KOTABARU, Ricek.ID – Keluhan terhadap pelayanan di RSUD Pangeran Jaya Sumitra (PJS) Kotabaru kembali mencuat. Kali ini datang dari pihak keluarga almarhumah Arbayah (51), yang mengaku kecewa atas penanganan medis pascaoperasi hingga proses penanganan jenazah setelah pasien dinyatakan meninggal dunia.
Menurut keterangan keluarga, Arbayah menjalani perawatan di Ruang Bedah Kerapu E sejak 11 Mei 2026 setelah didiagnosis menderita anemia berat dengan kadar hemoglobin (HB) sekitar 2. Selain itu, tim medis juga menemukan benjolan di bagian atas payudara atau ketiak sebelah kanan yang kemudian memerlukan tindakan operasi.
Selama menjalani perawatan, almarhumah diketahui menjalani dua kali operasi, masing-masing pada 18 Mei 2026 dan 27 Juni 2026. Namun, kondisi kesehatan pasien terus menurun hingga akhirnya meninggal dunia pada Selasa, 30 Juni 2026, sekitar pukul 05.30 WITA.
Selain persoalan penanganan jenazah, pihak keluarga juga mengeluhkan sejumlah hal selama proses perawatan. Mereka mengaku beberapa kali diminta membeli obat di apotek luar karena obat yang dibutuhkan tidak tersedia atau tidak ditanggung oleh pihak RSUD Pangeran Jaya Sumitra. Kondisi tersebut, menurut keluarga, menambah beban biaya selama pasien menjalani perawatan.
Keluarga juga menyampaikan kekecewaan saat proses pemulangan jenazah. Mereka mengaku harus menggunakan jasa ambulans swasta dengan biaya sendiri karena saat itu ambulans milik rumah sakit disebut tidak tersedia untuk mengantarkan jenazah ke rumah duka.
Kekecewaan keluarga kembali bertambah ketika mereka meminta agar perban bekas operasi dibuka dan luka dibersihkan sebelum jenazah dibawa pulang untuk dimandikan sesuai tata cara pemulasaraan jenazah.
Namun, menurut pihak keluarga, permintaan tersebut tidak dipenuhi oleh petugas rumah sakit. Petugas disebut menyampaikan alasan pembukaan perban dikhawatirkan dapat memicu pendarahan selama perjalanan menuju rumah duka. Kekhawatiran itu disebut berkaitan dengan kondisi almarhumah yang sebelumnya sempat mengalami pendarahan hebat saat menjalani operasi kedua.
“Kami hanya ingin jenazah ibu dibersihkan dengan layak sebelum dimandikan di rumah. Tetapi permintaan itu tidak dilakukan oleh pihak rumah sakit,” ungkap suami almarhumah.
Menanggapi adanya keluhan tersebut, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kotabaru, Erwin Simanjuntak, pada Kamis (2/7/2026) mengaku menyayangkan peristiwa yang dialami oleh keluarga pasien. Menurutnya, pelayanan kesehatan harus selalu mengedepankan aspek profesionalisme, komunikasi yang baik, dan kepuasan masyarakat.
Erwin menjelaskan RSUD Pangeran Jaya Sumitra saat ini telah menerapkan pola pengelolaan keuangan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), sehingga rumah sakit memiliki fleksibilitas dalam mengelola anggaran pelayanan.
Melalui mekanisme tersebut, kebutuhan operasional seperti pengadaan dan persediaan obat-obatan, alat kesehatan, maupun penyediaan ambulans untuk menunjang mobilitas pelayanan kepada masyarakat dapat diakses dan dipenuhi secara lebih cepat sesuai ketentuan yang berlaku.
“Kami tentu menyayangkan apa yang dialami oleh keluarga pasien. RSUD Pangeran Jaya Sumitra sudah memiliki dana BLUD yang dapat dimanfaatkan secara langsung untuk mendukung kebutuhan pelayanan, termasuk pengadaan dan persediaan obat-obatan maupun ambulans guna menunjang pelayanan kepada masyarakat. Kami berharap pelayanan terus ditingkatkan agar kejadian seperti ini tidak kembali menimbulkan keluhan dari masyarakat,” ujarnya.
Peristiwa ini kembali memunculkan sorotan masyarakat terhadap kualitas pelayanan di RSUD Pangeran Jaya Sumitra. Keluhan yang disampaikan keluarga mencakup penanganan medis, ketersediaan obat, fasilitas ambulans hingga prosedur penanganan jenazah, sehingga diharapkan menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan mutu pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
Hingga berita ini diterbitkan, masih dilakukan konfirmasi dan hak jawab dari pihak manajemen RSUD Pangeran Jaya Sumitra Kotabaru terkait seluruh keluhan yang disampaikan keluarga pasien, termasuk mengenai pengadaan obat, ketersediaan ambulans, serta prosedur penanganan jenazah pascaoperasi.













