Menu ✖

Mode Gelap
Polres Banjarbaru Sita 3,6 Kg Sabu, 13 Tersangka Ditangkap Tujuh Kabupaten di Kalsel Terima Bantuan Karhutla Rp80 Miliar dari Pusat Buruh Harian Tewas Dianiaya di Awang Bangkal Barat, Polisi Amankan Barang Bukti Polres Tanah Laut Ungkap 20 Kasus Narkoba Dalam Dua Bulan Karhutla Kabupaten Banjar 937 Kejadian di 6.100 Hektare Lahan

ADVERTORIAL · 27 Okt 2026 19:36 WIB

Karhutla Belum Tuntas, BPBD Kalsel Mulai Petakan Wilayah Rawan Banjir


 Karhutla Belum Tuntas, BPBD Kalsel Mulai Petakan Wilayah Rawan Banjir Perbesar

Ricek.ID – Di tengah penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih berlangsung, Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Kalimantan Selatan (BPBD Kalsel) mulai memetakan wilayah rawan banjir sebagai langkah antisipasi menghadapi musim hujan.

Kepala BPBD Provinsi Kalsel, Ronny Eka Saputra, di Gedung PWI Kalsel, Banjarmasin pada Selasa (27/10/2026) mengatakan persiapan perlu dilakukan sejak dini agar pemerintah daerah tidak terlambat merespons potensi bencana ketika intensitas hujan meningkat.

“Kami sudah mulai memetakan potensi-potensi dan wilayah-wilayah yang rawan terdapat banjir. Walaupun karhutla saat ini belum selesai, kami khawatir apabila nanti karhutla selesai, kita justru terlambat mengantisipasi,” ujarnya.

Ronny menjelaskan, BPBD Kalsel telah mulai mengoordinasikan langkah kesiapsiagaan dengan pemerintah kabupaten dan kota. Daerah diminta mempersiapkan upaya antisipasi banjir seiring semakin dekatnya musim penghujan.

“Mulai sekarang kami sudah mengingatkan kawan-kawan kabupaten dan kota agar bersiap-siap. Musim penghujan sudah dekat, sehingga persiapan untuk mengantisipasi banjir harus segera dilakukan,” katanya.

Menurut Ronny, penanganan karhutla dan kesiapsiagaan menghadapi banjir perlu berjalan beriringan. Pemerintah tidak boleh menunggu satu jenis bencana selesai sepenuhnya untuk mulai mempersiapkan penanganan risiko bencana lainnya.

Perubahan kondisi cuaca menjadi salah satu pertimbangan penting. Hujan yang mulai turun di sejumlah wilayah Kalsel turut memengaruhi perkembangan karhutla, tetapi pada saat bersamaan memerlukan kesiapan menghadapi potensi genangan dan banjir.

BPBD Kalsel pun mulai mengidentifikasi kawasan yang berpotensi terdampak agar langkah pencegahan dapat disiapkan lebih awal. Koordinasi dengan pemerintah kabupaten dan kota diharapkan memperkuat kesiapan personel serta pelaksanaan langkah mitigasi sesuai karakteristik kerawanan masing-masing daerah.

Di sisi lain, penanganan karhutla tetap dilanjutkan. BPBD mencatat adanya penurunan titik api yang cukup signifikan pada Selasa (27/10/2026), yang diduga dipengaruhi hujan sehari sebelumnya. Namun, operasi pemadaman masih berlangsung hingga kondisi kebakaran benar-benar terkendali.

Ronny berharap pemerintah kabupaten dan kota dapat segera menindaklanjuti pemetaan wilayah rawan banjir dengan persiapan yang sesuai kebutuhan di lapangan. Dengan demikian, upaya penanggulangan karhutla tetap berjalan, sementara potensi bencana saat musim hujan dapat diantisipasi lebih awal.

Sumber : MC Kalsel

Artikel ini telah dibaca 1 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Baca Lainnya

Pemprov Kalsel Uji Efektivitas Pemadaman Karhutla dengan Cairan Surfaktan untuk Operasi Water Bombing

31 Oktober 2026 - 11:33 WIB

Perluas Lapangan Pekerjaan & Tekan Angka Pengangguran, ‎Gubernur Apresiasi Program POLIRAN Polda Kalsel

31 Oktober 2026 - 11:22 WIB

Perkuat Sinergi untuk Pendidikan Anak Usia Dini, Bunda PAUD Kalsel Hadiri Milad ke-24 IGRA

31 Oktober 2026 - 11:10 WIB

PWI & PT Pelsart Bagikan Bantuan Tandon Air untuk Warga Terdampak Krisis Air Bersih di Kotabaru

30 Oktober 2026 - 17:26 WIB

Pemkab Kotabaru Gelar Bimtek Peningkatan Kapasitas Pengelola Perpustakaan Sekolah

29 Oktober 2026 - 17:13 WIB

Berkolaborasi Bantu Warga Hadapi Krisis Air Bersih, PT PTK & PWI Kotabaru Akan Salurkan Bantuan Tandon Air

29 Oktober 2026 - 12:12 WIB

Trending di ADVERTORIAL