Menu

Mode Gelap
Kejari Kotabaru Tetapkan Tersangka Dugaan Korupsi Dana BOSP SMAN 1 Kotabaru Surat Permintaan Sumbangan Mengatasnamakan Pesantren At-Tarbiyah Beredar, Pemdes Jaruju Laut Beri Klarifikasi Gubernur Kalsel Siapkan Bonus bagi Pelapor Pelaku Karhutla Satu Korban KM Virgo Transport 8 Kembali Ditemukan Tim SAR Basarnas Perpanjang Operasi SAR KM Virgo Transport 8, 126 Korban Masih Dicari

Kab. Kotabaru · 10 Okt 2025 15:04 WIB

IAI Kotabaru Gelar Workshop Strategi Penanganan Hipertensi


 IAI Kotabaru Gelar Workshop Strategi Penanganan Hipertensi Perbesar

Kotabaru, Ricek.ID – Pusat Pendidikan dan Pelatihan Kolegium Farmasi Kementerian Kesehatan RI, bekerja sama dengan PC Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Kabupaten Kotabaru, sukses menyelenggarakan Workshop Nasional Kefarmasian 2025.

Mengusung tema “Strategi Penanganan Hipertensi yang Efektif,” kegiatan ini digelar pada Minggu, 5 Oktober 2025, di Ballroom Hotel Grand Surya, Kotabaru.

Workshop ini bertujuan memperkuat peran profesi apoteker sebagai mitra strategis dalam menanggulangi hipertensi, yang memiliki prevalensi tinggi di Indonesia. Kegiatan ini diikuti oleh 133 peserta yang terdiri dari Apoteker, Tenaga Vokasi Farmasi, perwakilan BPOM, dan pengurus IAI dari berbagai kabupaten/kota di Kalimantan Selatan.

Pentingnya Komunikasi dan Kepatuhan Pasien

Ketua IAI Kotabaru, Apt. Lisa Gunawan, menegaskan bahwa apoteker adalah garda terdepan dalam membangun masyarakat sehat. “Apoteker bukan sekadar peracik obat, melainkan mitra masyarakat dalam menjaga kesehatan. Edukasi, pendampingan, dan empati adalah bagian penting dari terapi yang efektif,” ujarnya.

Workshop menghadirkan dua narasumber berpengalaman: Apt. Primadi Avianto, M.Farm.Klin. dan Apt. Rahmat Hidayat Syah, M.Sc.

Dalam paparannya mengenai “Optimalisasi Peran Apoteker dalam Edukasi dan Kepatuhan Terapi Hipertensi,” Apt. Primadi Avianto menyoroti bahwa keberhasilan terapi tidak hanya bergantung pada obat yang tepat, tetapi pada komunikasi efektif dengan pasien.

“Produk obat tidak akan mengubah perilaku pasien tanpa edukasi yang konsisten. Di sinilah peran apoteker menjadi kunci,” tegas Primadi. Ia juga menekankan pentingnya empati apoteker dalam mendampingi pasien memahami terapi jangka panjang, mengingat rendahnya kepatuhan pasien dalam menjalankan terapi hipertensi.

Integrasi Herbal dalam Terapi

Sementara itu, Apt. Rahmat Hidayat Syah membahas “Farmakologi Klinis dan Herbal dalam Penanganan Pasien Hipertensi.” Ia menjelaskan potensi herbal medicine seperti bawang putih, rosella, dan jahe sebagai terapi adjuvan (tambahan) dalam kombinasi dengan pengobatan medis dan gaya hidup sehat.

Kegiatan berlangsung aktif dan inspiratif. Peserta menunjukkan antusiasme tinggi melalui diskusi mengenai interaksi obat-herbal, kepatuhan pasien, dan metode edukasi masyarakat, sekaligus menjadi wadah berbagi pengalaman antar apoteker di Kalsel.

Melalui workshop ini, peserta mendapatkan SKP Kemenkes dan materi. IAI Kotabaru berharap kegiatan ini menjadi bukti nyata komitmen profesi dalam meningkatkan kualitas dan kompetensi apoteker Indonesia untuk siap menjadi garda terdepan dalam pencegahan dan pengendalian hipertensi.

Artikel ini telah dibaca 2 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Baca Lainnya

Pemkab Kotabaru Koordinasikan Pengembangan Pelabuhan dengan Balai KSDA Kalsel

22 September 2026 - 14:49 WIB

Media Gathering PT PTK dan PWI Kotabaru Dirangkai Aksi Sosial untuk Warga

22 September 2026 - 13:14 WIB

Tingkatkan Kapasitas & Keterampilan Komunikasi, PT PTK Gelar Pelatihan Jurnalistik

18 September 2026 - 13:35 WIB

Indocement Salurkan Bantuan Air Bersih di Tengah Musim Kemarau

14 September 2026 - 17:33 WIB

22 Ketua PAC Hanura se-Kotabaru Dilantik, Sayed Sultan: PAC Ujung Tombak Partai

13 September 2026 - 19:14 WIB

Apel Pengamanan Pilkades Serentak 2026, Penyerahan Logistik & Deklarasi Damai Di Kecamatan Pulau Sembilan Berjalan Aman & Kondusif

10 September 2026 - 19:05 WIB

Trending di ADVERTORIAL