Menu

Mode Gelap
Viral Video IGD Puskesmas Sungai Ulin, Wali Kota Banjarbaru Jenguk Pasien di RSUD Ratu Zalecha Kandang Ayam dan Truk Terbakar di Pelaihari, Kerugian Ditaksir Ratusan Juta Rupiah Kabut Asap Karhutla Ganggu Pengendara di Jalur Tanah Laut–Banjarbaru, Polisi Beri Imbauan Karhutla Berkobar di Liang Anggang Banjarbaru, Jalur Banjarbaru–Bati-Bati Ditutup Total Kabut Asap Karhutla Selimuti Bati-Bati hingga Banjarbaru, Pengendara Pilih Berhenti

HEADLINE · 1 Okt 2025 12:36 WIB

Curah Hujan Meningkat, Pemprov Kalsel Resmi Akhiri Status Siaga Darurat Karhutla


 Pemadaman Karhutla di wilayah Banjarbaru. Foto: manggala_daops_banjar/instagram Perbesar

Pemadaman Karhutla di wilayah Banjarbaru. Foto: manggala_daops_banjar/instagram

Banjarmasin, Ricek.Id – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) secara resmi mengakhiri status siaga darurat bencana kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di seluruh wilayahnya. Penghentian status ini ditetapkan per tanggal 30 September 2025.

Keputusan tersebut tertuang dalam Surat Pernyataan Berakhirnya Status Siaga Darurat Karhutla Nomor: 300.2/01951/BPBD/2025 yang ditandatangani oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kalsel, Muhammad Syarifuddin.

“Berdasarkan evaluasi dan data BMKG serta kondisi di lapangan, Pemprov Kalsel menetapkan bahwa status siaga darurat kebakaran hutan dan lahan resmi berakhir pada tanggal 30 September 2025,” ujar Sekda Syarifuddin melalui surat tersebut, Selasa (30/9/2025).

Dasar Pertimbangan Penghentian Status

Pengambilan keputusan ini didasarkan pada hasil rapat evaluasi penanganan Karhutla dan beberapa pertimbangan utama, antara lain:

Awal Musim Hujan: Rilis dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang menyatakan musim hujan di Kalsel telah dimulai sejak Agustus–September dengan curah hujan normal hingga di atas normal.

Kondisi Lapangan: Data terbaru dari BMKG Syamsudin Noor menunjukkan potensi hujan merata di seluruh wilayah Kalsel, serta nihilnya sebaran asap terpantau.

Lahan Membasah: Hasil tinjauan Satuan Tugas (Satgas) Karhutla mendapati lahan-lahan yang sebelumnya kering kini mulai basah secara konsisten akibat curah hujan.

Tetap Waspada dan Siaga Penuh

Meski status darurat telah dicabut, Pemprov Kalsel memberikan catatan penting agar kewaspadaan tidak mengendur.

Sekda Syarifuddin menegaskan bahwa pemantauan wilayah rawan Karhutla akan tetap dilakukan secara berkelanjutan.

“Personel dan peralatan akan terus disiagakan, serta koordinasi lintas sektor dengan TNI, Polri, OPD, instansi terkait, dan masyarakat akan ditingkatkan,” tegasnya.

Pemerintah Provinsi juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga lingkungan agar potensi Karhutla dapat dicegah bersama-sama.

Pewarta: Hendra Lianor

Artikel ini telah dibaca 4 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Baca Lainnya

Gubernur Kalsel Bersama Forkopimda & Perwakilan Mahasiswa Padamkan Bara di Lahan Gambut

1 September 2026 - 13:23 WIB

Polisi Amankan Warga Diduga Bakar 0,5 Hektare Lahan di Bajuin Tanah Laut

31 Agustus 2026 - 22:13 WIB

Viral Video IGD Puskesmas Sungai Ulin, Wali Kota Banjarbaru Jenguk Pasien di RSUD Ratu Zalecha

27 Agustus 2026 - 23:18 WIB

Kandang Ayam dan Truk Terbakar di Pelaihari, Kerugian Ditaksir Ratusan Juta Rupiah

27 Agustus 2026 - 14:19 WIB

Kabut Asap Karhutla Ganggu Pengendara di Jalur Tanah Laut–Banjarbaru, Polisi Beri Imbauan

27 Agustus 2026 - 09:47 WIB

Debit Air Riam Kanan Tak Bertambah Dalam Sebulan, Penanganan Karhutla Jadi Perhatian

25 Agustus 2026 - 19:58 WIB

Trending di HEADLINE