Menu

Mode Gelap
DJP Kalsel-Teng Sita Lima Aset Tanah Tersangka Kasus Faktur Pajak Fiktif Kebakaran Hanguskan Dua Asrama Santri dan Empat Rumah di Martapura Timur, Puluhan Kamar Ludes Mobil Terlibat Insiden di SPBU Pelaihari, Pertamina Pastikan Tak Ada Korban Jiwa Perempuan di Pengaron Banjar Ditemukan Tewas di Sawah, Polisi Selidiki Dugaan Pembunuhan Dugaan Penimbunan Solar Disorot dalam Demo Sopir Truk Kalsel

EKOBIS · 13 Apr 2026 17:19 WIB

Harga Plastik Naik Distributor Diimbau Tidak Berlebihan


 Harga Plastik Naik Distributor Diimbau Tidak Berlebihan Perbesar

RICEK.ID- Kenaikan harga plastik di pasaran mendorong imbauan kepada distributor agar tidak menaikkan harga secara berlebihan, sekaligus mengajak masyarakat mulai mengurangi penggunaan plastik.

Pelaksana Tugas Kepala DKUMPP Kabupaten Banjar, Linda Yuniati, mengatakan stok plastik saat ini masih dalam kondisi aman, namun harga di tingkat pasar mengalami kenaikan signifikan.

“Berdasarkan informasi dari Kementerian Perindustrian, pasokan plastik sebenarnya aman. Namun, situasi geopolitik saat ini memicu reaksi distributor sehingga harga di pasaran ikut merangkak naik,” ujarnya, Kamis (9/4/2026).

Ia menjelaskan, pemerintah daerah memiliki keterbatasan dalam mengintervensi harga di tingkat distributor karena mengikuti mekanisme pasar. Karena itu, pendekatan persuasif menjadi langkah yang ditempuh.

“Kami mengimbau distributor agar tidak menaikkan harga secara berlebihan. Selain itu, kami mendorong masyarakat untuk mulai mengurangi ketergantungan pada penggunaan plastik,” tambahnya.

Kondisi ini dinilai sebagai momentum untuk mendorong perubahan perilaku masyarakat agar lebih ramah lingkungan. Sejumlah langkah sederhana yang dapat dilakukan di antaranya membawa tumbler, menggunakan tas belanja berbahan kain, serta membawa wadah pakai ulang saat berbelanja.

“Jika konsumsi plastik berkurang, otomatis permintaan turun dan secara teori dapat menekan harga di pasaran,” jelasnya.

Di sisi lain, pemerintah daerah tetap memprioritaskan pengendalian harga bahan pokok penting agar tetap stabil.

“Fokus utama kami adalah pengendalian bahan pokok penting. Untuk plastik, langkah kami saat ini lebih kepada imbauan dan edukasi berkelanjutan,” tegasnya.

Pelaku UMKM juga didorong mulai beradaptasi dengan kemasan alternatif yang lebih efisien dan ramah lingkungan, guna menekan biaya produksi di tengah fluktuasi harga plastik.

Artikel ini telah dibaca 11 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
Baca Lainnya

Pemisahan Anggaran MBG, Menkeu Nyatakan Pemerintah Siap Laksanakan Putusan MK

31 Juli 2026 - 19:39 WIB

Jadi Tulang Punggung Ekonomi Indonesia, BPDP Perkuat Hilirisasi Sawit hingga Peremajaan Kebun Rakyat

31 Juli 2026 - 19:27 WIB

MK Putuskan Anggaran MBG Dipisah dari Anggaran Pendidikan Paling Lambat pada APBN 2028

30 Juli 2026 - 18:43 WIB

Dorong Ketahanan Energi Nasional, Presiden Prabowo Minta Dilakukan Percepatan Pemerataan Akses Listrik Desa

28 Juli 2026 - 21:38 WIB

Gubernur BI Mundur, Pemerintah Usulkan Calon Pengganti Perry ke DPR RI

27 Juli 2026 - 20:13 WIB

Piala Presiden 2026 Jadi Ajang Untuk Bangkitkan UMKM & Beri Dampak Ekonomi bagi Masyarakat

26 Juli 2026 - 17:12 WIB

Trending di EKOBIS