Menu ✖

Mode Gelap
Nasib Nelayan Labuan Mas Kotabaru, Puluhan Tahun Menanti Dermaga yang Tak Kunjung Dibangun Diduga Lakukan Begal Payudara, Pria di Tanah Laut Diamankan Warga Polres Banjarbaru Sita 3,6 Kg Sabu, 13 Tersangka Ditangkap Tujuh Kabupaten di Kalsel Terima Bantuan Karhutla Rp80 Miliar dari Pusat Buruh Harian Tewas Dianiaya di Awang Bangkal Barat, Polisi Amankan Barang Bukti

HUKUM · 17 Jan 2025 16:19 WIB

Geramnya Anggota DPR RI HM Rofiqi Santri Dicabuli Pengasuhya


 Anggota Komisi III DPR RI asal Martapura, Kalsel, HM Rofiqi. Perbesar

Anggota Komisi III DPR RI asal Martapura, Kalsel, HM Rofiqi.

Riceknews.Id – Kasus dugaan pencabulan yang melibatkan seorang pengasuh atau pimpinan di lembaga pendidikan non formal di Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, jadi perhatian serius.

Peristiwa ini sedang ditangani oleh Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Banjar, setelah adanya korban yang melaporkan.

Setelah melalui serangkaian penyelidikan secara maraton, Polres Banjar menetapkan terduga pelaku berinisial MR (42) sebagai tersangka pencabulan, pada Rabu (15/1/2025).

Masyarakat merasa prihatin dengan kejadian ini, yang melibatkan korban anak-anak yang seharusnya berada dalam lingkungan yang aman dan mendidik. Kejadian ini menyoroti perlunya peningkatan pengawasan di lembaga pendidikan, khususnya pesantren dan lembaga pendidikan non formal, agar kejadian serupa tidak terulang di masa depan.

Anggota Komisi III DPR RI, H Muhammad Rofiqi, turut mengutuk keras tersangka pelaku pencabulan terhadap anak di bawah umur. Menurutnya, hal ini telah mencoreng nama baik Martapura. Ia meminta pelaku dihukum berat. Kalau bisa, dikebiri.

“Kasus pencabulan terhadap anak – anak santri di bawah umur ini membuat kita semua geram, sebab telah mencoreng nama Martapura yang berjuluk Kota Serambi Mekkah. Apalagi tersangka pelakunya adalah seorang pengasuh, karena itu harus dihukum berat,” tegasnya di kutip, (16/1/2025).

Di lain pihak, masyarakat berharap agar aparat kepolisian menegakkan hukum secara profesional, transparan, dan adil dalam menangani kasus ini.

Harapan masyarakat adalah agar hukuman yang diberikan kepada pelaku dapat setimpal dengan perbuatannya, karena korban adalah anak-anak yang merupakan generasi penerus bangsa yang harus dilindungi dari segala bentuk kekerasan atau pelecehan.

Ucapan terima kasih kepada pihak kepolisian khususnya Polres Banjar yg sudah berusaha dengan profesional mengungkap kasus yang mencoreng nama baik kab Banjar yang dikenal religius.

Kejadian ini menjadi pengingat bagi semua lembaga pendidikan untuk memperketat pengawasan internal demi memberikan rasa aman dan nyaman bagi para santri dan peserta didiknya.

Artikel ini telah dibaca 9 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Baca Lainnya

Satgas Pangan Polri Ungkap Produksi 525 Ton Beras Fortifikasi Tak Sesuai Label

3 November 2026 - 19:30 WIB

Polres Banjar Ungkap Dua Kasus Penggelapan & Satu Pencurian dengan Pemberatan

3 November 2026 - 16:00 WIB

Penanganan Kasus Pembakaran Lahan di Dua Kecamatan, Polres Banjar Tetapkan Tiga Tersangka

3 November 2026 - 15:57 WIB

Pasca Operasi Bersih, Polres Banjar Bongkar Peredaran Miras Oplosan & Pabrikan

3 November 2026 - 15:54 WIB

Ungkap Peredaran Narkoba & Obat Terlarang, Polres Banjar Sita Sabu 131,55 Gram

3 November 2026 - 15:51 WIB

Kapolri Dorong Penelusuran Aset Kejahatan Digital

2 November 2026 - 19:34 WIB

Trending di HUKUM