Menu

Mode Gelap
Viral Video IGD Puskesmas Sungai Ulin, Wali Kota Banjarbaru Jenguk Pasien di RSUD Ratu Zalecha Kandang Ayam dan Truk Terbakar di Pelaihari, Kerugian Ditaksir Ratusan Juta Rupiah Kabut Asap Karhutla Ganggu Pengendara di Jalur Tanah Laut–Banjarbaru, Polisi Beri Imbauan Karhutla Berkobar di Liang Anggang Banjarbaru, Jalur Banjarbaru–Bati-Bati Ditutup Total Kabut Asap Karhutla Selimuti Bati-Bati hingga Banjarbaru, Pengendara Pilih Berhenti

ADVERTORIAL · 4 Sep 2026 20:39 WIB

Borong 15 Medali Emas, Kota Banjarmasin Juara Umum Kejurprov Anggar Kalsel


 Borong 15 Medali Emas, Kota Banjarmasin Juara Umum Kejurprov Anggar Kalsel Perbesar

Ricek.ID – Kontingen Anggar Kota Banjarmasin tampil dominan pada Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Ikatan Anggar Seluruh Indonesia (IKASI) Kalimantan Selatan (Kalsel) 2026. Kota Banjarmasin keluar sebagai juara umum sekaligus menjadi daerah dengan perolehan medali terbanyak setelah mengoleksi 40 medali, terdiri dari 15 emas, 10 perak, dan 15 perunggu.

Kejurprov Anggar Kalsel tersebut resmi berakhir, di GOR Hasanuddin HM, Banjarmasin pada Kamis (3/9/2026). Capaian Banjarmasin sekaligus menggeser dominasi Kabupaten Tapin yang dalam beberapa tahun sebelumnya kerap menjadi juara umum.

Tapin kali ini harus puas di posisi kedua berdasarkan perolehan medali emas dengan raihan 13 medali, terdiri dari enam emas, dua perak, dan lima perunggu. Sementara Kota Banjarbaru menempati posisi ketiga dengan 21 medali, yakni empat emas, tujuh perak, dan 10 perunggu.

Selanjutnya, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) berada di posisi keempat dengan enam medali, terdiri dari dua emas, satu perak, dan tiga perunggu. Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) menyusul di posisi kelima dengan tiga medali, yakni satu emas, satu perak, dan satu perunggu.

Daerah lainnya juga menunjukkan persaingan yang cukup ketat. Kabupaten Balangan mengoleksi 11 medali tanpa emas, Tanah Bumbu sembilan medali, Tanah Laut lima medali, Barito Kuala tiga medali, serta Kabupaten Banjar satu medali perak.

Secara keseluruhan, terdapat lima daerah yang berhasil menyumbangkan medali emas, yakni Banjarmasin, Tapin, Banjarbaru, HSS, dan HSU. Sementara lima daerah lainnya masih belum mampu meraih emas pada Kejurprov tahun ini.

Ketua IKASI Kalsel, Herita Warni, didampingi Sekretaris IKASI Kalsel Muhammad Ramadhani, menilai keberhasilan Banjarmasin menjadi juara umum menjadi bukti semakin berkembangnya pembinaan olahraga anggar di daerah.

“Beberapa tahun yang lalu Tapin selalu juara umum. Kali ini Banjarmasin yang mengambilnya. Banjarmasin kembali mendominasi karena sekarang banyak anak-anak yang berlatih, terutama di klub-klub,” ujarnya.

Menurut Herita, persaingan pada Kejurprov kali ini juga menunjukkan pembinaan anggar di Kalsel semakin merata. Hampir seluruh kabupaten dan kota telah memiliki kepengurusan maupun atlet yang aktif mengikuti kompetisi.

“Pembinaan anggar ini hampir merata. Semua kabupaten sudah ada pengurus. Hasil kejuaraan juga menunjukkan seluruh daerah sudah mendapatkan medali, jadi tidak hanya didominasi Banjarmasin atau Tapin,” jelasnya.

Kejurprov Anggar Kalsel 2026 mempertandingkan 28 kategori, mulai dari kelompok usia di bawah 10 tahun (U-10), prakadet, kadet, junior hingga senior, baik putra maupun putri. Para atlet bertanding menggunakan tiga jenis senjata, yakni sabre, degen, dan florete.

Porsi besar terhadap kelompok usia muda diberikan IKASI Kalsel sebagai bagian dari strategi pembinaan jangka panjang. Keberadaan kategori U-10 diharapkan mampu menjadi fondasi regenerasi atlet anggar Kalsel.

“Kami menyasar yang kecil-kecil, termasuk U-10, karena ini untuk pembinaan ke depan. Alhamdulillah, antusias masyarakat sudah sangat baik,” katanya.

Kejurprov tahun ini diikuti sekitar 268 atlet untuk nomor individu, sementara total peserta yang ambil bagian dalam seluruh nomor pertandingan mencapai lebih dari 300 orang.

Herita menambahkan, hasil Kejurprov juga menjadi salah satu bahan evaluasi IKASI Kalsel untuk memetakan atlet potensial yang dipersiapkan menghadapi agenda Pra-PON. Namun, pihaknya masih menunggu kepastian jadwal dari Pengurus Besar (PB) IKASI.

“Kalau hasil yang ini kami sudah memantau beberapa atlet. Tinggal pembinaan mereka seperti apa ke depan yang bisa kami bina,” ujarnya.

Ia menegaskan, pembentukan atlet anggar berprestasi membutuhkan proses panjang dan tidak dapat dilakukan secara instan. Karena itu, pembinaan harus dilakukan secara konsisten, terencana, dan sistematis sejak usia dini.

“Tidak bisa setelah sebulan atau dua bulan bisa menjadi juara. Anggar perlu bertahun-tahun. Jadi perlu pembinaan yang matang, terencana dan tersistem,” tegas Herita.

IKASI Kalsel pun optimistis prestasi anggar daerah akan terus meningkat di level nasional. Perkembangan tersebut mulai terlihat dari capaian Kalsel pada ajang Pekan Olahraga Nasional (PON).

Dalam sejarah keikutsertaan di PON, anggar Kalsel sebelumnya belum pernah menyumbangkan medali. Namun pada PON terakhir di Medan-Aceh, Kalsel akhirnya berhasil meraih satu medali perunggu.

“Selama sekian puluh tahun belum pernah menyumbangkan medali di PON. Baru pada PON Medan-Aceh kami mendapatkan satu perunggu. Mudah-mudahan ke depan bisa lebih baik lagi,” pungkasnya.

Sumber : MC Kalsel

Artikel ini telah dibaca 1 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Baca Lainnya

Bupati Kotabaru Sampaikan Rancangan APBD 2027 Rp4,87 Triliun

7 September 2026 - 19:25 WIB

Pemkab Kotabaru Hadiri Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah

7 September 2026 - 13:27 WIB

Puluhan Atlet Uji Kemampuan & Mental Di Ajang Festival Karate INKAI Kotabaru

6 September 2026 - 18:17 WIB

Perkuat Upaya Pencegahan Karhutla, Pemkab Banjar & TNI Jalin Sinergi

5 September 2026 - 21:02 WIB

Kejadian Mulai Menurun, Karhutla di Banjar Terdampak 1.192 Hektare

5 September 2026 - 20:54 WIB

Terjun Ke Lapangan, Bupati Banjar Pantau Penanganan Karhutla di Sungai Tabuk

5 September 2026 - 20:51 WIB

Trending di ADVERTORIAL