Menu

Mode Gelap
Kejari Kotabaru Tetapkan Tersangka Dugaan Korupsi Dana BOSP SMAN 1 Kotabaru Surat Permintaan Sumbangan Mengatasnamakan Pesantren At-Tarbiyah Beredar, Pemdes Jaruju Laut Beri Klarifikasi Gubernur Kalsel Siapkan Bonus bagi Pelapor Pelaku Karhutla Satu Korban KM Virgo Transport 8 Kembali Ditemukan Tim SAR Basarnas Perpanjang Operasi SAR KM Virgo Transport 8, 126 Korban Masih Dicari

INSPIRASI · 15 Sep 2024 21:17 WIB

Desainer Banua Mahdalena Syahdan Gelar Fashion Show Competition (Beach) 2024, Gali Potensi Anak – anak


 Foto bersama Desain Banua, Mahdalena Syahdan saat event Fashion Show Competition (Beach) 2024, di Q Mall Banjarbaru, Minggu (15/09/24).(Foto:Teny/Ricek) Perbesar

Foto bersama Desain Banua, Mahdalena Syahdan saat event Fashion Show Competition (Beach) 2024, di Q Mall Banjarbaru, Minggu (15/09/24).(Foto:Teny/Ricek)

Setelah sukses menggelar event pada Agustus lalu, Desainer Banua, Mahdalena Syahdan kembali melaksanakan Fashion Show Competition (Beach) 2024, di Q Mall Banjarbaru, Minggu (15/9/24).

Mahdalena Syahdan mengatakan, kegiatan fashion show yang ia gelar ini mengambil tema dengan nuansa pantai.

“Karena saya menyukai alam,” ungkap Mahdalena tentang alasan mengambil tema pantai.

Ia menjelaskan, tujuan melaksanakan Fashion Show untuk mengasah bakat pada anak-anak.

“Juga mengembangkan bakat yang dimiliki anak-anak ini,” ujarnya.

Diikuti sebanyak 14 peserta, Mahdalena mengatakan setiap peserta membayar biaya registrasi sebesar Rp 135.000.

“Untuk uang registrasi tersebut juga saya gunakan untuk pembelian piala, bingkisan, dan juga pembuatan piagam, tidak untuk saya melainkan untuk keperluan event ini juga,” tuturnya.

Ia juga berharap, dengan dilaksanakan kegiatan ini dapat memberikan efek lain sebagai bentuk promosi terhadap produk dan brandnya.

“Tentunya saya sebagai desainer, ingin sekali membawa produk-produk Banua ke mancanegara, khusunya kain Sasirangan dan Batik Tabalong,” ungkapnya.

Semua ini dikarenakan, kain Sasirangan dan Batik Tabalong memiliki nilai jual yang fantastis, sehingga jika nantinya produk tersebut bisa tembus ke mancanegara, akan membawa efek besar bagi pengrajinnya.

“Jika ini berhasil, akan membuat efek besar bagi pengrajinnya dan para UMKM yang berkerja di bidang aksesoris, fashion, dan lainnya,” ucapnya.

Disinggung mengenai kendala dalam pemasaran produk yang ia bawa, Mahdalena Syahdan menjelaskan, kendala utama ada pada promosi.

“Pertama mungkin pada promosinya. Kalau promosinya kurang tentu peminatnya juga kurang,” terang Mahdalena.

“Yang kedua, motif atau warna. Jika kain Sasirangan dan Batik Tabalong ini warnanya kurang menarik, itu juga akan berpengaruh pada penjualan,” tandasnya.

Editor: Hendra Lianor

Artikel ini telah dibaca 72 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Baca Lainnya

Bigfast Banjarbaru Awali Usaha di Era Pandemi, Kini Raup Puluhan Juta per Bulan

7 September 2026 - 20:45 WIB

Kasi Pidum Kejari Banjar Terbitkan Buku Perdana, Bongkar Problem Restitusi Korban & Peran Kejaksaan sebagai Kurator Negara

21 Juni 2026 - 09:57 WIB

Ekspedisi Aksi Mengabdi Mahasiswa Universitas Sapta Mandiri Berjalan Sukses

4 Mei 2026 - 15:22 WIB

Tiga Medali dari Osaka, Dedikasi Brigadir Ihya Harumkan Banjarbaru

29 April 2026 - 16:22 WIB

PWI Kotabaru Edukasi Pelajar Lewat Program Jurnalistik dan Literasi Digital

24 April 2026 - 16:40 WIB

Gerakan Buku Meratus Gelar Ekspedisi Literasi ke Pelosok Balangan

29 Maret 2026 - 12:00 WIB

Trending di INSPIRASI