Menu

Mode Gelap
Kabut Asap Karhutla Selimuti Bati-Bati hingga Banjarbaru, Pengendara Pilih Berhenti Polisi Amankan Pria Diduga Pelaku Begal Payudara di Martapura, Akui Beraksi di 7 Lokasi Operasi SAR Berakhir, Korban Tenggelam di Sungai Martapura Depan Menara Siring Pandang Ditemukan Meninggal Dunia Tim SAR Gabungan Laksanakan Operasi Pencarian Seorang Pria Diduga Tenggelam di Sungai Martapura Mengaku Polisi, Pria Ini Raup Jutaan Rupiah dengan Iming-iming Kerja di Polres Banjarbaru

UMUM · 17 Apr 2023 21:33 WIB

Jawab Tantangan Jurnalis di Era Disrupsi,IJTI Luncurkan Buku Jurnalisme Positif


 Jawab Tantangan Jurnalis di Era Disrupsi,IJTI Luncurkan Buku Jurnalisme Positif Perbesar

Bertempat di Hall Gedung Dewan Pers, Jakarta, (17/4/2023) Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) luncurkan buku berjudul Jurnalisme Positif.

Ketua Umum IJTI Herik Kurniawan mengatakan,Buku Jurnalisme Positif ditulis dan disusun oleh tim IJTI sebagai upaya meneguhkan kembali peran jurnalis untuk membawa perubahan ke arah lebih baik melalui karya jurnalistik yang berkualitas dan bermanfaat.

“Jurnalisme Positif tidak sebatas memberitakan berita yang positif namun lebih dari itu.Berita yang disampaikan mencakup semua aspek dengan tetap mengedepankan nilai optimisme bagi masyarakat saat melihat persoalan,” kata Herik.

Herik menambahkan, jika diibaratkan lampu sorot yang memandu ke arah mana penonton harus melihat, media banyak menyoroti bencana, perang, kejahatan, nestapa dan hal-hal suram lain sehingga membuat persepsi publik tentang dunia tidak jauh dari gambaran dunia yang kejam, menyedihkan dan tanpa harapan. Sementara faktanya, dunia juga memiliki sisi-sisi yang menggambarkan kedamaian, kegembiraan dan harapan, namun sisi tersebut kurang disorot media.

“Jurnalisme Positif mengoreksi kecenderungan tersebut, bukan dengan mengarahkan lampu sorot hanya ke kejadian ceria penuh tawa dan tanpa masalah, tetapi dengan memandu ‘bagaimana’ lampu sorot tersebut mesti diarahkan.Tetap menyorot negativitas yang terjadi di masyarakat,namun tidak berhenti di situ,sorotan juga diarahkan ke hal-hal positif yang ada di dalam atau di sekitar negativitas sehingga membangun pengertian bahwa ‘masih ada cahaya di tengah kegelapan’ atau ‘habis gelap terbitlah terang’,”paparnya.

Herik juga membeberkan, Buku Jurnalisme positif, tidak hanya mendorong jurnalis untuk menyajikan informasi secara komprehensif, menaati kaidah jurnalistik dan Kode Etik Jurnalistik.

“Buku ini memberikan gambaran utuh berdasarkan realitas di lapangan dimana jurnalisme positif memandu jurnalis untuk menggali solusi atas masalah,alih-alih hanya membahas masalah; mendorong resolusi konflik, alih-alih hanya berkutat menyoroti penyebab dan drama-drama di tengah konflik; mengedepankan narasi perbaikan untuk masa depan ketimbang hanya mengorek nestapa dan penderitaan, “tuturnya.

Buku Jurnalisme Positif yang disusun para jurnalis senior ini diharapkan bisa memperkaya khasanah bagi para jurnalis di seluruh tanah air,dimana karya karya jurnalistik yang berkualitas harus bertujuan untuk kebermanfaatan dan kebaikan bersama.(IJTI)

Artikel ini telah dibaca 5 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Baca Lainnya

Polres Tanah Laut Masuk Lima Besar Kompolnas Awards 2026, Tim Kompolnas Lakukan Penilaian

18 Agustus 2026 - 19:45 WIB

Tuntas Direnovasi, Prabowo Resmikan Museum & Perpustakaan Seskoad

25 Mei 2026 - 18:30 WIB

Kunjungi Desa Surian, Dukcapil Banjar Buka Layanan Jemput Bola

14 Mei 2026 - 17:22 WIB

Menjelang Puncak Haji 2026, Pemerintah Tinjau Kesiapan Tenda Jemaah Indonesia di Arafah

10 Mei 2026 - 18:44 WIB

Jelang Piala Dunia 2026, Polri Ingatkan Masyarakat Waspada Penipuan & Judi Bola

9 Mei 2026 - 18:46 WIB

Dapat Atensi Presiden, Siaran Piala Dunia TVRI Akan Dapat Diakses Masyarakat Luas

3 Mei 2026 - 20:30 WIB

Trending di NASIONAL