Menu

Mode Gelap
Kebakaran Hanguskan Dua Asrama Santri dan Empat Rumah di Martapura Timur, Puluhan Kamar Ludes Mobil Terlibat Insiden di SPBU Pelaihari, Pertamina Pastikan Tak Ada Korban Jiwa Perempuan di Pengaron Banjar Ditemukan Tewas di Sawah, Polisi Selidiki Dugaan Pembunuhan Dugaan Penimbunan Solar Disorot dalam Demo Sopir Truk Kalsel Warga Kertak Hanyar Geger, Pria Tanpa Identitas Ditemukan Tewas di Kontrakan

HUKUM · 13 Jan 2023 18:27 WIB

Dugaan Penganiayaan Di Dalam Panti Asuhan


 Panti Asuhan Griya Yatim Dhuafa di Jalan Pangeran Suriansyah Ujung Kelurahan Mentaos Kota Banjarbaru telah ditutup dan dikosongkan. Perbesar

Panti Asuhan Griya Yatim Dhuafa di Jalan Pangeran Suriansyah Ujung Kelurahan Mentaos Kota Banjarbaru telah ditutup dan dikosongkan.

Kasus dugaan penganiayaan terhadap anak asuh di Panti Asuhan Griya Yatim Dhuafa, Jalan Pangeran Suriansyah Ujung Kelurahan Mentaos Kota Banjarbaru, tengah didalami Kepolisian Resort Kota Banjarbaru.

Kapolres Banjarbaru AKBP Dody Harza Kusumah melalui Kasi Humas Polres Banjarbaru AKP Tajudin Noor mengatakan, terlapor dari Panti Asuhan yang dimaksud sudah dilakukan pemeriksaan oleh unit Reskrim Polres Banjarbaru.

“Kasus ini sudah ditangani oleh unit Reskrim, terduga pelaku juga sudah diamankan untuk dilakukan pemeriksaan,”ungkap AKP Tajudin Noor,Jumat(13/1/2023).

Lanjutnya, untuk anak asuh terduga korban penganiayaan dalam kasus ini, sudah dilakukan visum dan pembinaan oleh unit Pelayanan Perempuan dan Anak.

“Untuk sementara kita belum bisa menentukan apakah kasus ini masuk dalam tindak pidana atau tidak, masih dalam penyelidikan,”ucapnya.

Kasus dugaan penganiayaan yang dilakukan pengelola Griya Yatim Dhuafa, juga dikatakan AKP Tajudin Noor berawal dari informasi warga.

“Informasinya ada salah satu dari anak asuh yang keluar dan menyampaikan ke warga kalau dirinya telah mendapat penganiayaan di dalam Panti Asuhan Griya Yatim Dhuafa,”pungkasnya.

Lurah Mentaos Zulhulaifah saat ditemui di kantornya, Jumat (13/1/2023).

Kesempatan berbeda, Lurah Mentaos Zulhulaifah ditemui di kantornya, mengatakan bahwa Panti Asuhan Griya Yatim Dhuafa sehari sebelumnya telah dilakukan penutupan dan dikosongkan.

“Didampingi DP2KBPMP2A dan Dinas Sosial Kota Banjarbaru, hari ini kita coba berkoordinasi dengan beberapa panti lain yang ada di Banjarbaru untuk bisa menerima anak asuh yang kami keluarkan dari sana,” bebernya.

Zulhulaifah juga menyampaikan, ada enam anak asuh yang diduga menerima penganiayaan di Panti Asuhan Griya Yatim Dhuafa.

“Namun yang ada saat ini hanya ada lima anak, satunya lebih dulu telah dipindahkan oleh pengelola panti. Entah dipindahkan ke mana, sementara kami cari tahu juga informasinya, ada kabar berada di salah satu panti asuhan di kota Banjarbaru ini juga,”tutupnya.

Artikel ini telah dibaca 13 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
Baca Lainnya

Fakta Baru Sidang Pemalsuan Dokumen Tanah di HSS, Terdakwa Akui Tahun Surat Dimundurkan

28 Juli 2026 - 11:00 WIB

Jalin Sinergi dengan Ditjen Pajak, Polri Jelaskan Peran Bhabinkamtibmas

26 Juli 2026 - 17:06 WIB

Polsek Sungai Tabuk Berhasil Amankan Terduga Pelaku Curanmor

26 Juli 2026 - 08:22 WIB

Ditetapkan Jadi Tersangka TPPU, Kejagung Tahan Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah

25 Juli 2026 - 18:59 WIB

Kasus Suap Dana Hibah Pokmas Jatim, KPK Tahan Tiga Tersangka Baru

24 Juli 2026 - 09:12 WIB

OTT Kasus Dugaan Korupsi Proyek Rp17,9 Miliar, KPK Tahan Bupati Lombok Barat

24 Juli 2026 - 09:09 WIB

Trending di HUKUM