Miliar dari Pusat Buruh Harian Tewas Dianiaya di Awang Bangkal Barat, Polisi Amankan Barang Bukti

ADVERTORIAL · 15 Okt 2026 19:07 WIB

Kalsel Panen Bawang Merah di Tengah Kemarau, Perkuat Upaya Pengendalian Inflasi Pangan


 Kalsel Panen Bawang Merah di Tengah Kemarau, Perkuat Upaya Pengendalian Inflasi Pangan Perbesar

Ricek.ID – Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kalimantan Selatan (DPKP Kalsel) terus mendorong penguatan produksi pangan daerah sebagai salah satu langkah strategis mengendalikan inflasi. Upaya tersebut ditandai dengan syukuran panen bawang merah di Desa Alimukim, Kecamatan Pengaron, Kabupaten Banjar pada Rabu (14/10/2026).

Kepala DPKP Kalsel, Syamsir Rahman, mengapresiasi keberhasilan kelompok tani yang mampu menghasilkan panen bawang merah di tengah musim kemarau panjang dan keterbatasan air.

Menurutnya, keberhasilan tersebut menunjukkan bahwa upaya petani dalam menjaga produksi pangan tetap berjalan meskipun menghadapi tantangan kondisi alam.

“Ini luar biasa. Pada musim kemarau yang panjang seperti sekarang, ketika kita kesulitan air, ternyata masih bisa panen. Ini merupakan kekuatan usaha dan kekuatan doa yang dilakukan kelompok tani,” ujarnya.

Syamsir menegaskan, produksi bawang merah memiliki arti penting dalam mendukung ketersediaan pasokan pangan sekaligus membantu mengendalikan tekanan inflasi daerah. Karena itu, keberhasilan panen tersebut diharapkan menjadi motivasi bagi petani untuk terus mengembangkan usaha pertanian secara berkelanjutan.

Ia menyampaikan, pemerintah provinsi akan berupaya membantu memenuhi sejumlah kebutuhan kelompok tani yang masih menjadi kendala dalam pengembangan budidaya bawang merah.

“Dukungan tersebut diarahkan untuk memperkuat kemampuan petani dalam mempertahankan produksi dan meningkatkan hasil pertanian,” ungkapnya.

Bantuan dari Gubernur Kalsel Muhidin, juga disalurkan melalui bidang hortikultura, berupa bibit bawang merah beserta kelengkapan pendukungnya. Dukungan ini diharapkan dapat membantu keberlanjutan budidaya bawang merah di Kabupaten Banjar.

Syamsir meminta para petani agar tidak menyerah menghadapi tantangan produksi, terutama saat kondisi cuaca kurang mendukung. Menurutnya, sektor pertanian harus terus bergerak karena kebutuhan pangan masyarakat akan selalu ada dan menjadi kebutuhan mendasar.

“Petani tidak boleh menyerah. Petani harus tetap berkarya dan berusaha memenuhi kebutuhan pangan kita. Kebutuhan pangan ini sampai kapan pun akan selalu ada. Karena itu, pangan harus menjadi prioritas utama,” tegasnya.

Ia juga mendorong jajaran Dinas Pertanian Kabupaten Banjar untuk terus mendampingi kelompok tani, menjaga semangat produksi, serta memperkuat upaya pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat.

“Melalui pengembangan komoditas hortikultura, termasuk bawang merah, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan berharap produksi pangan lokal semakin kuat, ketergantungan terhadap pasokan dari luar daerah dapat ditekan, dan upaya pengendalian inflasi pangan berjalan berkelanjutan,” pungkasnya.

Sumber : MC Kalsel

Artikel ini telah dibaca 2 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Baca Lainnya

Pemkab Kotabaru Raih Penghargaan CNN Indonesia Awards 2026, Diapresiasi atas Transformasi Digital

6 November 2026 - 21:31 WIB

Gaspol Tangani Dampak Karhutla, Dinkes Banjarbaru Perkuat Posko hingga Fasilitas Medis

6 November 2026 - 17:54 WIB

Pemko Banjarbaru Lantik Pengurus Dewan Kesenian, Siap Jadi Ujung Tombak Pelestarian Budaya

6 November 2026 - 17:51 WIB

Apresiasi Relawan Karhutla, Wali Kota Banjarbaru Salurkan Bantuan Presiden Rp15 Miliar

6 November 2026 - 17:49 WIB

Empat Kelurahan di Banjarbaru Terima Rp200 Juta, Infrastruktur Jadi Prioritas

6 November 2026 - 07:24 WIB

DKP3 Kota Banjarbaru Bekali Poklahsar Teknik Olahan Ikan Bernilai Tinggi

5 November 2026 - 18:16 WIB

Trending di ADVERTORIAL