Menu

Mode Gelap
Viral Video IGD Puskesmas Sungai Ulin, Wali Kota Banjarbaru Jenguk Pasien di RSUD Ratu Zalecha Kandang Ayam dan Truk Terbakar di Pelaihari, Kerugian Ditaksir Ratusan Juta Rupiah Kabut Asap Karhutla Ganggu Pengendara di Jalur Tanah Laut–Banjarbaru, Polisi Beri Imbauan Karhutla Berkobar di Liang Anggang Banjarbaru, Jalur Banjarbaru–Bati-Bati Ditutup Total Kabut Asap Karhutla Selimuti Bati-Bati hingga Banjarbaru, Pengendara Pilih Berhenti

ADVERTORIAL · 3 Jul 2026 15:20 WIB

Banjir Pasokan Telur dari Jawa Diduga Buat Harga di Tingkat Peternak Anjlok, Disdag Kalsel Siapkan Mitigasi


 Banjir Pasokan Telur dari Jawa Diduga Buat Harga di Tingkat Peternak Anjlok, Disdag Kalsel Siapkan Mitigasi Perbesar

Ricek.ID – Dinas Perdagangan Provinsi Kalimantan Selatan (Disdag Kalsel) mulai menyusun langkah penanganan menyusul anjloknya harga telur ayam ras yang dikeluhkan peternak lokal. Salah satu faktor yang menjadi perhatian adalah meningkatnya pasokan telur dari Pulau Jawa yang diduga menekan harga jual di Kalsel.

Persoalan tersebut mengemuka dalam audiensi antara Dinas Perdagangan Kalimantan Selatan dan Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat Indonesia (Pinsar) Kalsel di Banjarbaru pada Kamis (2/7/2026).

Kepala Bidang Pengembangan Perdagangan Dalam Negeri (PPDN) Dinas Perdagangan Kalsel, Adilla Redha Yanti, mengatakan pihaknya telah menerima berbagai masukan dari pelaku usaha perunggasan dan akan menindaklanjutinya melalui koordinasi dengan instansi terkait.

“Kami telah menerima berbagai informasi dari Pinsar mengenai kondisi harga telur saat ini. Seluruh masukan akan kami pelajari dan ditindaklanjuti melalui mitigasi serta koordinasi bersama stakeholder terkait,” ujarnya.

Menurut Adilla, Kalsel sebenarnya berada dalam kondisi surplus produksi telur ayam ras. Namun, masuknya pasokan dari luar daerah, khususnya Pulau Jawa, dinilai ikut memengaruhi keseimbangan pasar sehingga harga di tingkat peternak terus mengalami penurunan.

Ia mengungkapkan, harga telur yang pada kondisi normal berada di kisaran Rp30 ribu per kilogram kini turun menjadi sekitar Rp26 ribu, bahkan di beberapa transaksi tercatat hanya Rp22.500 per kilogram.

“Informasi yang kami terima menunjukkan harga telur mengalami penurunan cukup tajam. Kondisi ini tentu menjadi perhatian kami karena berkaitan dengan stabilitas harga komoditas di daerah,” katanya.

Meski demikian, Adilla menjelaskan Disdag Kalsel tidak memiliki kewenangan untuk membatasi arus distribusi komoditas antardaerah. Oleh sebab itu, penyelesaiannya memerlukan sinergi lintas instansi.

“Kami tidak memiliki kewenangan melakukan penindakan terhadap distribusi barang. Karena itu, persoalan ini akan kami bahas bersama Satgas Pangan, Dinas Perkebunan dan Peternakan, serta pihak-pihak terkait lainnya untuk mencari solusi terbaik,” jelasnya.

Sementara itu, perwakilan Pinsar Kalsel, Sugeng, menilai kondisi saat ini sudah sangat memberatkan peternak rakyat. Menurutnya, harga jual telur telah berada di bawah biaya produksi sehingga banyak peternak mulai mengalami kerugian.

Ia menjelaskan biaya produksi telur di Kalsel saat ini diperkirakan mencapai sekitar Rp29 ribu per kilogram, sehingga harga yang layak bagi peternak berada di kisaran Rp30 ribu per kilogram.

“Selisih harga yang terjadi sekarang sangat besar. Dengan biaya produksi yang tinggi, peternak lokal sulit bersaing ketika pasar dibanjiri telur dari luar daerah dengan harga yang jauh lebih murah,” ujarnya.

Pinsar berharap pemerintah dapat mengevaluasi kebijakan distribusi telur antardaerah serta meninjau kembali mekanisme harga acuan agar tercipta persaingan usaha yang lebih sehat. Menurut Sugeng, langkah tersebut penting untuk menjaga keberlangsungan usaha peternak sekaligus memastikan pasokan telur di Kalsel tetap terjaga.

Artikel ini telah dibaca 3 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Baca Lainnya

Trans Saijaan Dihentikan, Damri Soroti Kontrak & Dampaknya kepada Driver

2 September 2026 - 20:57 WIB

Pemkab Kotabaru Raih Juara III Pelajar Pelopor Keselamatan LLAJ Tingkat Provinsi Kalsel

2 September 2026 - 20:25 WIB

Gubernur Kalsel Tinjau Kawasan Hutan Lindung Liang Anggang, Temui Relawan & Pastikan Pembasahan Lahan Cegah Karhutla

2 September 2026 - 12:20 WIB

Pemprov & DPRD Kalsel Sepakati Raperda APBD Perubahan 2026 & Raperda Pajak Daerah & Retribusi

2 September 2026 - 12:17 WIB

Perkuat Kolaborasi Lintas Perangkat Daerah, Pemkab Kotabaru Susun SOP Tata Kelola Geopark

1 September 2026 - 21:10 WIB

258 Keluarga Desa Pekauman Terima Bantuan Beras Bulog

1 September 2026 - 16:36 WIB

Trending di ADVERTORIAL