Menu

Mode Gelap
Mobil Terlibat Insiden di SPBU Pelaihari, Pertamina Pastikan Tak Ada Korban Jiwa Perempuan di Pengaron Banjar Ditemukan Tewas di Sawah, Polisi Selidiki Dugaan Pembunuhan Dugaan Penimbunan Solar Disorot dalam Demo Sopir Truk Kalsel Warga Kertak Hanyar Geger, Pria Tanpa Identitas Ditemukan Tewas di Kontrakan Tragedi di Sungai Tunjang, Empat ABK Tewas di Dalam Ruang Sempit Kapal

PERTANIAN · 20 Sep 2024 12:31 WIB

Apresiasi Penenaman Padi Apung di Bekas Tambang, Sarwani: Ini Pertama di Kalsel


 Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Suka Makmur Desa Sungkai Baru, Kecamatan Simpang Empat, menanam padi dengan sistem terapung di lokasi bekas tambang. foto-istimewa Perbesar

Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Suka Makmur Desa Sungkai Baru, Kecamatan Simpang Empat, menanam padi dengan sistem terapung di lokasi bekas tambang. foto-istimewa

Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Suka Makmur Desa Sungkai Baru, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Banjar, menanam padi dengan sistem terapung di lokasi bekas tambang.

Penanaman uji coba ini difasilitasi PT Alianisa selaku pemilik lahan. Setidaknya 200 pot padi ditanam dari bantuan Dinas Petanian Banjar dan Kalsel, yang digelar Kamis (19/9) kemarin.

Turut hadir perwakilan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kalsel, Kepala Dinas Pertanian Banjar Warsita, camat setempat, aparat desa, perwakilan PT Alianisa, dan para petani.

Anggota DPRD Kalsel, Ahmad Sarwani, mengapresiasi penuh inovasi padi apung tersebut, yang merupakan pertama di Kalsel.

“Penanaman padi apung dilakukan di lahan pasca-tambang. Berada di lahan milik PT Alianias seluas kurang lebih 10 hektare,” ujar Sarwani, Jumat (20/9/2024).

Politisi Partai NasDem itu menjelaskan, sebelum padi apung, lahan tersebut juga dimanfaatkan untuk budidaya ikan.

Menurutnya, hasil panennya cukup memuaskan. Empat kali panen, dengan hampir 5 ton ikan sekali panennya.

“Karena sukses budidaya ikan, lalu diuji coba penanaman padi apung. Mudah-mudahan dapat sukses panen dan menjadi lahan yang produktif bagi petani setempat,” papar Sarwani.

Lebih jauh ia menjelaskan, bahwa benih padi yang ditanam adalah varietas inpari nutri zinc.Varian ini diklaim punya kandungan zinc lebih tinggi dari varietas padi lainnya.

“Dari yang saya baca, padi ini dapat membantu mengatasi problem stunting,” tutur Sarwani.

Ia berharap, ke depannya kawasan ini menjadi percontohan bagi pengembangan ekonomi pertanian.

“Perhatian serius dari Pemkab Banjar dan Pemprov sangat perlu guna pengembangan pertanian, yang pada akhirnya dapat menguntungkan para petani,” pungkasnya.

Artikel ini telah dibaca 116 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
Baca Lainnya

90 Persen Perusahaan Sawit Telah Naikkan Harga TBS di Tingkat Petani

18 Juni 2026 - 16:49 WIB

Siap Perkuat Ketahanan Pangan Nasional, Kalsel Dukung Penuh Program Cetak Sawah 2026

7 Juni 2026 - 08:37 WIB

BPSPTPH Kalsel Dorong Modernisasi Pertanian melalui Sekolah Lapang Drone Pertanian

4 Juni 2026 - 20:10 WIB

Luas Tambah Tanam Padi di Kalsel Hingga Mei 2026 Tembus 244.873 Hektare

2 Juni 2026 - 19:56 WIB

Undang Pengelola SPPG, DPKP Kalsel Siapkan Pelatihan Penggunaan Test Kit Keamanan Pangan

2 Juni 2026 - 19:48 WIB

Pasokan Aman, Wamentan Jamin Ketersediaan Hewan Kurban Nasional

28 Mei 2026 - 19:59 WIB

Trending di EKOBIS