Menu

Mode Gelap
Viral Video IGD Puskesmas Sungai Ulin, Wali Kota Banjarbaru Jenguk Pasien di RSUD Ratu Zalecha Kandang Ayam dan Truk Terbakar di Pelaihari, Kerugian Ditaksir Ratusan Juta Rupiah Kabut Asap Karhutla Ganggu Pengendara di Jalur Tanah Laut–Banjarbaru, Polisi Beri Imbauan Karhutla Berkobar di Liang Anggang Banjarbaru, Jalur Banjarbaru–Bati-Bati Ditutup Total Kabut Asap Karhutla Selimuti Bati-Bati hingga Banjarbaru, Pengendara Pilih Berhenti

ADVERTORIAL · 9 Sep 2026 20:12 WIB

Hadapi Kemarau Panjang, PLTA Riam Kanan Hemat Cadangan Air


 Hadapi Kemarau Panjang, PLTA Riam Kanan Hemat Cadangan Air Perbesar

Ricek.ID – Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Ir PM Noor Riam Kanan telah melakukan serangkaian langkah penghematan cadangan udara bendungan guna menangani ancaman kemarau panjang. Langkah antisipasi ini telah dijalankan sejak awal Juli lalu dengan menguraikan operasional mesin dari dua unit menjadi satu unit.

Hal ini disampaikan Manager PLTAD Gunung Bamega Reza Permana saat ditemui di Bukit Bintang Park And Resort, Karang Intan pada Rabu (9/9/2026).

Reza mengungkapkan bahwa sedimen Riam Kanan tercatat tidak mendapatkan aliran air masuk (inflow) dari sungai selama lebih dari 40 hari akibat minimnya curah hujan. Oleh karena itu, operasional PLTA saat ini menyediakan cadangan air yang tersisa untuk menjaga keberadaan pasokan hingga memasuki musim penghujan.

“Sejak awal Juli kami sudah melakukan penghematan, dari yang sebelumnya mengoperasikan dua unit menjadi satu unit. Kami mengoptimalkan cadangan air agar tetap bertahan sampai minggu kedua November hingga awal Desember mendatang,” ujarnya.

Meskipun terjadi penurunan debit keluaran (outflow) menjadi kisaran 12 hingga 13 meter kubik per detik, Reza memastikan ketersediaan pasokan air baku untuk Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) bagi masyarakat tetap terpenuhi secara optimal.

Berdasarkan hasil koordinasi dengan Balai Wilayah Sungai (BWS), kebutuhan dasar air baku masyarakat berada di angka 8 hingga 9 meter kubik per detik. Dengan outflow PLTA yang dikeluarkan secara konsistensi sebesar 12-13 meter kubik per detik selama 24 jam penuh, pasokan air baku dinilai sangat mencukupi.

“Untuk kebutuhan air baku SPAM, outflow kita masih di atas kebutuhan harian. Jadi pasokan air dari penyumbatan tidak ada pengurangan yang mengganggu kebutuhan pokok masyarakat,” jelasnya.

Menangapi isu pengeringan yang beredar di masyarakat, Reza mengatakan bahwa urusan pengeringan saluran irigasi berada di bawah otoritas BWS, bukan PLTA. Ia mengimbau masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh berita bohong (hoaks) serta selalu merujuk pada informasi resmi dari manajemen PLTA maupun instansi terkait.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak terpengaruh isu hoaks dan selalu mengacu pada imbauan resmi dari pihak PLTA maupun BWS,” pungkasnya.

Sumber : Media Center Banjar

Artikel ini telah dibaca 1 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Baca Lainnya

Bangun Budaya Baca Sejak Dini, Dispersip Kotabaru Gelar Story Telling Bersama PT Arutmin

10 September 2026 - 15:05 WIB

Satpol PP Banjar Siapkan Penataan 13 Bangunan di Bahu Jalan Sungai Kitano

9 September 2026 - 20:15 WIB

Kemarau Diprediksi hingga 2027, Pemkab Banjar Perkuat Antisipasi Karhutla & Krisis Air

9 September 2026 - 20:09 WIB

Tegaskan ODGJ Bukan Aib, Wabup Banjar Dorong Penghentian Pemasungan

9 September 2026 - 20:06 WIB

PWRI Kabupaten Banjar Gelar Tahlil 70 Ribu & Zikir untuk Almarhum Rudy Arifin

9 September 2026 - 20:03 WIB

Bandara Internasional Syamsudin Noor Gelar Service Recovery Action Maknai Dua Tahun Transformasi InJourney Airports

9 September 2026 - 20:00 WIB

Trending di ADVERTORIAL