Menu

Mode Gelap
Operasi SAR Berakhir, Korban Tenggelam di Sungai Martapura Depan Menara Siring Pandang Ditemukan Meninggal Dunia Tim SAR Gabungan Laksanakan Operasi Pencarian Seorang Pria Diduga Tenggelam di Sungai Martapura Mengaku Polisi, Pria Ini Raup Jutaan Rupiah dengan Iming-iming Kerja di Polres Banjarbaru DJP Kalsel-Teng Sita Lima Aset Tanah Tersangka Kasus Faktur Pajak Fiktif Kebakaran Hanguskan Dua Asrama Santri dan Empat Rumah di Martapura Timur, Puluhan Kamar Ludes

Kab. Banjar · 17 Jun 2025 18:33 WIB

DKPP Banjar Kecam Pembuangan Bangkai Ikan ke Sungai Martapura


 Warga mengangkat ikan busuk terbungkus plastik. foto-Haris Perbesar

Warga mengangkat ikan busuk terbungkus plastik. foto-Haris

Riceknews.id – Pihak Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) Banjar mengecam oknum yang membuang bangkai ikan ke Sungai Martapura hingga mengakibatkan sungai berbau busuk.

Kepala Bidang Budidaya dan Perikanan DKPP Banjar, Bandi Chairullah menduga hal tersebut dilakukan dengan sengaja. Menurutnya, sesuai cara budidaya ikan baik dan benar (CBIB), ikan mati harus dikubur di daratan.

“Bukan membuangnya ke sungai. Di hilir sudah terdampak air bangkai, ini malah dibuang ke sungai dan dibungkus plastik,” kata Bandi dengan geram, Selasa (17/6/2025).

Perihal ikan mati secara massal, Bandi menyebut akibat adanya oknum pembudidaya ikan yang nakal. Dampaknya estimasi ikan mati sampai 1,5 ton.

“Karena menebar benih ikan sangat banyak. Padahal telah kami imbau dari tiga bulan lalu, mereka akan menghadapi perubahan iklim. Setelah kami cek secara berkala, ternyata kadar oksigen terlarut di keramba mereka sudah krisis,” ujarnya.

Ia merincikan dampak perubahan iklim kemarau saat ini terhadap keramba ikan, seperti penurunan debit air yang signifikan dan ideal kadar oksigen yang terlarut. Sebab beberapa keramba diketahui hanya mencapai 0,9 mg/L dan 1,7 mg/L kadar oksigen terlarut

“Lima sampai sepuluh keramba diidentifikasi mengalami penurunan kadar oksigen terlarut. Idealnya kadar oksigen terlarut dalam keramba itu lima miligram per liter dan batas krisis yaitu tiga miligram per liter akibat kemarau sekarang,” rincinya.

Bandi mengungkapkan penurunan debit air di bagian hulu sampai lebih dua meter. Namun oknum peternak ikan masih menebar benih melebihi kapasitas sampai 20.000 ekor dalam satu keramba. Padahal dalam menghadapi perubahan iklim ini, idealnya satu keramba hanya 5.000-7.000 ekor saja.

“Kalau mereka memang mau dua puluh ribu ekor, benihnya ditebar di tiga keramba lebih ideal,” pungkasnya.

Pewarta: Haris Pranata
Editor: Hendra

Artikel ini telah dibaca 7 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Baca Lainnya

Torehkan Prestasi di Kejurda Panahan Pelajar 2026, Nadhifa Tiandra Wahyudi Raih Dua Medali

10 Agustus 2026 - 19:47 WIB

DKUMPP Banjar Laksanakan Pembinaan & Pendampingan UMKM Inklusif Pengaron

10 Agustus 2026 - 19:19 WIB

Satpol PP Terjunkan 71 Personel Amankan Banjar Bersholawat di Martapura

10 Agustus 2026 - 17:27 WIB

Warga Desa Salat Makmur Alami Kekeringan, BPBD Banjar Kembali Salurkan Bantuan Air Bersih

9 Agustus 2026 - 18:28 WIB

Kabupaten Banjar Berhasil Kawinkan Gelar Piala Gubernur Kalsel & Pangdam Cup XXII

9 Agustus 2026 - 17:31 WIB

Hadapi Kekeringan & Serangan Tungro, Distan Banjar Andalkan Pertanian Modern PM-AAS

9 Agustus 2026 - 17:29 WIB

Trending di ADVERTORIAL