Ricek.ID – Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) Kabupaten Banjar gelar Pelatihan Kewirausahaan Pemuda Pemula di Dermaga Desa Lok Baintan, Kabupaten Banjar pada Rabu (15/7/2026).
Sebanyak 50 pemuda, yang mayoritas merupakan pedagang jukung di Pasar Terapung Lok Baintan, mengikuti pelatihan bertema Cara Memberikan Pelayanan yang Baik Melalui Komunikasi kepada Pelanggan.
Kegiatan ini merupakan upaya Pemerintah Kabupaten Banjar untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, khususnya generasi muda pelaku usaha lokal yang menjadi garda terdepan dalam memberikan pelayanan kepada wisatawan di Pasar Terapung Lok Baintan, salah satu destinasi wisata unggulan di Kabupaten Banjar.
Kepala Disbudporapar Kabupaten Banjar, Irwan Jaya, menegaskan pedagang Pasar Terapung tidak hanya berperan sebagai pelaku usaha, tetapi juga menjadi duta pariwisata karena berinteraksi langsung dengan wisatawan dari berbagai daerah, bahkan mancanegara.
“Pasar Terapung Lok Baintan memiliki daya tarik yang luar biasa. Karena itu, selain menjual produk berkualitas, para pedagang juga perlu memberikan pelayanan yang ramah, santun, dan komunikatif. Pengalaman yang baik akan membuat wisatawan ingin kembali berkunjung serta merekomendasikan Lok Baintan kepada orang lain,” ujarnya.
Narasumber dari BPSDM Provinsi Kalimantan Selatan, Normalina, menyampaikan materi mengenai Public Marketing dengan fokus pada strategi membangun hubungan yang baik dengan pelanggan melalui komunikasi yang efektif dan pelayanan prima.
Menurutnya, keberhasilan usaha tidak hanya ditentukan oleh kualitas produk yang dijual, tetapi juga oleh cara pelaku usaha melayani pelanggan. Senyum yang tulus, sapaan yang hangat, kemampuan mendengarkan kebutuhan pelanggan, serta kesantunan dalam berkomunikasi menjadi modal penting untuk membangun kepercayaan dan loyalitas pelanggan.
“Pelayanan yang baik merupakan investasi jangka panjang. Ketika pelanggan merasa dihargai, mereka tidak hanya akan kembali berbelanja, tetapi juga menjadi media promosi yang paling efektif melalui pengalaman yang mereka bagikan kepada orang lain,” kata Normalina.
Para peserta antusias mengikuti setiap sesi pelatihan. Berbagai pengalaman sebagai pedagang jukung menjadi bahan diskusi, terutama terkait cara menghadapi wisatawan dengan karakter yang beragam, membangun komunikasi yang positif, serta menciptakan pengalaman berbelanja yang menyenangkan di atas jukung.
Melalui pelatihan ini, Disbudporapar Kabupaten Banjar berharap para pedagang jukung muda mampu meningkatkan kualitas pelayanan sekaligus memperkuat citra Pasar Terapung Lok Baintan sebagai destinasi wisata yang tidak hanya menawarkan keunikan budaya sungai, tetapi juga keramahan masyarakatnya.
Dengan pelayanan yang semakin profesional, para pedagang muda diharapkan dapat meningkatkan pendapatan usaha, memperluas jaringan pelanggan, serta turut menjaga keberlangsungan warisan budaya pasar terapung sebagai salah satu ikon kebanggaan Kabupaten Banjar.
Sumber : Media Center Banjar













