Menu ✖

Mode Gelap
Nasib Nelayan Labuan Mas Kotabaru, Puluhan Tahun Menanti Dermaga yang Tak Kunjung Dibangun Diduga Lakukan Begal Payudara, Pria di Tanah Laut Diamankan Warga Polres Banjarbaru Sita 3,6 Kg Sabu, 13 Tersangka Ditangkap Tujuh Kabupaten di Kalsel Terima Bantuan Karhutla Rp80 Miliar dari Pusat Buruh Harian Tewas Dianiaya di Awang Bangkal Barat, Polisi Amankan Barang Bukti

NASIONAL · 10 Jun 2026 19:12 WIB

BMKG Sebut El Nino 2026 Berpotensi Bertahan hingga Awal 2027


 BMKG Sebut El Nino 2026 Berpotensi Bertahan hingga Awal 2027 Perbesar

Ricek.ID – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mutakhirkan prediksi iklim 2026 dengan menyebut fenomena El Nino yang diperkirakan segera aktif akan berpotensi bertahan hingga awal 2027. Kondisi tersebut diprediksi menyebabkan musim kemarau tahun ini berlangsung lebih kering dibandingkan kondisi normal di sebagian besar wilayah Indonesia.

Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Ardhasena Sopaheluwakan, dalam konferensi pers di Jakarta pada Rabu (10/6/2026) menjelaskan hasil pemantauan hingga akhir Mei 2026 menunjukkan anomali suhu muka laut di Samudera Pasifik telah mencapai positif 1,0 derajat Celsius, sementara indeks Indian Ocean Dipole (IOD) tercatat sebesar minus 0,56.

“Anomali suhu muka laut di Samudera Pasifik bagian tengah dan timur telah melewati batas netral selama lima dasarian. BMKG memprediksi fenomena El Nino akan segera aktif dan terus bertahan hingga awal tahun 2027,” ujarnya.

Berdasarkan hasil pemodelan iklim terkini, peluang El Nino berkembang menjadi kategori moderat mencapai 98 persen, sedangkan peluang meningkat menjadi kategori kuat sebesar 62 persen.

Di sisi lain, BMKG juga memantau potensi terjadinya fenomena IOD positif di Samudra India pada periode Juli hingga November 2026. Kombinasi kedua fenomena tersebut berpotensi memperkuat kondisi kering di sejumlah wilayah Indonesia.

Ardhasena menegaskan dampak El Nino bersifat global dan memengaruhi pola curah hujan di berbagai belahan dunia dengan karakteristik yang berbeda-beda.

“Fenomena El Nino menyebabkan penyimpangan iklim di berbagai wilayah dunia, tidak hanya di Indonesia. Namun, untuk Indonesia, El Nino umumnya berdampak pada penurunan curah hujan sehingga kondisi menjadi lebih kering, terutama pada periode Juni hingga Januari,” katanya.

Menurut BMKG, peningkatan curah hujan akibat El Nino justru terjadi di wilayah Pasifik tengah hingga April tahun berikutnya, serta di pesisir Amerika Latin pada Januari–Mei. Sebaliknya, penurunan curah hujan juga diperkirakan terjadi di sebagian Brasil, India, dan Afrika bagian selatan.

Seiring perkembangan El Nino, BMKG memperkirakan semakin banyak wilayah Indonesia akan memasuki musim kemarau dalam beberapa bulan ke depan. Pada Juni 2026, sebanyak 198 zona musim (31,6 persen luas daratan Indonesia) diprediksi mulai mengalami musim kemarau. Wilayah tersebut meliputi sebagian besar Sumatra, Kalimantan Barat, sebagian besar Banten, DKI Jakarta bagian selatan, Jawa Tengah, sebagian Jawa Timur, sebagian besar Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, sebagian Sulawesi, Maluku, Papua Barat, dan Papua bagian timur.

Sementara itu, pada Juli 2026, sebanyak 66 zona musim atau 7,26 persen wilayah Indonesia diperkirakan memasuki musim kemarau, antara lain di Jambi bagian barat, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan bagian timur, sebagian besar Sulawesi, Maluku Utara, dan sebagian Maluku.

BMKG juga mencatat awal musim kemarau 2026 cenderung datang lebih awal dibandingkan rata-rata klimatologis periode 1991–2020. Sebanyak 308 zona musim atau 39,7 persen luas wilayah Indonesia diprediksi mengalami awal kemarau yang lebih maju dari biasanya. Adapun 165 zona musim (17,03 persen) diperkirakan berlangsung normal, sedangkan 113 zona musim (9,52 persen) diprediksi mengalami kemunduran awal musim kemarau.

Wilayah yang diperkirakan mengalami kemarau lebih awal antara lain Aceh, sebagian Sumatra Utara, Riau, Kepulauan Riau, sebagian besar Jambi, Sumatra Selatan, Bangka Belitung, Lampung bagian utara, sebagian besar Banten, DKI Jakarta, sebagian Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, sebagian Kalimantan, Sulawesi, Maluku, serta sejumlah wilayah di Papua.

Dari sisi sifat hujan, BMKG menegaskan sebagian besar wilayah Indonesia diprediksi mengalami musim kemarau di bawah normal atau lebih kering dibandingkan kondisi rata-rata. Tercatat sebanyak 482 zona musim atau 56,18 persen luas daratan Indonesia diperkirakan mengalami kondisi tersebut. Sementara itu, 210 zona musim (43,14 persen) diprediksi memiliki sifat hujan normal.

Hanya tujuh zona musim atau 0,68 persen wilayah Indonesia yang diperkirakan mengalami curah hujan di atas normal akibat pengaruh faktor topografi lokal. Wilayah yang diprediksi sedikit lebih basah dari kondisi normal meliputi sebagian Bengkulu, Gorontalo bagian utara dan selatan, serta sebagian kecil Nusa Tenggara Timur.

Sebaliknya, wilayah yang diperkirakan mengalami kemarau lebih kering meliputi sebagian Sumatra, seluruh Pulau Jawa, sebagian besar Kalimantan, Bali, Nusa Tenggara Barat, sebagian Nusa Tenggara Timur, sebagian besar Sulawesi, Maluku Utara, Maluku, serta sebagian Pulau Papua.

BMKG mengimbau pemerintah daerah, sektor pertanian, pengelola sumber daya air, serta masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi kekeringan, gangguan ketersediaan air bersih, hingga meningkatnya risiko kebakaran hutan dan lahan selama periode kemarau 2026.

Sumber : infopublik.id

Artikel ini telah dibaca 15 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Baca Lainnya

Pimpin Ratas, Presiden Prabowo Pastikan Fundamental Ekonomi Tetap Kuat

2 November 2026 - 19:38 WIB

Neraca Perdagangan Indonesia September 2026 Masih Surplus USD3,36 Miliar

2 November 2026 - 19:36 WIB

Kapolri Dorong Penelusuran Aset Kejahatan Digital

2 November 2026 - 19:34 WIB

Dugaan Pelanggaran Kehutanan, Menhut Segel Tumpukan Kayu, Dua Truk & Ekskavator

2 November 2026 - 19:32 WIB

Penanganan Kasus Karhutla, Bareskrim Polri Tetapkan 245 Tersangka Perorangan & 20 Korporasi

1 November 2026 - 19:48 WIB

Kemnaker Terbitkan Permenaker BSU 2026, Ini Syarat Penerima & Besaran Bantuan Rp900 Ribu

1 November 2026 - 19:46 WIB

Trending di EKOBIS