Ricek.ID – Warga desa Keramat, Kecamatan Martapura Timur, mengolah sampah organik seperti sisa sayur dan buah menjadi Eco Enzyme, di Balai Kantor Desa Keramat pada Selasa (7/7/2026) pukul 09.00 wita pagi.
Pambakal Desa Keramat, Said Syeh mengatakan, 30 ibu-ibu mengolah sampah menjadi eco enzyme agar mengurangi volume sampah rumah tangga yang menumpuk di Tempat Pembuangan Akhir (TPA).
“Pengolahan sampah ini meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mereka dalam mengelola sampah rumah tangga secara ramah lingkungan,” ujar Said.
Said melanjutkan, selain ramah lingkungan, eco enzyme berfungsi sebagai alternatif pembersih alami seperti cairan pel lantai atau pencuci piring.
“Mereka menerima pengertian, manfaat, bahan, alat, dan cara pembuatan eco enzyme,” katanya.
Lalu, Said menambahkan cara pembuatan Eco Enzyme dari sampah organik tersebut.
Awalnya, sisa sayur dan buah dipilah dari bahan yang tidak terkontaminasi minyak, lemak, membusuk berat, atau tercampur sampah anorganik, kemudian dicuci seperlunya dan dipotong kecil.
“Kemudian bahan dicampurkan dengan perbandingan 1 bagian gula merah/molase, 3 bagian sampah organik sisa sayur dan buah, serta 10 bagian air bersih.”
Selanjutnya, campuran dimasukkan ke dalam wadah plastik bertutup dengan menyisakan ruang untuk gas fermentasi, kemudian diberi label tanggal pembuatan dan perkiraan waktu panen.
“Akhirnya wadah disimpan di tempat teduh untuk proses fermentasi selama kurang lebih tiga bulan. Pada masa awal fermentasi, tutup wadah dibuka secara berkala untuk mengeluarkan gas apabila diperlukan,” pungkasnya.













