Menu

Mode Gelap
Mobil Terlibat Insiden di SPBU Pelaihari, Pertamina Pastikan Tak Ada Korban Jiwa Perempuan di Pengaron Banjar Ditemukan Tewas di Sawah, Polisi Selidiki Dugaan Pembunuhan Dugaan Penimbunan Solar Disorot dalam Demo Sopir Truk Kalsel Warga Kertak Hanyar Geger, Pria Tanpa Identitas Ditemukan Tewas di Kontrakan Tragedi di Sungai Tunjang, Empat ABK Tewas di Dalam Ruang Sempit Kapal

NASIONAL · 6 Mei 2026 19:51 WIB

Indonesia-Laos Perkuat Kemitraan Tangani Kejahatan Penipuan Daring & TPPO


 Indonesia-Laos Perkuat Kemitraan Tangani Kejahatan Penipuan Daring & TPPO Perbesar

Ricek.ID – Menteri Luar Negeri (Menlu) Republik Indonesia, Sugiono terima kunjungan kerja Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Luar Negeri Republik Laos, Thongsavan Phomvihane, di Jakarta pada Senin (4/5/2026).

Pertemuan bilateral itu difokuskan pada penguatan kemitraan strategis di berbagai sektor utama menjelang peringatan 70 tahun hubungan diplomatik kedua negara pada 2027.

Dalam pertemuan tersebut, kedua menteri sepakat untuk memanfaatkan momentum hari jadi hubungan diplomatik sebagai pijakan memperkokoh pilar politik, ekonomi, hingga hubungan antarmasyarakat (people-to-people contact).

Salah satu hasil konkret yang dicapai adalah kesepakatan untuk mengaktifkan kembali mekanisme Joint Commission for Bilateral Cooperation (JCBC) sebagai platform utama implementasi kerja sama.

“Momentum ini harus dimanfaatkan untuk memperkuat kemitraan kedua negara baik di bidang politik, ekonomi, maupun people-to-people contact,” ujar Menlu Sugiono dalam keterangan tertulisnya.

Di sektor keamanan, kedua negara menyoroti tantangan serius terkait maraknya kejahatan lintas negara, khususnya penipuan daring, dan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) yang melibatkan warga negara Indonesia (WNI).

Menlu Sugiono menekankan perlunya implementasi kerangka kerja sama keamanan yang efektif demi menjaga stabilitas kawasan Asia Tenggara.

Beralih ke sektor ekonomi, Indonesia secara khusus mendorong kerja sama strategis di bidang potash (kalium karbonat) sebagai bahan baku utama pupuk.

Kerja sama itu dinilai potensial menjadi proyek unggulan yang mendukung ketahanan pangan nasional maupun regional.

Selain itu, kedua pihak juga membahas peningkatan investasi, konektivitas, dan pariwisata sebagai mesin pertumbuhan ekonomi.

“Indonesia juga mendukung upaya Laos dalam penguatan pembangunan ekonomi yang berkelanjutan dan inklusif,” ujar Sugiono.

Kedua menteri juga menekankan pentingnya kesamaan nilai dan warisan budaya untuk mempererat hubungan antarmasyarakat.

Hal itu direncanakan akan diwujudkan melalui penguatan sektor pendidikan serta program pertukaran pemuda dan budaya secara berkelanjutan.

Sumber : infopublik.id

Artikel ini telah dibaca 4 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
Baca Lainnya

Bank Indonesia Kembali Naikkan BI Rate Menjadi 5,75 Persen

18 Juni 2026 - 21:05 WIB

Presiden Prabowo Apresiasi Penyelenggaraan Haji 2026 oleh Kemenhaj

18 Juni 2026 - 16:54 WIB

90 Persen Perusahaan Sawit Telah Naikkan Harga TBS di Tingkat Petani

18 Juni 2026 - 16:49 WIB

Menkeu Amankan Komitmen Pendanaan Pembangunan Indonesia dari AIIB Sebesar USD17 Miliar

18 Juni 2026 - 16:43 WIB

Menkomdigi Nyatakan Indonesia Siap Jadi Motor Pertumbuhan Ekonomi Digital di ASEAN

17 Juni 2026 - 19:37 WIB

Fase Pemulangan Gelombang II Dimulai, Kemenhaj Sudah Pulangkan 48 Persen Jemaah Haji Indonesia

17 Juni 2026 - 19:34 WIB

Trending di NASIONAL