Menu ✖

Mode Gelap
Polres Banjarbaru Sita 3,6 Kg Sabu, 13 Tersangka Ditangkap Tujuh Kabupaten di Kalsel Terima Bantuan Karhutla Rp80 Miliar dari Pusat Buruh Harian Tewas Dianiaya di Awang Bangkal Barat, Polisi Amankan Barang Bukti Polres Tanah Laut Ungkap 20 Kasus Narkoba Dalam Dua Bulan Karhutla Kabupaten Banjar 937 Kejadian di 6.100 Hektare Lahan

ADVERTORIAL · 27 Okt 2026 19:34 WIB

BPBD Kalsel Prioritaskan Pengendalian Karhutla di Ring 1 Bandara Syamsudin Noor


 BPBD Kalsel Prioritaskan Pengendalian Karhutla di Ring 1 Bandara Syamsudin Noor Perbesar

Ricek.ID – Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Kalimantan Selatan (BPBD Kalsel) prioritaskan pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Ring 1 yang meliputi Banjarbaru, Kabupaten Barito Kuala, Kabupaten Banjar, dan sebagian Kabupaten Tanah Laut. Langkah ini dilakukan untuk mencegah kabut asap mengganggu aktivitas penerbangan di Bandara Internasional Syamsudin Noor.

Kepala BPBD Provinsi Kalsel, Ronny Eka Saputra, di Gedung PWI Kalsel, Banjarmasin pada Selasa (27/10/2026) mengatakan kawasan tersebut menjadi perhatian utama karena mencakup pusat pemerintahan, kawasan pendidikan, serta bandara yang berperan penting dalam mendukung operasi udara penanggulangan karhutla.

“Kita sangat menjaga supaya bandara jangan sampai terganggu oleh kabut asap. Bandara itu merupakan markas besar satuan tugas udara,” ujarnya.

Menurut Ronny, gangguan terhadap operasional bandara dapat berdampak langsung pada upaya penanganan karhutla melalui jalur udara. Sebab, sejumlah operasi penting, termasuk pemadaman menggunakan helikopter dan operasi modifikasi cuaca, membutuhkan dukungan operasional penerbangan.

“Apabila bandara lumpuh, otomatis satgas udara juga lumpuh. Artinya, tidak ada water bombing yang bisa dilaksanakan, termasuk operasi modifikasi cuaca,” jelasnya.

Untuk mendukung penanganan karhutla, saat ini tersedia tiga pesawat dan lima helikopter. Tiga pesawat tersebut mendukung operasi modifikasi cuaca (OMC) di wilayah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah.

Selain itu, terdapat kegiatan penyebaran dry ice untuk membantu mengurai kepadatan asap. Dukungan armada udara tersebut menjadi bagian dari upaya mengendalikan kebakaran sekaligus mengurangi dampak asap di wilayah terdampak.

Ronny menyampaikan, berdasarkan perkembangan terakhir, titik api di Kalsel menunjukkan penurunan cukup signifikan. Kondisi tersebut diduga dipengaruhi hujan yang turun sehari sebelumnya.

Meski demikian, operasi pemadaman dan penanganan karhutla masih terus berjalan. Penurunan titik api belum menjadi alasan untuk mengendurkan kewaspadaan, terutama di kawasan strategis yang berpotensi terdampak asap.

Melalui pengendalian di kawasan Ring 1 dan dukungan operasi udara, BPBD Kalsel berupaya menjaga agar kebakaran tidak mengganggu fasilitas strategis, khususnya Bandara Internasional Syamsudin Noor, sekaligus memastikan operasi penanggulangan karhutla dapat terus dilaksanakan.

Sumber : MC Kalsel

Artikel ini telah dibaca 1 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Baca Lainnya

Pemprov Kalsel Uji Efektivitas Pemadaman Karhutla dengan Cairan Surfaktan untuk Operasi Water Bombing

31 Oktober 2026 - 11:33 WIB

Perluas Lapangan Pekerjaan & Tekan Angka Pengangguran, ‎Gubernur Apresiasi Program POLIRAN Polda Kalsel

31 Oktober 2026 - 11:22 WIB

Perkuat Sinergi untuk Pendidikan Anak Usia Dini, Bunda PAUD Kalsel Hadiri Milad ke-24 IGRA

31 Oktober 2026 - 11:10 WIB

PWI & PT Pelsart Bagikan Bantuan Tandon Air untuk Warga Terdampak Krisis Air Bersih di Kotabaru

30 Oktober 2026 - 17:26 WIB

Pemkab Kotabaru Gelar Bimtek Peningkatan Kapasitas Pengelola Perpustakaan Sekolah

29 Oktober 2026 - 17:13 WIB

Berkolaborasi Bantu Warga Hadapi Krisis Air Bersih, PT PTK & PWI Kotabaru Akan Salurkan Bantuan Tandon Air

29 Oktober 2026 - 12:12 WIB

Trending di ADVERTORIAL