Menu ✖

Mode Gelap
Nasib Nelayan Labuan Mas Kotabaru, Puluhan Tahun Menanti Dermaga yang Tak Kunjung Dibangun Diduga Lakukan Begal Payudara, Pria di Tanah Laut Diamankan Warga Polres Banjarbaru Sita 3,6 Kg Sabu, 13 Tersangka Ditangkap Tujuh Kabupaten di Kalsel Terima Bantuan Karhutla Rp80 Miliar dari Pusat Buruh Harian Tewas Dianiaya di Awang Bangkal Barat, Polisi Amankan Barang Bukti

ADVERTORIAL · 7 Jul 2026 18:15 WIB

Jadi Penggerak Ekonomi Daerah, Pemprov Kalsel Dorong Penguatan Industri Batu Mulia & Intan


 Jadi Penggerak Ekonomi Daerah, Pemprov Kalsel Dorong Penguatan Industri Batu Mulia & Intan Perbesar

Ricek.ID – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Pemprov Kalsel) terus perkuat sektor perdagangan berbasis potensi unggulan daerah. Melalui Dinas Perdagangan (Disdag) Provinsi Kalsel, rombongan TAG laksanakan kunjungan lapangan ke Laboratorium Batu Mulia UPT Balai Pengujian dan Sertifikasi Barang Mutu (BPSMB) serta sentra penggosokan intan di Martapura pada Selasa (7/7/2026).

Kunjungan dipimpin Disdag Kalsel, Ahmad Bagiawan, didampingi Kepala UPT BPSMB beserta jajaran ini sebagai upaya mendorong peningkatan pelayanan publik, pengembangan destinasi wisata, dan pertumbuhan ekonomi masyarakat. Turut hadir Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kalsel Iwan Fitriadi, jajaran Biro Administrasi Pembangunan Setda Provinsi Kalsel, serta Tenaga Ahli Gubernur (TAG).

Lokasi pertama yang dikunjungi adalah Laboratorium Batu Mulia milik Pemprov Kalsel di Jalan Ahmad Yani, Martapura. Di lokasi tersebut, rombongan melihat secara langsung proses pengujian keaslian batu mulia dan berlian hingga penerbitan sertifikat.

Kepala Disdag Kalsel, Ahmad Bagiawan, mengatakan laboratorium tersebut merupakan aset strategis daerah karena menjadi satu-satunya laboratorium batu mulia milik pemerintah di Indonesia.

“Laboratorium ini menjadi kebanggaan Kalimantan Selatan. Selain memberikan jaminan kepastian terhadap keaslian batu mulia dan berlian, keberadaannya juga membuka peluang peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui layanan sertifikasi yang dapat dimanfaatkan masyarakat dengan biaya yang sangat terjangkau,” ujarnya.

Bagiawan menjelaskan laboratorium didukung tenaga teknis profesional yang merupakan lulusan gemologi, sehingga mampu memberikan layanan pengujian sesuai standar keilmuan. Masyarakat cukup membayar biaya layanan sekitar Rp100 ribu hingga Rp150 ribu untuk memperoleh sertifikat keaslian batu mulia yang dimiliki.

Menurutnya, kunjungan tersebut juga menjadi momentum untuk mendorong peningkatan fasilitas laboratorium, khususnya penambahan peralatan seperti mikroskop agar pelayanan kepada masyarakat semakin cepat dan optimal.

“Kami berharap melalui dukungan TAG dapat dilakukan penambahan peralatan laboratorium sehingga kapasitas pelayanan semakin meningkat. Ini merupakan investasi penting untuk mendukung pengembangan industri batu mulia sekaligus meningkatkan PAD daerah,” katanya.

Dalam kesempatan itu, beberapa anggota rombongan turut memanfaatkan layanan pengujian dengan memeriksakan cincin batu mulia miliknya hingga memperoleh sertifikat keaslian.

Usai meninjau laboratorium, rombongan melanjutkan kunjungan ke sentra penggosokan intan di kawasan Jalan Ahmad Yani, perbatasan Kota Banjarbaru dan Kabupaten Banjar, yang merupakan binaan Bank Indonesia.

Bagiawan menilai sentra tersebut memiliki potensi besar untuk dikembangkan tidak hanya sebagai pusat produksi kerajinan intan, tetapi juga sebagai destinasi wisata edukasi yang mampu menarik wisatawan sekaligus memperkuat daya saing produk unggulan Banua.

“Kami melihat peluang kolaborasi yang sangat baik dengan Bank Indonesia untuk mengembangkan kawasan ini sebagai destinasi wisata sekaligus pusat pemberdayaan para pengrajin. Sinergi ini diharapkan mampu memberikan nilai tambah terhadap industri intan dan batu mulia Kalimantan Selatan,” ujarnya.

Melalui kunjungan tersebut, Pemprov Kalsel menegaskan komitmennya dalam memperkuat sektor perdagangan, industri kreatif, dan pariwisata berbasis potensi lokal sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta mendorong pertumbuhan ekonomi dan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Selain itu, hal ini adalah bentuk perhatian Pemprov Kalsel untuk meningkatkan ekonomi masyarakat dan peluang PAD banua, warisan GEOPark Meratus.

Sumber : MC Kalsel

Artikel ini telah dibaca 6 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Baca Lainnya

Cegah Bullying dan Kenakalan Remaja, Polres Tanah Laut Edukasi Siswa SMPN 1 Pelaihari

5 November 2026 - 17:17 WIB

Pemkab Kotabaru Dorong Pembentukan KIM di Seluruh Desa, Perkuat Partisipasi Informasi Masyarakat

5 November 2026 - 14:44 WIB

Jelang Nataru 2027, Diskoperindag Kotabaru Gelar Pasar Murah di Limbur Raya

5 November 2026 - 11:10 WIB

Bupati Kotabaru Audiensi dengan Kemensos, Percepat Persiapan Program Sekolah Rakyat

4 November 2026 - 20:59 WIB

Pemkab Kotabaru Dorong Sinergi Pengusaha dan Pekerja, DPK APINDO Dikukuhkan untuk Periode 2026–2031

4 November 2026 - 18:19 WIB

Ketua DPRD Kotabaru Dorong Apindo Perkuat Kolaborasi dan Iklim Investasi

4 November 2026 - 18:06 WIB

Trending di ADVERTORIAL