Menu

Mode Gelap
Mobil Terlibat Insiden di SPBU Pelaihari, Pertamina Pastikan Tak Ada Korban Jiwa Perempuan di Pengaron Banjar Ditemukan Tewas di Sawah, Polisi Selidiki Dugaan Pembunuhan Dugaan Penimbunan Solar Disorot dalam Demo Sopir Truk Kalsel Warga Kertak Hanyar Geger, Pria Tanpa Identitas Ditemukan Tewas di Kontrakan Tragedi di Sungai Tunjang, Empat ABK Tewas di Dalam Ruang Sempit Kapal

DPRD · 2 Des 2025 22:48 WIB

APBD 2026 Balangan Diarahkan pada Reformasi Perencanaan dan Penguatan PAD


 Juru Bicara Badan Anggaran (Banggar) DPRD Balangan, Ahmad Baihaki, dalam rapat pembahasan anggaran, Selasa (2/12/2025). Perbesar

Juru Bicara Badan Anggaran (Banggar) DPRD Balangan, Ahmad Baihaki, dalam rapat pembahasan anggaran, Selasa (2/12/2025).

Balangan, Ricek.ID – Penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2026 di Kabupaten Balangan diproyeksikan bakal lebih menekankan pada reformasi perencanaan serta optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Hal ini disampaikan oleh Juru Bicara Badan Anggaran (Banggar) DPRD Balangan, Ahmad Baihaki, dalam rapat pembahasan anggaran, Selasa (2/12/2025).

Baihaki menilai kedua aspek tersebut menjadi faktor kunci dalam memperkuat kapasitas fiskal daerah, terutama di tengah tuntutan efisiensi anggaran yang semakin tinggi.

Ia menegaskan bahwa kualitas perencanaan akan menentukan sejauh mana anggaran dapat digunakan secara efektif dan mampu menjawab kebutuhan nyata masyarakat.

Menurutnya, perencanaan harus disusun secara akurat berbasis data dan mengakomodasi aspirasi publik melalui partisipasi masyarakat yang lebih luas.

“Perencanaan yang baik harus berdasarkan data yang tepat. Dengan demikian, anggaran yang disusun benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat,” ujarnya.

Lebih lanjut, Baihaki menjelaskan bahwa reformasi perencanaan merupakan bagian penting dari upaya memperbaiki tata kelola pemerintahan.

Dengan perencanaan yang lebih terarah, potensi tumpang tindih program dapat diminimalkan, pemborosan anggaran dapat ditekan, dan kualitas pembangunan dapat ditingkatkan.

Di sisi lain, optimalisasi PAD juga menjadi sorotan. Baihaki menilai bahwa daerah perlu menerapkan strategi inovatif untuk memperluas sumber pendapatan, memperkuat sistem pemungutan, dan meningkatkan pengawasan guna mencegah kebocoran.

Peningkatan PAD dianggap sebagai kunci untuk mengurangi ketergantungan pada dana transfer pemerintah pusat.

Dengan fondasi pendapatan yang lebih kuat, Kabupaten Balangan diyakini dapat memiliki ruang fiskal yang lebih leluasa untuk menjalankan program prioritas yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Baihaki berharap sinergi antara reformasi perencanaan dan penguatan PAD dapat menjadikan APBD 2026 lebih tepat sasaran, responsif terhadap tantangan daerah, dan memberikan manfaat nyata bagi seluruh warga Balangan.

Artikel ini telah dibaca 14 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
Baca Lainnya

UNIVSM & Kementerian Hukum Perkuat Ekosistem Kekayaan Intelektual serta Pos Bantuan Hukum di Balangan

24 Juni 2026 - 18:31 WIB

DPRD Banjar Akhirnya Tuntaskan Proses PAW Kursi yang Kosong

17 Juni 2026 - 16:01 WIB

Ketua DPRD Kalsel Siap Fasilitasi Aspirasi Mahasiswa & Undang Anggota DPR RI Dapil Kalsel

16 Juni 2026 - 17:36 WIB

Ketua DPRD Banjar Apresiasi Antusias Ribuan Santri dalam Pawai Muharam 1448 Hijriah

16 Juni 2026 - 11:43 WIB

Saidi Mansyur Sampaikan Jawaban Fraksi DPRD Banjar & Serahkan Pertanggungjawaban APBD 2025

12 Juni 2026 - 09:16 WIB

DPRD Banjar Dorong Pemkab Bentuk Tim Khusus Tangani Tanggul PT MMI yang Jebol

8 Juni 2026 - 20:03 WIB

Trending di ADVERTORIAL