Menu

Mode Gelap
KM Virgo Transport 8, 103 Orang Telah Dievakuasi dari Perairan Laut Jawa Kapal Virgo Transport 8 Hilang Kontak di Laut Jawa, Bawa 243 Orang Viral Video IGD Puskesmas Sungai Ulin, Wali Kota Banjarbaru Jenguk Pasien di RSUD Ratu Zalecha Kandang Ayam dan Truk Terbakar di Pelaihari, Kerugian Ditaksir Ratusan Juta Rupiah Kabut Asap Karhutla Ganggu Pengendara di Jalur Tanah Laut–Banjarbaru, Polisi Beri Imbauan

ADVERTORIAL · 3 Sep 2026 20:24 WIB

DKP3 Banjarbaru Siapkan Program Berkelanjutan, Pengendalian Ikan Sapu-Sapu Masuk Rencana 2027


 DKP3 Banjarbaru Siapkan Program Berkelanjutan, Pengendalian Ikan Sapu-Sapu Masuk Rencana 2027 Perbesar

Ricek.ID – Keberadaan ikan sapu-sapu di perairan Banjarbaru menjadi perhatian Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Banjarbaru. Setelah Festival Tangkap Ikan Sapu-Sapu di Guntung Paikat pada 22 Agustus 2026 lalu, upaya pengendalian dinilai perlu dilakukan secara berkelanjutan untuk menjaga keberadaan biota ikan lokal.

Kabid Perikanan DKP3 Banjarbaru, Risna, pada Kamis (3/9/2026) mengatakan ikan sapu-sapu merupakan jenis ikan invasif yang keberadaannya dapat mengganggu ekosistem perairan. Pasalnya, ikan tersebut dapat memangsa biota lokal yang selama ini hidup di perairan Banjarbaru.

“Yang menjadi bahaya dari ikan sapu-sapu ini karena sifatnya invasif dan memakan biota asli kita. Ikan-ikan lokal seperti papuyu, haruan dan sepat juga dimakannya,” ujarnya.

Menurut Risna, populasi ikan sapu-sapu juga relatif cepat berkembang sehingga penanganannya tidak cukup hanya mengandalkan kegiatan yang dilakukan satu kali. Karena itu, diperlukan program yang dilakukan secara berkelanjutan dengan melibatkan pemerintah dan masyarakat yang berada di sekitar kawasan perairan.

Risna menyebut keterbatasan anggaran menjadi salah satu pertimbangan dalam pelaksanaan program pengendalian. Untuk tahun ini, pihaknya belum merancang program khusus dalam bentuk kegiatan besar. Namun, upaya tersebut diharapkan dapat masuk dalam perencanaan pada 2027 mendatang.

“Untuk tahun ini karena anggaran yang sangat terbatas, kami belum merencanakan kegiatan khusus itu. Tapi untuk 2027, insyaallah akan kami upayakan,” katanya.

Meski demikian, pihaknya tidak menutup peluang untuk melakukan kegiatan melalui kolaborasi dengan berbagai pihak. Salah satunya dengan perguruan tinggi, termasuk mahasiswa yang dapat dilibatkan untuk turun langsung dalam kegiatan lingkungan maupun pengendalian ikan sapu-sapu.

Risna menilai keterlibatan masyarakat justru menjadi bagian penting dalam menjaga ekosistem perairan. Masyarakat yang tinggal di sekitar sungai dinilai dapat berperan langsung karena mengetahui kondisi perairan di lingkungan mereka.

“Sebenarnya yang paling bagus adalah kerja sama dengan masyarakat. Kalau masyarakat, RT, RW dan kelurahan bisa bersama-sama, menurut saya akan lebih efektif. Apalagi masyarakat sekitar bisa kita berikan kesadaran untuk bersama-sama menjaga ekosistem perairan,” jelasnya.

Ia juga membuka peluang kolaborasi dengan pihak swasta melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR untuk mendukung kegiatan lingkungan. Menurutnya, dukungan berbagai pihak dapat membantu pemerintah menjalankan program pengendalian secara lebih optimal di tengah keterbatasan anggaran.

Ke depan, DKP3 Banjarbaru berharap kegiatan seperti Festival Tangkap Ikan Sapu-Sapu tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial. Pengendalian secara berkala dinilai diperlukan agar populasi ikan invasif tersebut dapat ditekan sekaligus menjaga keberadaan ikan lokal seperti papuyu, haruan dan sepat di perairan Banjarbaru.

Artikel ini telah dibaca 1 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Baca Lainnya

Tinjau Lahan Kahutla, Wagub Kalsel Turun Langsung Lakukan Pemadaman

12 September 2026 - 14:48 WIB

Sejumlah Pejabat Polres Tanah Laut Berganti, Kapolres Tekankan Loyalitas dan Soliditas

12 September 2026 - 13:32 WIB

Peserta SESPIMTI Polri Gali Penanganan Karhutla di Tanah Laut

12 September 2026 - 11:58 WIB

Wapres Minta Kepala Daerah Aktif Turun ke Lapangan Tangani Karhutla

11 September 2026 - 04:40 WIB

Wapres RI Tekankan Perlindungan Anak dari Dampak Asap Karhutla

11 September 2026 - 04:38 WIB

Wapres Gibran Minta Maksimalkan Modifikasi Cuaca Karhutla di Kalimantan

11 September 2026 - 04:36 WIB

Trending di ADVERTORIAL