Menu

Mode Gelap
MV Hai Da Bawa 69 Korban Selamat KM Virgo Tiba di Banjarmasin KM Virgo Transport 8: 107 Selamat, 6 Meninggal, 136 Masih Dicari KM Virgo Transport 8, 103 Orang Telah Dievakuasi dari Perairan Laut Jawa Kapal Virgo Transport 8 Hilang Kontak di Laut Jawa, Bawa 243 Orang Viral Video IGD Puskesmas Sungai Ulin, Wali Kota Banjarbaru Jenguk Pasien di RSUD Ratu Zalecha

NASIONAL · 15 Sep 2026 19:15 WIB

FIFA ASEAN Cup 2026 Berpotensi Disaksikan Lebih dari 1 Miliar Penonton


 FIFA ASEAN Cup 2026 Berpotensi Disaksikan Lebih dari 1 Miliar Penonton Perbesar

Ricek.ID – Indonesia berpotensi menjadi pusat perhatian pencinta sepak bola dunia saat menjadi tuan rumah FIFA ASEAN Cup 2026. Turnamen perdana yang secara resmi diorganisasikan FIFA tersebut diproyeksikan memiliki potensi jangkauan penonton lebih dari 1 miliar orang.

Hal ini disampaikan Ketua Umum PSSI Erick Thohir dalam konferensi pers pengumuman official broadcaster FIFA ASEAN Cup 2026 di SCTV Tower, Senayan City, Jakarta Pusat pada Senin (14/9/2026).

Erick mengatakan, potensi jumlah penonton tersebut berasal dari akumulasi populasi negara-negara Asia Tenggara serta negara yang menjadi tim undangan, yakni Bangladesh, Pakistan, dan Hong Kong.

“Jadi secara pertandingan ini populasinya sangat besar. Dan ini yang menjadi menarik, yang nanti juga disiarkan di televisi-televisi masing-masing negara seperti Bangladesh, Pakistan, dan tentu di Indonesia yang disiarkan secara resmi oleh Emtek Media,” ujarnya.

Besarnya basis penonton tersebut dinilai membuka peluang bagi Indonesia untuk memperoleh manfaat lebih luas dari penyelenggaraan turnamen, tidak hanya dari sisi olahraga, tetapi juga ekonomi, pariwisata, industri kreatif, serta promosi budaya nasional.

Erick menjelaskan, FIFA ASEAN Cup 2026 dibagi menjadi dua divisi. Divisi 1 digelar di Indonesia dengan melibatkan enam negara Asia Tenggara, yakni Indonesia, Malaysia, Singapura, Thailand, Vietnam, dan Filipina.

Kompetisi divisi tersebut juga menghadirkan dua negara undangan dari luar Asia Tenggara, yaitu Bangladesh dan Pakistan.

Sementara itu, Divisi 2 digelar di Hong Kong dengan peserta Hong Kong, Myanmar, Laos, Kamboja, Timor Leste, dan Brunei Darussalam.

Format tersebut, kata Erick, menjadi bagian dari upaya FIFA mendorong kompetisi antarfederasi yang lebih kompetitif sekaligus memperkuat ekosistem sepak bola di berbagai negara.

Menurutnya, FIFA tidak hanya mendorong peningkatan prestasi tim nasional, tetapi juga menginginkan federasi sepak bola memiliki program dan kondisi finansial yang kuat.

“Jangan sampai federasi dan timnas ini menjadi tertutup potensinya dengan persaingan dan ekonomi sepak bola secara menyeluruh, di mana di banyak negara sekarang ini lahir tim-tim super dan banyak juga liga yang sangat besar, yang akhirnya perkembangan tim nasional di banyak negara menjadi dinomorduakan,” jelas Erick.

Ia mengatakan FIFA ASEAN Cup memiliki tujuan untuk menjadi sarana benchmark perkembangan sepak bola di kawasan Asia Tenggara dan negara di luar kawasan tersebut.

Konsep itu sebelumnya telah diterapkan FIFA melalui sejumlah kompetisi, termasuk FIFA Arab Cup yang mulai digelar pada 2021.

“Nah, FIFA ASEAN Cup tujuannya sama. Lewat FIFA ASEAN Cup, FIFA ingin mulai melakukan benchmark negara-negara di kawasan Asia Tenggara dan di luar wilayah itu supaya kompetisinya juga kompetitif,” katanya.

Indonesia mendapat kepercayaan menjadi tuan rumah divisi utama dalam edisi perdana turnamen tersebut. Menurut Erick, kepercayaan itu menjadi kehormatan sekaligus tanggung jawab bagi Indonesia setelah sebelumnya sukses menjadi tuan rumah Piala Dunia U-17 dan FIFA Series.

Persiapan penyelenggaraan terus dilakukan, antara lain melalui sosialisasi di Jakarta dan Bandung yang menjadi dua kota lokasi pertandingan. PSSI juga melakukan trophy tour untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai penyelenggaraan FIFA ASEAN Cup 2026.

Selain pertandingan, PSSI menyiapkan Fans Zone di sekitar stadion yang telah mendapat persetujuan FIFA.

Fans Zone tersebut akan menghadirkan berbagai unsur budaya Indonesia, termasuk musik dan kuliner khas Nusantara. Kehadiran ruang tersebut diharapkan memberikan pengalaman yang lebih luas kepada penonton yang datang menyaksikan pertandingan.

“Ini kesempatan untuk ikut mengenalkan budaya kita, musik kita, makanan kita juga. Mudah-mudahan ini menjadi hype, sehingga penonton tidak hanya mendapat hiburan sepak bola, tetapi juga pengalaman musik, budaya, dan kuliner Indonesia yang terkenal,” ujar Erick.

Dengan basis penonton yang besar dan keterlibatan sejumlah negara di kawasan Asia Tenggara serta negara undangan, FIFA ASEAN Cup 2026 diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu pusat kegiatan sepak bola internasional di kawasan.

Penyelenggaraan turnamen juga diharapkan memberikan dampak berganda bagi masyarakat melalui aktivitas ekonomi, pariwisata, industri kreatif, usaha kuliner, transportasi, dan sektor jasa selama kompetisi berlangsung.

Sumber : infopublik.id

Artikel ini telah dibaca 2 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Baca Lainnya

Bea Cukai Gagalkan Ekspor Emas Ilegal Senilai Rp73 M di Empat Bandara Internasional

15 September 2026 - 19:25 WIB

KPK Lakukan OTT di Kementerian ATR/BPN, Amankan 17 Orang Terkait HGB Bogor

15 September 2026 - 19:23 WIB

Dukung Identifikasi Korban KM Virgo, Polri Hadirkan Ratusan Personel DVI Profesional

15 September 2026 - 19:20 WIB

Dukung Penanganan Hilangnya Kapal Virgo, Polri Kerahkan Tim DVI

15 September 2026 - 19:18 WIB

Menkeu Suahasil Tegaskan Keuangan Negara Harus Sehat & Kredibel

14 September 2026 - 21:41 WIB

Prabowo Lantik Suahasil Nazara Jadi Menkeu Gantikan Purbaya

14 September 2026 - 21:39 WIB

Trending di EKOBIS