Menu

Mode Gelap
Perempuan di Pengaron Banjar Ditemukan Tewas di Sawah, Polisi Selidiki Dugaan Pembunuhan Dugaan Penimbunan Solar Disorot dalam Demo Sopir Truk Kalsel Warga Kertak Hanyar Geger, Pria Tanpa Identitas Ditemukan Tewas di Kontrakan Tragedi di Sungai Tunjang, Empat ABK Tewas di Dalam Ruang Sempit Kapal Presiden Prabowo Sumbangkan “Rozak” Jadi Hewan Kurban Di Kabupaten Banjar

ADVERTORIAL · 8 Jun 2026 15:15 WIB

Anggota Komisi II DPRD Banjar Dorong Pembudidaya Sisihkan Sebagian Papuyu sebagai Bibit & Indukan


 Anggota Komisi II DPRD Banjar Dorong Pembudidaya Sisihkan Sebagian Papuyu sebagai Bibit & Indukan Perbesar

Ricek.ID – Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Banjar, M. Zaini, dorong para pembudidaya ikan papuyu untuk tidak hanya berorientasi pada penjualan hasil panen, tetapi juga mempersiapkan bibit dan indukan guna menjaga keberlanjutan usaha budidaya.

Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri panen perdana ikan papuyu hasil budidaya kolam bundar di Desa Lok Baintan Luar, Kecamatan Sungai Tabuk pada Senin (8/6/2026).

Menurut Zaini, keberhasilan panen perdana menjadi bukti budidaya ikan papuyu lokal memiliki prospek yang menjanjikan untuk terus dikembangkan di Kabupaten Banjar. Namun demikian, keberlanjutan program harus menjadi perhatian utama para kelompok pembudidaya.

“Harapan kami hasil panen ini jangan semuanya dijual. Sebagian bisa disisihkan untuk dijadikan bibit sehingga budidaya ini terus berjalan dan berkembang,” ujarnya,

Zaini mengakui selama proses budidaya terdapat sejumlah kendala yang dihadapi para petani ikan, mulai dari perubahan cuaca hingga serangan penyakit seperti jamur. Meski demikian, hasil yang diperoleh dinilai cukup menggembirakan.

“Memang ada beberapa kendala di lapangan, seperti ada kolam yang sempat terserang jamur. Tetapi secara keseluruhan Alhamdulillah hasilnya sudah terlihat dan cukup baik,” katanya.

Zaini juga menekankan pentingnya pemilihan indukan berkualitas untuk menunjang pengembangan budidaya. Menurutnya, ikan papuyu berukuran besar yang mayoritas berjenis kelamin betina dapat dimanfaatkan sebagai indukan untuk menghasilkan benih secara mandiri.

“Yang ukuran besar itu umumnya betina. Ini yang perlu dipilih dan dipelihara sebagai indukan agar nantinya tidak selalu bergantung pada pasokan bibit dari luar,” jelasnya.

Selain bernilai ekonomi, budidaya papuyu juga dinilai memiliki peran penting dalam menjaga kelestarian ikan lokal khas Kalimantan Selatan. Ia menyebut papuyu Banjar memiliki cita rasa yang berbeda dibandingkan daerah lain sehingga berpotensi menjadi komoditas unggulan daerah.

“Banyak tamu dari luar daerah yang mengakui rasa papuyu Banjar memang berbeda. Ini menjadi potensi yang harus terus kita jaga dan kembangkan,” ungkapnya.

Melalui pengembangan budidaya yang berkelanjutan, Komisi II DPRD Kabupaten Banjar berharap populasi ikan papuyu lokal tetap terjaga sekaligus mampu meningkatkan pendapatan masyarakat yang bergerak di sektor perikanan budidaya.

“Mudah-mudahan program seperti ini terus berkembang dan semakin banyak masyarakat yang membudidayakan ikan lokal sebagai bagian dari upaya pelestarian sekaligus peningkatan ekonomi warga,” pungkasnya.

Artikel ini telah dibaca 3 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
Baca Lainnya

ASN ESDM Kalsel Ditetapkan Tersangka Dugaan Pungli Perizinan Tambang

8 Juni 2026 - 19:32 WIB

Pemprov Kalsel Jaga Inflasi Tetap Terkendali melalui Operasi Pasar & Gerakan Pangan Murah

8 Juni 2026 - 19:27 WIB

Sosialisasikan Perbup Insentif Investasi, Pemkab Banjar Berupaya Perkuat Daya Saing Daerah

8 Juni 2026 - 19:19 WIB

Cegah Pemborosan Anggaran, Lisa Halaby Minta Jajarannya Inovatif Gali Pendapatan

8 Juni 2026 - 19:14 WIB

Sasar Pemuda di Desa Limamar, Disbudporapar Banjar Kembali Gelar Pelatihan Saran Dinda

8 Juni 2026 - 19:09 WIB

Siapkan SIRUMIJA, Dinas PUPR Kalsel Akan Optimalkan Potensi PAD dari Ruang Milik Jalan

8 Juni 2026 - 19:05 WIB

Trending di DAERAH