Menu

Mode Gelap
Mobil Terlibat Insiden di SPBU Pelaihari, Pertamina Pastikan Tak Ada Korban Jiwa Perempuan di Pengaron Banjar Ditemukan Tewas di Sawah, Polisi Selidiki Dugaan Pembunuhan Dugaan Penimbunan Solar Disorot dalam Demo Sopir Truk Kalsel Warga Kertak Hanyar Geger, Pria Tanpa Identitas Ditemukan Tewas di Kontrakan Tragedi di Sungai Tunjang, Empat ABK Tewas di Dalam Ruang Sempit Kapal

DAERAH · 19 Jan 2026 17:38 WIB

Akibat Banjir, Ratusan Pembudi Daya Ikan di Kabupaten Banjar Rugi Rp4,4 Miliar


 Keramba jala apung hancur akibat banjir. Foto: istimewa Perbesar

Keramba jala apung hancur akibat banjir. Foto: istimewa

Martapura, Ricek.ID — Tercatat 151 pembudi daya ikan di Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, menanggung kerugian besar akibat banjir. Estimasi total kerugian mencapai Rp4.463.865.000, dengan komoditas ikan nila sebagai kerugian terbesar, Senin (19/1/2026).

​Kepala Seksi Pengelolaan dan Pembudidayaan Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) Banjar, Apriyani Mindra Waspodo, mengatakan banjir menyebabkan air meluap dan menghanyutkan ikan yang berada di dalam Keramba Jala Apung (KJA).

​”Akibat luapan air, ikan di dalam keramba banyak yang lepas. Berdasarkan data kami, dampak banjir ini meluas mulai dari wilayah hulu di Karang Intan hingga ke Martapura Barat,” ujar Apri.

​Apri mengeklaim, pihaknya telah memberikan imbauan dini kepada para pembudi daya sebelum banjir tiba. Namun, banyak pembudi daya yang tidak bisa menghentikan operasional atau memanen ikan lebih awal karena kerja sama dengan penyedia pakan.

​”Para pembudi daya harus mengejar target penjualan sesuai kerja sama dengan penyedia pakan, sehingga proses pembudidayaan tetap berjalan meski ada risiko banjir,” lanjutnya.

​Hingga saat ini, pihak DKPP Banjar masih terus melakukan pendataan di lapangan. Angka kerugian Rp4,4 miliar tersebut masih bersifat sementara dan berpotensi meningkat seiring dengan proses pemulihan pasca-banjir.

​”Data ini adalah laporan sementara pembudi daya ikan yang terdampak di Kabupaten Banjar. Kami mengimbau bagi pembudi daya yang mengalami kerugian namun belum terdata agar segera melapor secara mandiri kepada kami,” tutup Apri.

Pewarta: Haris Pranata
Editor: Hendra

Artikel ini telah dibaca 4 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
Baca Lainnya

DPRD Kotabaru Sahkan Dua Raperda dalam Rapat Paripurna Masa Persidangan III

4 Juli 2026 - 21:25 WIB

DPMD Kotabaru Prioritaskan Percepatan Dana Desa & Pilkades Serentak 2026

4 Juli 2026 - 20:25 WIB

LPKSM Borneo Kalimantan Dorong Percepatan Pemulihan Kelistrikan Kaltim dan Perlindungan Hak Konsumen

3 Juli 2026 - 19:49 WIB

Perkuat Pelayanan Publik yang Responsif & Akuntabel, Pemkab Kotabaru Gelar Sosialisasi SP4N-LAPOR

3 Juli 2026 - 14:35 WIB

Keluhan Keluarga Pasien Mencuat, Kadinkes Kotabaru Angkat Bicara Mengenai Pelayanan RSUD Pangeran Jaya Sumitra

3 Juli 2026 - 11:58 WIB

Siaga Karhutla, Pemkab Banjar Fokuskan Pengawasan di Enam Kecamatan

2 Juli 2026 - 18:27 WIB

Trending di ADVERTORIAL