Menu

Mode Gelap
121 Petugas Haji Embarkasi Banjarmasin Dikukuhkan, Siap Layani 6.800 Jemaah Tanpa Pesaing, Irwan Bora Menuju Kursi Ketua KONI Banjar Pariwisata Kotabaru Terus Digenjot Warga Diminta Tak Jadi Penonton Sediakan Karaoke dan Kamar, Bangunan Liar Ditertikan Satpol PP Dugaan Pungli di PPS DPRD Dorong Pembentukan Satgas Penertiban

DAERAH · 21 Feb 2025 20:54 WIB ·

Densus 88 dan Eks Napiter Sosialisasi Pencegahan Radikalisme di Banjar Kalsel


 Densus 88 dan Eks Napiter Sosialisasi Pencegahan Radikalisme di Banjar Kalsel Perbesar

Riceknews.Id – Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri bekerja sama dengan mantan narapidana terorisme (napiter) menggelar sosialisasi pencegahan paham intoleransi, radikalisme, ekstremisme, dan terorisme di Kecamatan Aranio, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, Kamis (20/2/2025).

Kegiatan ini dilaksanakan dalam forum koordinasi pimpinan kecamatan (Forkopimcam) dengan melibatkan unsur pemerintahan, tokoh agama, dan masyarakat setempat.

Acara yang berlangsung di Aula Kantor Kecamatan Aranio ini dipimpin oleh Ipda Alam, Kepala Tim Pencegahan Satuan Tugas Wilayah (Satgawil) Kalimantan Selatan Densus 88 AT Polri. Sosialisasi ini turut menghadirkan Takhlis Auzan, seorang mantan napiter yang pernah terlibat dalam kasus penyerangan Polsek Daha pada 2022 dan kini menjadi Duta Deradikalisasi Densus 88 AT Polri.

Ipda Alam menjelaskan bahwa sosialisasi ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai bahaya paham radikalisme dan terorisme serta dampaknya bagi kehidupan bermasyarakat dan bernegara.

“Selain itu, kegiatan ini juga menanamkan nilai-nilai kebangsaan serta mendorong semangat nasionalisme, toleransi, dan keberagaman,” kata Ipda Alam.

Dalam sesi diskusi, Kepala Desa Apuai, M. Rofiq, menyampaikan bahwa situasi di desanya saat ini aman dan jauh dari pengaruh paham intoleran, radikal, dan ekstremisme. Ia juga mengapresiasi peran mantan napiter dalam berbagi pengalaman sebagai pembelajaran bagi masyarakat.

Ketika ditanya mengenai ciri-ciri terorisme dan cara pencegahannya, Ipda Alam menjelaskan bahwa individu yang terpapar paham radikal biasanya menunjukkan perubahan perilaku drastis, seperti menjadi tertutup, agresif, dan terpengaruh propaganda dari kelompok tertentu melalui media sosial.

“Mereka juga cenderung menjauh dari keluarga atau komunitas serta berinteraksi dengan kelompok tertutup yang memiliki pandangan ekstrem,” tambah Ipda Alam.

Sementara itu, Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Banua Riam, Jamani, menyoroti faktor utama yang menyebabkan seseorang masuk ke dalam jaringan terorisme. Menurutnya, rasa kekecewaan terhadap pemerintah dan salah menafsirkan ajaran agama sering kali menjadi pemicu utama.

“Para pelaku teroris kerap menggunakan dalil agama tertentu untuk mengkafirkan pemerintahan yang dianggap tidak sesuai dengan syariat Islam, sehingga menumbuhkan semangat untuk melakukan aksi teror,” ujar Jamani.

Melalui kegiatan ini, Densus 88 AT Polri bersama stakeholder di Kecamatan Aranio berupaya meningkatkan kesadaran masyarakat tentang bahaya penyebaran paham intoleransi, radikalisme, dan terorisme.

Dengan adanya sinergi antara aparat keamanan, pemerintah, serta tokoh masyarakat, diharapkan lingkungan yang damai dan harmonis dapat terus terjaga.

Pewarta: Hendra

Artikel ini telah dibaca 3 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
Baca Lainnya

Pertamina Dukung BPK Lewat Budidaya Gurame Perkuat Ekonomi dan Siaga Karhutla

17 April 2026 - 14:19 WIB

PT AGM Bantah Belum Bayar Ganti Rugi Lahan di HSS

8 April 2026 - 11:03 WIB

Antisipasi Kemarau Panjang Distribusi Air Bersih Dipastikan Tetap Lancar

4 April 2026 - 15:14 WIB

Persiapan Haul Datu Kelampayan Capai 90 Persen

24 Maret 2026 - 11:23 WIB

89 BPK Relawan Buser 690 Banjar Ikuti Pawai Gema Takbiran di Martapura

21 Maret 2026 - 01:02 WIB

Polres Banjar Matangkan Pengamanan Haul ke-220 Datu Kelampayan

18 Maret 2026 - 16:42 WIB

Trending di DAERAH