Ricek.ID – Dalam menghadapi tuntutan pelayanan publik yang terus berkembang, penguatan kompetensi, integritas, dan kedisiplinan menjadi bekal penting bagi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Untuk itu, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Pemprov Kalsel) melalui Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDMD) Provinsi Kalsel menggelar Orientasi PPPK Angkatan I–X di lingkungan Pemprov Kalsel.
Kegiatan tersebut dibuka oleh Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan, Muhammad Syarifuddin, di Aula Kampus II BPSDMD Provinsi Kalsel pada Rabu (28/10/2026).
Syarifuddin dalam arahannya menegaskan bahwa aparatur pemerintah dituntut mampu memberikan pelayanan yang cepat, mudah, dan terbuka. Oleh karena itu, setiap PPPK perlu terus meningkatkan kapasitas diri, menguasai perkembangan teknologi, serta membangun kemampuan bekerja sama lintas bidang.
“Keahlian yang tinggi tidak akan berarti apabila tidak disertai dengan kejujuran dan kedisiplinan. Saya berharap saudara menjadi aparatur yang hadir dengan inisiatif dan kepedulian, serta mampu mencari solusi ketika menemukan persoalan dalam pelayanan,” ujarnya.
Sekda juga mengingatkan bahwa status PPPK menuntut tanggung jawab terhadap kinerja dan kepatuhan pada ketentuan yang berlaku. Kedisiplinan harus diterapkan sejak hari pertama bekerja, bukan hanya ketika menghadapi evaluasi kinerja.

Menurutnya, orientasi tidak sekadar menjadi kegiatan formalitas, tetapi harus menjadi kesempatan bagi peserta untuk memahami nilai-nilai dasar ASN dan menerapkannya dalam lingkungan kerja masing-masing.
“Jangan merasa puas dengan pekerjaan yang ada saat ini. Dinamika pekerjaan terus berkembang, begitu pula teknologi. Karena itu, jangan berhenti belajar dan terus menyesuaikan diri dengan kebutuhan pekerjaan,” tambah Syarifuddin.
Sementara itu Kepala BPSDMD Provinsi Kalsel, Faried Fakhmansyah, menjelaskan bahwa orientasi kali ini diikuti oleh 400 PPPK yang terbagi dalam 10 angkatan, dengan masing-masing angkatan berjumlah 40 orang.
Ia menyampaikan bahwa orientasi merupakan bagian dari pembekalan wajib bagi PPPK untuk mengenal tata cara bekerja di lingkungan pemerintahan, memahami nilai dasar ASN BerAKHLAK, serta memperkuat orientasi pelayanan kepada masyarakat.
“Ujung dari pembelajaran ini adalah bagaimana PPPK, sebagaimana ASN lainnya, dapat memberikan pelayanan publik yang lebih baik. Kami berharap seluruh peserta mampu meningkatkan kompetensi, profesionalisme, dan kinerjanya setelah mengikuti orientasi,” jelasnya.
Pelaksanaan orientasi menggunakan kurikulum terbaru dari Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI, yang mencakup pengenalan fungsi dan tugas ASN, pengenalan nilai dan etika pada instansi pemerintah, serta pembelajaran mandiri yang dilanjutkan dengan evaluasi peserta.
Kasubbid Kompetensi Pimpinan Daerah dan Prajabatan BPSDMD Provinsi Kalsel, Izzati Mulia Fardani, dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan membekali peserta dengan pengetahuan mengenai nilai dan etika instansi pemerintah, pemahaman tugas dan fungsi ASN, serta pembentukan sikap dan perilaku kerja profesional guna mendukung terwujudnya birokrasi berkelas dunia.
Dari total 400 peserta, dua angkatan mengikuti pembukaan secara klasikal, sedangkan peserta lainnya mengikuti melalui Zoom Meeting.
Rangkaian orientasi dilaksanakan di Kampus I dan II BPSDMD Provinsi Kalsel mulai 28 Oktober hingga 25 November 2026.
Melalui kegiatan ini, Pemprov Kalsel berharap para PPPK mampu menjalankan tugas secara profesional, berintegritas, disiplin, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi, sekaligus berkontribusi dalam peningkatan kualitas pelayanan publik di Kalimantan Selatan.
Sumber : MC Kalsel














