Menu

Mode Gelap
Mobil Terlibat Insiden di SPBU Pelaihari, Pertamina Pastikan Tak Ada Korban Jiwa Perempuan di Pengaron Banjar Ditemukan Tewas di Sawah, Polisi Selidiki Dugaan Pembunuhan Dugaan Penimbunan Solar Disorot dalam Demo Sopir Truk Kalsel Warga Kertak Hanyar Geger, Pria Tanpa Identitas Ditemukan Tewas di Kontrakan Tragedi di Sungai Tunjang, Empat ABK Tewas di Dalam Ruang Sempit Kapal

HUKUM · 17 Jan 2025 16:19 WIB

Geramnya Anggota DPR RI HM Rofiqi Santri Dicabuli Pengasuhya


 Anggota Komisi III DPR RI asal Martapura, Kalsel, HM Rofiqi. Perbesar

Anggota Komisi III DPR RI asal Martapura, Kalsel, HM Rofiqi.

Riceknews.Id – Kasus dugaan pencabulan yang melibatkan seorang pengasuh atau pimpinan di lembaga pendidikan non formal di Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, jadi perhatian serius.

Peristiwa ini sedang ditangani oleh Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Banjar, setelah adanya korban yang melaporkan.

Setelah melalui serangkaian penyelidikan secara maraton, Polres Banjar menetapkan terduga pelaku berinisial MR (42) sebagai tersangka pencabulan, pada Rabu (15/1/2025).

Masyarakat merasa prihatin dengan kejadian ini, yang melibatkan korban anak-anak yang seharusnya berada dalam lingkungan yang aman dan mendidik. Kejadian ini menyoroti perlunya peningkatan pengawasan di lembaga pendidikan, khususnya pesantren dan lembaga pendidikan non formal, agar kejadian serupa tidak terulang di masa depan.

Anggota Komisi III DPR RI, H Muhammad Rofiqi, turut mengutuk keras tersangka pelaku pencabulan terhadap anak di bawah umur. Menurutnya, hal ini telah mencoreng nama baik Martapura. Ia meminta pelaku dihukum berat. Kalau bisa, dikebiri.

“Kasus pencabulan terhadap anak – anak santri di bawah umur ini membuat kita semua geram, sebab telah mencoreng nama Martapura yang berjuluk Kota Serambi Mekkah. Apalagi tersangka pelakunya adalah seorang pengasuh, karena itu harus dihukum berat,” tegasnya di kutip, (16/1/2025).

Di lain pihak, masyarakat berharap agar aparat kepolisian menegakkan hukum secara profesional, transparan, dan adil dalam menangani kasus ini.

Harapan masyarakat adalah agar hukuman yang diberikan kepada pelaku dapat setimpal dengan perbuatannya, karena korban adalah anak-anak yang merupakan generasi penerus bangsa yang harus dilindungi dari segala bentuk kekerasan atau pelecehan.

Ucapan terima kasih kepada pihak kepolisian khususnya Polres Banjar yg sudah berusaha dengan profesional mengungkap kasus yang mencoreng nama baik kab Banjar yang dikenal religius.

Kejadian ini menjadi pengingat bagi semua lembaga pendidikan untuk memperketat pengawasan internal demi memberikan rasa aman dan nyaman bagi para santri dan peserta didiknya.

Artikel ini telah dibaca 5 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
Baca Lainnya

Perketat Jalur Merak-Bakauheni, Bea Cukai Gagalkan Peredaran 8,2 Juta Batang Rokok Ilegal

12 Juni 2026 - 18:40 WIB

Dua Tersangka Korupsi Kuota Haji Ditahan, KPK Sebut Kerugian Negara Sebesar Rp622 Miliar

12 Juni 2026 - 18:36 WIB

Bupati Muara Enim Terkena OTT KPK, Ditahan Terkait Dugaan Suap Proyek

11 Juni 2026 - 09:44 WIB

Kemenhaj Tindak Tegas Oknum KBIHU Nakal untuk Berantas Praktik Non-Prosedural

10 Juni 2026 - 19:04 WIB

Buka Suara Soal Kasus Dugaan Pengeroyokan Anak di Martapura, Polres Banjar Sebut Penyidikan Terkendala Alat Bukti

10 Juni 2026 - 06:12 WIB

Dugaan Kekerasan terhadap Anak di Martapura Belum Tuntas, Keluarga Korban Pertanyakan Kejelasan Penanganan Kasus

10 Juni 2026 - 06:09 WIB

Trending di HEADLINE