Menu

Mode Gelap
Mobil Terlibat Insiden di SPBU Pelaihari, Pertamina Pastikan Tak Ada Korban Jiwa Perempuan di Pengaron Banjar Ditemukan Tewas di Sawah, Polisi Selidiki Dugaan Pembunuhan Dugaan Penimbunan Solar Disorot dalam Demo Sopir Truk Kalsel Warga Kertak Hanyar Geger, Pria Tanpa Identitas Ditemukan Tewas di Kontrakan Tragedi di Sungai Tunjang, Empat ABK Tewas di Dalam Ruang Sempit Kapal

PERIKANAN · 27 Nov 2025 13:22 WIB

DKPP Banjar dan DKP Kalsel Tinjau Kondisi Perikanan Aranio Pasca Wabah KHV


 Pemeriksaan kadar keasaman lokasi budidaya perikanan di Aranio.  Foto: Van Perbesar

Pemeriksaan kadar keasaman lokasi budidaya perikanan di Aranio. Foto: Van

Ricek.ID – Kabupaten Banjar- Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) Kabupaten Banjar bersama Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Kalimantan Selatan melakukan monitoring kondisi perikanan di kawasan Aranio pada Rabu (26/11/2025).

Kunjungan ini dilakukan untuk memverifikasi kesehatan lingkungan budidaya pasca serangan wabah Koi Herpes Virus (KHV) serta memastikan populasi ikan telah pulih.

Muhammad Rizky, pembudidaya keramba jala apung yang terdampak wabah tersebut, mengenang masa sulit dua bulan lalu ketika ikan-ikannya mati secara massal.

“Insangnya sempat membusuk, sisiknya memerah. Kami tidak sadar itu virus, tiba-tiba mati serentak. Kerugian saya sekitar satu pikul ikan,” ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa kondisi mulai membaik setelah satu bulan berlalu. “Sebelumnya Dinas juga telah memberikan penanganan awal dengan memberikan vitamin dan syukur sekarang mulai berangsur membaik,” ujarnya.

Dalam kegiatan monitoring, tim gabungan mengambil sampel fisik berupa ikan mas dan air dari area keramba untuk diuji di Laboratorium BPAT Mandiangin. Pemeriksaan kadar keasaman (pH) turut dilakukan guna memastikan tidak ada sisa infeksi virus di perairan.

Kepala Seksi Pengelolaan dan Pembudidayaan DKPP Banjar, Apriyan Mindar Waspodo, menjelaskan bahwa peninjauan ini merupakan langkah penting untuk menjamin stabilitas ekosistem budidaya pasca wabah.

“Peninjauan kembali ini penting untuk memastikan pemulihan populasi ikan benar-benar stabil. Provinsi turut membantu sebagai bentuk keprihatinan dan dukungan terhadap kasus ini,” ujarnya.

Apriyan menyebutkan bahwa hasil pengamatan sementara menunjukkan kondisi perairan mulai normal. Namun, kepastian ilmiah tetap menunggu analisis laboratorium.

“Hampir satu bulan tidak ada kematian lagi. pH air juga normal. Kemungkinan awal wabah terjadi karena perubahan musim dan rendahnya DO (oksigen terlarut). Jadi kita tunggu pengecekan laboratorium apakah virus ini masih tinggi atau sudah berkurang,” jelasnya.

Sebagai tindakan pencegahan lanjutan, DKPP Banjar juga menyalurkan bantuan vitamin tambahan. Suplemen tersebut akan dicampurkan ke dalam pakan untuk meningkatkan nafsu makan ikan sekaligus memperkuat sistem kekebalan tubuh yang sempat menurun akibat wabah.

Artikel ini telah dibaca 2 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
Baca Lainnya

Dorong Kreativitas dalam Mengolah Hasil Perikanan, Pemkab Kotabaru Gelar Lomba Masak Serba Ikan

10 Juni 2026 - 15:41 WIB

Anggota Komisi II DPRD Banjar Dorong Pembudidaya Sisihkan Sebagian Papuyu sebagai Bibit & Indukan

8 Juni 2026 - 15:15 WIB

Panen Perdana Ikan Papuyu di Kolam Bundar, DKPP Banjar Dorong Transformasi Melalui Intan Sikapayu

8 Juni 2026 - 15:10 WIB

Pasca Iduladha, Harga Ikan Nila di Kabupaten Banjar Mulai Turun

5 Juni 2026 - 17:02 WIB

Peringatan 500 Tahun, Banjarmasin Gelar Lomba Ikan Hias Wali Kota Cup 2026

30 Mei 2026 - 20:49 WIB

Bersama Pekerja Tambak BUBK Kebumen, Prabowo Panen Raya Udang Vannamei

23 Mei 2026 - 19:02 WIB

Trending di EKOBIS