Menu ✖

Mode Gelap
Nasib Nelayan Labuan Mas Kotabaru, Puluhan Tahun Menanti Dermaga yang Tak Kunjung Dibangun Diduga Lakukan Begal Payudara, Pria di Tanah Laut Diamankan Warga Polres Banjarbaru Sita 3,6 Kg Sabu, 13 Tersangka Ditangkap Tujuh Kabupaten di Kalsel Terima Bantuan Karhutla Rp80 Miliar dari Pusat Buruh Harian Tewas Dianiaya di Awang Bangkal Barat, Polisi Amankan Barang Bukti

NASIONAL · 6 Mei 2026 19:51 WIB

Indonesia-Laos Perkuat Kemitraan Tangani Kejahatan Penipuan Daring & TPPO


 Indonesia-Laos Perkuat Kemitraan Tangani Kejahatan Penipuan Daring & TPPO Perbesar

Ricek.ID – Menteri Luar Negeri (Menlu) Republik Indonesia, Sugiono terima kunjungan kerja Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Luar Negeri Republik Laos, Thongsavan Phomvihane, di Jakarta pada Senin (4/5/2026).

Pertemuan bilateral itu difokuskan pada penguatan kemitraan strategis di berbagai sektor utama menjelang peringatan 70 tahun hubungan diplomatik kedua negara pada 2027.

Dalam pertemuan tersebut, kedua menteri sepakat untuk memanfaatkan momentum hari jadi hubungan diplomatik sebagai pijakan memperkokoh pilar politik, ekonomi, hingga hubungan antarmasyarakat (people-to-people contact).

Salah satu hasil konkret yang dicapai adalah kesepakatan untuk mengaktifkan kembali mekanisme Joint Commission for Bilateral Cooperation (JCBC) sebagai platform utama implementasi kerja sama.

“Momentum ini harus dimanfaatkan untuk memperkuat kemitraan kedua negara baik di bidang politik, ekonomi, maupun people-to-people contact,” ujar Menlu Sugiono dalam keterangan tertulisnya.

Di sektor keamanan, kedua negara menyoroti tantangan serius terkait maraknya kejahatan lintas negara, khususnya penipuan daring, dan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) yang melibatkan warga negara Indonesia (WNI).

Menlu Sugiono menekankan perlunya implementasi kerangka kerja sama keamanan yang efektif demi menjaga stabilitas kawasan Asia Tenggara.

Beralih ke sektor ekonomi, Indonesia secara khusus mendorong kerja sama strategis di bidang potash (kalium karbonat) sebagai bahan baku utama pupuk.

Kerja sama itu dinilai potensial menjadi proyek unggulan yang mendukung ketahanan pangan nasional maupun regional.

Selain itu, kedua pihak juga membahas peningkatan investasi, konektivitas, dan pariwisata sebagai mesin pertumbuhan ekonomi.

“Indonesia juga mendukung upaya Laos dalam penguatan pembangunan ekonomi yang berkelanjutan dan inklusif,” ujar Sugiono.

Kedua menteri juga menekankan pentingnya kesamaan nilai dan warisan budaya untuk mempererat hubungan antarmasyarakat.

Hal itu direncanakan akan diwujudkan melalui penguatan sektor pendidikan serta program pertukaran pemuda dan budaya secara berkelanjutan.

Sumber : infopublik.id

Artikel ini telah dibaca 8 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Baca Lainnya

Perkuat Keselamatan Penerbangan, Kemenhub Gelar Pelatihan Pengelolaan Risiko Satwa Liar se-Asia Tenggara

4 November 2026 - 12:46 WIB

Pimpin Ratas, Presiden Prabowo Pastikan Fundamental Ekonomi Tetap Kuat

2 November 2026 - 19:38 WIB

Neraca Perdagangan Indonesia September 2026 Masih Surplus USD3,36 Miliar

2 November 2026 - 19:36 WIB

Kapolri Dorong Penelusuran Aset Kejahatan Digital

2 November 2026 - 19:34 WIB

Dugaan Pelanggaran Kehutanan, Menhut Segel Tumpukan Kayu, Dua Truk & Ekskavator

2 November 2026 - 19:32 WIB

Penanganan Kasus Karhutla, Bareskrim Polri Tetapkan 245 Tersangka Perorangan & 20 Korporasi

1 November 2026 - 19:48 WIB

Trending di HUKUM