Menu ✖

Mode Gelap
Nasib Nelayan Labuan Mas Kotabaru, Puluhan Tahun Menanti Dermaga yang Tak Kunjung Dibangun Diduga Lakukan Begal Payudara, Pria di Tanah Laut Diamankan Warga Polres Banjarbaru Sita 3,6 Kg Sabu, 13 Tersangka Ditangkap Tujuh Kabupaten di Kalsel Terima Bantuan Karhutla Rp80 Miliar dari Pusat Buruh Harian Tewas Dianiaya di Awang Bangkal Barat, Polisi Amankan Barang Bukti

NASIONAL · 15 Sep 2026 19:15 WIB

FIFA ASEAN Cup 2026 Berpotensi Disaksikan Lebih dari 1 Miliar Penonton


 FIFA ASEAN Cup 2026 Berpotensi Disaksikan Lebih dari 1 Miliar Penonton Perbesar

Ricek.ID – Indonesia berpotensi menjadi pusat perhatian pencinta sepak bola dunia saat menjadi tuan rumah FIFA ASEAN Cup 2026. Turnamen perdana yang secara resmi diorganisasikan FIFA tersebut diproyeksikan memiliki potensi jangkauan penonton lebih dari 1 miliar orang.

Hal ini disampaikan Ketua Umum PSSI Erick Thohir dalam konferensi pers pengumuman official broadcaster FIFA ASEAN Cup 2026 di SCTV Tower, Senayan City, Jakarta Pusat pada Senin (14/9/2026).

Erick mengatakan, potensi jumlah penonton tersebut berasal dari akumulasi populasi negara-negara Asia Tenggara serta negara yang menjadi tim undangan, yakni Bangladesh, Pakistan, dan Hong Kong.

“Jadi secara pertandingan ini populasinya sangat besar. Dan ini yang menjadi menarik, yang nanti juga disiarkan di televisi-televisi masing-masing negara seperti Bangladesh, Pakistan, dan tentu di Indonesia yang disiarkan secara resmi oleh Emtek Media,” ujarnya.

Besarnya basis penonton tersebut dinilai membuka peluang bagi Indonesia untuk memperoleh manfaat lebih luas dari penyelenggaraan turnamen, tidak hanya dari sisi olahraga, tetapi juga ekonomi, pariwisata, industri kreatif, serta promosi budaya nasional.

Erick menjelaskan, FIFA ASEAN Cup 2026 dibagi menjadi dua divisi. Divisi 1 digelar di Indonesia dengan melibatkan enam negara Asia Tenggara, yakni Indonesia, Malaysia, Singapura, Thailand, Vietnam, dan Filipina.

Kompetisi divisi tersebut juga menghadirkan dua negara undangan dari luar Asia Tenggara, yaitu Bangladesh dan Pakistan.

Sementara itu, Divisi 2 digelar di Hong Kong dengan peserta Hong Kong, Myanmar, Laos, Kamboja, Timor Leste, dan Brunei Darussalam.

Format tersebut, kata Erick, menjadi bagian dari upaya FIFA mendorong kompetisi antarfederasi yang lebih kompetitif sekaligus memperkuat ekosistem sepak bola di berbagai negara.

Menurutnya, FIFA tidak hanya mendorong peningkatan prestasi tim nasional, tetapi juga menginginkan federasi sepak bola memiliki program dan kondisi finansial yang kuat.

“Jangan sampai federasi dan timnas ini menjadi tertutup potensinya dengan persaingan dan ekonomi sepak bola secara menyeluruh, di mana di banyak negara sekarang ini lahir tim-tim super dan banyak juga liga yang sangat besar, yang akhirnya perkembangan tim nasional di banyak negara menjadi dinomorduakan,” jelas Erick.

Ia mengatakan FIFA ASEAN Cup memiliki tujuan untuk menjadi sarana benchmark perkembangan sepak bola di kawasan Asia Tenggara dan negara di luar kawasan tersebut.

Konsep itu sebelumnya telah diterapkan FIFA melalui sejumlah kompetisi, termasuk FIFA Arab Cup yang mulai digelar pada 2021.

“Nah, FIFA ASEAN Cup tujuannya sama. Lewat FIFA ASEAN Cup, FIFA ingin mulai melakukan benchmark negara-negara di kawasan Asia Tenggara dan di luar wilayah itu supaya kompetisinya juga kompetitif,” katanya.

Indonesia mendapat kepercayaan menjadi tuan rumah divisi utama dalam edisi perdana turnamen tersebut. Menurut Erick, kepercayaan itu menjadi kehormatan sekaligus tanggung jawab bagi Indonesia setelah sebelumnya sukses menjadi tuan rumah Piala Dunia U-17 dan FIFA Series.

Persiapan penyelenggaraan terus dilakukan, antara lain melalui sosialisasi di Jakarta dan Bandung yang menjadi dua kota lokasi pertandingan. PSSI juga melakukan trophy tour untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai penyelenggaraan FIFA ASEAN Cup 2026.

Selain pertandingan, PSSI menyiapkan Fans Zone di sekitar stadion yang telah mendapat persetujuan FIFA.

Fans Zone tersebut akan menghadirkan berbagai unsur budaya Indonesia, termasuk musik dan kuliner khas Nusantara. Kehadiran ruang tersebut diharapkan memberikan pengalaman yang lebih luas kepada penonton yang datang menyaksikan pertandingan.

“Ini kesempatan untuk ikut mengenalkan budaya kita, musik kita, makanan kita juga. Mudah-mudahan ini menjadi hype, sehingga penonton tidak hanya mendapat hiburan sepak bola, tetapi juga pengalaman musik, budaya, dan kuliner Indonesia yang terkenal,” ujar Erick.

Dengan basis penonton yang besar dan keterlibatan sejumlah negara di kawasan Asia Tenggara serta negara undangan, FIFA ASEAN Cup 2026 diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu pusat kegiatan sepak bola internasional di kawasan.

Penyelenggaraan turnamen juga diharapkan memberikan dampak berganda bagi masyarakat melalui aktivitas ekonomi, pariwisata, industri kreatif, usaha kuliner, transportasi, dan sektor jasa selama kompetisi berlangsung.

Sumber : infopublik.id

Artikel ini telah dibaca 5 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Baca Lainnya

Perkuat Keselamatan Penerbangan, Kemenhub Gelar Pelatihan Pengelolaan Risiko Satwa Liar se-Asia Tenggara

4 November 2026 - 12:46 WIB

Satgas Pangan Polri Ungkap Produksi 525 Ton Beras Fortifikasi Tak Sesuai Label

3 November 2026 - 19:30 WIB

Presiden Prabowo Bahas Langkah Strategis Penguatan Ketahanan Energi Nasional

3 November 2026 - 19:27 WIB

Presiden Prabowo Pimpin Rapat Terbatas Bahas Stabilitas Ekonomi hingga Efisiensi APBN

3 November 2026 - 19:25 WIB

Menko Perekonomian Pastikan Fundamental Ekonomi Indonesia Terjaga & Masih Kuat

3 November 2026 - 19:23 WIB

Pimpin Ratas, Presiden Prabowo Pastikan Fundamental Ekonomi Tetap Kuat

2 November 2026 - 19:38 WIB

Trending di NASIONAL