Menu ✖

Mode Gelap
Polres Banjarbaru Sita 3,6 Kg Sabu, 13 Tersangka Ditangkap Tujuh Kabupaten di Kalsel Terima Bantuan Karhutla Rp80 Miliar dari Pusat Buruh Harian Tewas Dianiaya di Awang Bangkal Barat, Polisi Amankan Barang Bukti Polres Tanah Laut Ungkap 20 Kasus Narkoba Dalam Dua Bulan Karhutla Kabupaten Banjar 937 Kejadian di 6.100 Hektare Lahan

ADVERTORIAL · 8 Jun 2026 15:15 WIB

Anggota Komisi II DPRD Banjar Dorong Pembudidaya Sisihkan Sebagian Papuyu sebagai Bibit & Indukan


 Anggota Komisi II DPRD Banjar Dorong Pembudidaya Sisihkan Sebagian Papuyu sebagai Bibit & Indukan Perbesar

Ricek.ID – Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Banjar, M. Zaini, dorong para pembudidaya ikan papuyu untuk tidak hanya berorientasi pada penjualan hasil panen, tetapi juga mempersiapkan bibit dan indukan guna menjaga keberlanjutan usaha budidaya.

Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri panen perdana ikan papuyu hasil budidaya kolam bundar di Desa Lok Baintan Luar, Kecamatan Sungai Tabuk pada Senin (8/6/2026).

Menurut Zaini, keberhasilan panen perdana menjadi bukti budidaya ikan papuyu lokal memiliki prospek yang menjanjikan untuk terus dikembangkan di Kabupaten Banjar. Namun demikian, keberlanjutan program harus menjadi perhatian utama para kelompok pembudidaya.

“Harapan kami hasil panen ini jangan semuanya dijual. Sebagian bisa disisihkan untuk dijadikan bibit sehingga budidaya ini terus berjalan dan berkembang,” ujarnya,

Zaini mengakui selama proses budidaya terdapat sejumlah kendala yang dihadapi para petani ikan, mulai dari perubahan cuaca hingga serangan penyakit seperti jamur. Meski demikian, hasil yang diperoleh dinilai cukup menggembirakan.

“Memang ada beberapa kendala di lapangan, seperti ada kolam yang sempat terserang jamur. Tetapi secara keseluruhan Alhamdulillah hasilnya sudah terlihat dan cukup baik,” katanya.

Zaini juga menekankan pentingnya pemilihan indukan berkualitas untuk menunjang pengembangan budidaya. Menurutnya, ikan papuyu berukuran besar yang mayoritas berjenis kelamin betina dapat dimanfaatkan sebagai indukan untuk menghasilkan benih secara mandiri.

“Yang ukuran besar itu umumnya betina. Ini yang perlu dipilih dan dipelihara sebagai indukan agar nantinya tidak selalu bergantung pada pasokan bibit dari luar,” jelasnya.

Selain bernilai ekonomi, budidaya papuyu juga dinilai memiliki peran penting dalam menjaga kelestarian ikan lokal khas Kalimantan Selatan. Ia menyebut papuyu Banjar memiliki cita rasa yang berbeda dibandingkan daerah lain sehingga berpotensi menjadi komoditas unggulan daerah.

“Banyak tamu dari luar daerah yang mengakui rasa papuyu Banjar memang berbeda. Ini menjadi potensi yang harus terus kita jaga dan kembangkan,” ungkapnya.

Melalui pengembangan budidaya yang berkelanjutan, Komisi II DPRD Kabupaten Banjar berharap populasi ikan papuyu lokal tetap terjaga sekaligus mampu meningkatkan pendapatan masyarakat yang bergerak di sektor perikanan budidaya.

“Mudah-mudahan program seperti ini terus berkembang dan semakin banyak masyarakat yang membudidayakan ikan lokal sebagai bagian dari upaya pelestarian sekaligus peningkatan ekonomi warga,” pungkasnya.

Artikel ini telah dibaca 11 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Baca Lainnya

PWI & PT Pelsart Bagikan Bantuan Tandon Air untuk Warga Terdampak Krisis Air Bersih di Kotabaru

30 Oktober 2026 - 17:26 WIB

Pemkab Kotabaru Gelar Bimtek Peningkatan Kapasitas Pengelola Perpustakaan Sekolah

29 Oktober 2026 - 17:13 WIB

Berkolaborasi Bantu Warga Hadapi Krisis Air Bersih, PT PTK & PWI Kotabaru Akan Salurkan Bantuan Tandon Air

29 Oktober 2026 - 12:12 WIB

PDI Perjuangan Nias Utara Gelar Aksi Sosial Berbagi Sembako di Hari Sumpah Pemuda ke-98

29 Oktober 2026 - 10:05 WIB

Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 di Polres Tanah Laut, Teguhkan Semangat Patriotisme & Kepedulian

28 Oktober 2026 - 20:25 WIB

Peringati Hari Sumpah Pemuda ke-98, Pemkab Kotabaru Ajak Pemuda Berkontribusi bagi Masyarakat

28 Oktober 2026 - 20:22 WIB

Trending di ADVERTORIAL