Menu

Mode Gelap
Viral Video IGD Puskesmas Sungai Ulin, Wali Kota Banjarbaru Jenguk Pasien di RSUD Ratu Zalecha Kandang Ayam dan Truk Terbakar di Pelaihari, Kerugian Ditaksir Ratusan Juta Rupiah Kabut Asap Karhutla Ganggu Pengendara di Jalur Tanah Laut–Banjarbaru, Polisi Beri Imbauan Karhutla Berkobar di Liang Anggang Banjarbaru, Jalur Banjarbaru–Bati-Bati Ditutup Total Kabut Asap Karhutla Selimuti Bati-Bati hingga Banjarbaru, Pengendara Pilih Berhenti

ADVERTORIAL · 7 Jul 2026 18:15 WIB

Jadi Penggerak Ekonomi Daerah, Pemprov Kalsel Dorong Penguatan Industri Batu Mulia & Intan


 Jadi Penggerak Ekonomi Daerah, Pemprov Kalsel Dorong Penguatan Industri Batu Mulia & Intan Perbesar

Ricek.ID – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Pemprov Kalsel) terus perkuat sektor perdagangan berbasis potensi unggulan daerah. Melalui Dinas Perdagangan (Disdag) Provinsi Kalsel, rombongan TAG laksanakan kunjungan lapangan ke Laboratorium Batu Mulia UPT Balai Pengujian dan Sertifikasi Barang Mutu (BPSMB) serta sentra penggosokan intan di Martapura pada Selasa (7/7/2026).

Kunjungan dipimpin Disdag Kalsel, Ahmad Bagiawan, didampingi Kepala UPT BPSMB beserta jajaran ini sebagai upaya mendorong peningkatan pelayanan publik, pengembangan destinasi wisata, dan pertumbuhan ekonomi masyarakat. Turut hadir Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kalsel Iwan Fitriadi, jajaran Biro Administrasi Pembangunan Setda Provinsi Kalsel, serta Tenaga Ahli Gubernur (TAG).

Lokasi pertama yang dikunjungi adalah Laboratorium Batu Mulia milik Pemprov Kalsel di Jalan Ahmad Yani, Martapura. Di lokasi tersebut, rombongan melihat secara langsung proses pengujian keaslian batu mulia dan berlian hingga penerbitan sertifikat.

Kepala Disdag Kalsel, Ahmad Bagiawan, mengatakan laboratorium tersebut merupakan aset strategis daerah karena menjadi satu-satunya laboratorium batu mulia milik pemerintah di Indonesia.

“Laboratorium ini menjadi kebanggaan Kalimantan Selatan. Selain memberikan jaminan kepastian terhadap keaslian batu mulia dan berlian, keberadaannya juga membuka peluang peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui layanan sertifikasi yang dapat dimanfaatkan masyarakat dengan biaya yang sangat terjangkau,” ujarnya.

Bagiawan menjelaskan laboratorium didukung tenaga teknis profesional yang merupakan lulusan gemologi, sehingga mampu memberikan layanan pengujian sesuai standar keilmuan. Masyarakat cukup membayar biaya layanan sekitar Rp100 ribu hingga Rp150 ribu untuk memperoleh sertifikat keaslian batu mulia yang dimiliki.

Menurutnya, kunjungan tersebut juga menjadi momentum untuk mendorong peningkatan fasilitas laboratorium, khususnya penambahan peralatan seperti mikroskop agar pelayanan kepada masyarakat semakin cepat dan optimal.

“Kami berharap melalui dukungan TAG dapat dilakukan penambahan peralatan laboratorium sehingga kapasitas pelayanan semakin meningkat. Ini merupakan investasi penting untuk mendukung pengembangan industri batu mulia sekaligus meningkatkan PAD daerah,” katanya.

Dalam kesempatan itu, beberapa anggota rombongan turut memanfaatkan layanan pengujian dengan memeriksakan cincin batu mulia miliknya hingga memperoleh sertifikat keaslian.

Usai meninjau laboratorium, rombongan melanjutkan kunjungan ke sentra penggosokan intan di kawasan Jalan Ahmad Yani, perbatasan Kota Banjarbaru dan Kabupaten Banjar, yang merupakan binaan Bank Indonesia.

Bagiawan menilai sentra tersebut memiliki potensi besar untuk dikembangkan tidak hanya sebagai pusat produksi kerajinan intan, tetapi juga sebagai destinasi wisata edukasi yang mampu menarik wisatawan sekaligus memperkuat daya saing produk unggulan Banua.

“Kami melihat peluang kolaborasi yang sangat baik dengan Bank Indonesia untuk mengembangkan kawasan ini sebagai destinasi wisata sekaligus pusat pemberdayaan para pengrajin. Sinergi ini diharapkan mampu memberikan nilai tambah terhadap industri intan dan batu mulia Kalimantan Selatan,” ujarnya.

Melalui kunjungan tersebut, Pemprov Kalsel menegaskan komitmennya dalam memperkuat sektor perdagangan, industri kreatif, dan pariwisata berbasis potensi lokal sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta mendorong pertumbuhan ekonomi dan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Selain itu, hal ini adalah bentuk perhatian Pemprov Kalsel untuk meningkatkan ekonomi masyarakat dan peluang PAD banua, warisan GEOPark Meratus.

Sumber : MC Kalsel

Artikel ini telah dibaca 4 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Baca Lainnya

Perkuat Kolaborasi Lintas Perangkat Daerah, Pemkab Kotabaru Susun SOP Tata Kelola Geopark

1 September 2026 - 21:10 WIB

258 Keluarga Desa Pekauman Terima Bantuan Beras Bulog

1 September 2026 - 16:36 WIB

Pemkab Kotabaru Gelar Maulid Nabi Muhammad SAW, Ajak ASN Teladani Akhlak Rasulullah

1 September 2026 - 16:29 WIB

Gubernur Kalsel Bersama Forkopimda & Perwakilan Mahasiswa Padamkan Bara di Lahan Gambut

1 September 2026 - 13:23 WIB

DPRD Kotabaru Setujui Raperda Perubahan APBD 2026 Menjadi Perda

31 Agustus 2026 - 18:50 WIB

HUT ke-81 RI, 28 Batang Panjat Pinang Semarakkan Perayaan di Desa Panggung Tanah Laut

29 Agustus 2026 - 22:36 WIB

Trending di DAERAH