Menu ✖

Mode Gelap
Nasib Nelayan Labuan Mas Kotabaru, Puluhan Tahun Menanti Dermaga yang Tak Kunjung Dibangun Diduga Lakukan Begal Payudara, Pria di Tanah Laut Diamankan Warga Polres Banjarbaru Sita 3,6 Kg Sabu, 13 Tersangka Ditangkap Tujuh Kabupaten di Kalsel Terima Bantuan Karhutla Rp80 Miliar dari Pusat Buruh Harian Tewas Dianiaya di Awang Bangkal Barat, Polisi Amankan Barang Bukti

DAERAH · 9 Mei 2025 23:14 WIB

Diskusi Publik FH ULM, Bahas Hukum dan Perlindungan Konsumen bagi UMKM Kalsel


 Diskusi Publik FH ULM, Bahas Hukum dan Perlindungan Konsumen bagi UMKM Kalsel Perbesar

Riceknews.Id – Pimpinan Humas Perhimpunan Lembaga Mahasiswa (PLM) Peristiwa Fakultas Hukum (FH) Universitas Lambung Mangkurat (ULM) menggelar diskusi publik bertajuk “Penegakan Hukum dan Perlindungan Konsumen di Kalsel”, Jumat (9/5/2025). Kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman kepada masyarakat, khususnya pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kalimantan Selatan.

Diskusi yang mengangkat penanganan kasus hukum UMKM di Banjarbaru sebagai topik utama ini menghadirkan lima narasumber, yaitu Kepala Dinas Perdagangan Kalimantan Selatan Sulkan, Pengawas Barang Beredar Lukman Simanjuntak, Ketua Asosiasi Mitra Pengusaha Indonesia Kreatif (AMPIK) Hendra, pengamat hukum Akhmad Ryan Firmansyah, dan perwakilan masyarakat sipil Effendy.

Dalam pemaparannya, Kepala Dinas Perdagangan Provinsi Kalsel, Sulkan, menjelaskan bahwa permasalahan produk UMKM yang diperkarakan adalah ketidaksesuaian informasi label dengan ketentuan yang berlaku. Sorotan utama tertuju pada ketiadaan tanggal kedaluwarsa dan informasi kandungan produk.

“Setiap produk kemasan wajib mencantumkan informasi yang benar, mulai dari komposisi, bahan, hingga tanggal kedaluwarsa. Hal ini diatur dalam peraturan yang berlaku,” tegas Sulkan.

Ia menambahkan, laporan terhadap pelaku usaha tersebut telah ditindaklanjuti oleh pihak kepolisian sesuai prosedur. Pihaknya mengimbau agar proses hukum diserahkan sepenuhnya kepada aparat penegak hukum tanpa adanya spekulasi yang kontraproduktif.

“Harapannya, kasus ini menjadi pembelajaran bersama bagi seluruh pihak, baik produsen, pedagang, maupun konsumen, agar lebih taat terhadap aturan,” terangnya.

Sementara itu, Pengawas Barang Beredar Disdag Kalsel, Lukman Simanjuntak, menyatakan bahwa kesalahan administratif pada produk tersebut cukup jelas, terutama terkait label yang tidak lengkap dan tidak adanya tanggal kedaluwarsa.

“Informasi kedaluwarsa sangat penting bagi konsumen, khususnya untuk produk makanan. Produsen wajib mencantumkannya agar konsumen mengetahui masa layak konsumsi produk tersebut,” jelasnya.

Kendati demikian, Lukman menyampaikan bahwa pembinaan UMKM terkait aspek mutu pangan bukan menjadi kewenangan Dinas Perdagangan, melainkan instansi lain seperti Dinas Kesehatan atau Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Pewarta: Rachman
Editor: Hendra

Artikel ini telah dibaca 4 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Baca Lainnya

Gaspol Tangani Dampak Karhutla, Dinkes Banjarbaru Perkuat Posko hingga Fasilitas Medis

6 November 2026 - 17:54 WIB

Pemko Banjarbaru Lantik Pengurus Dewan Kesenian, Siap Jadi Ujung Tombak Pelestarian Budaya

6 November 2026 - 17:51 WIB

Apresiasi Relawan Karhutla, Wali Kota Banjarbaru Salurkan Bantuan Presiden Rp15 Miliar

6 November 2026 - 17:49 WIB

Empat Kelurahan di Banjarbaru Terima Rp200 Juta, Infrastruktur Jadi Prioritas

6 November 2026 - 07:24 WIB

DKP3 Kota Banjarbaru Bekali Poklahsar Teknik Olahan Ikan Bernilai Tinggi

5 November 2026 - 18:16 WIB

Wali Kota Erna Lisa Halaby Serahkan Bantuan Pendidikan Tahap Kedua di Banjarbaru

5 November 2026 - 17:36 WIB

Trending di ADVERTORIAL